INVERSI.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa negaranya akan mencapai apa yang disebut sebagai “kemenangan total” atas Iran dalam waktu dua pekan ke depan.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Senin (8/6), hanya beberapa jam setelah Iran dan Israel sepakat menghentikan eskalasi konflik yang sebelumnya menjadi gelombang kekerasan terbesar sejak gencatan senjata diberlakukan pada April lalu.
Dalam sebuah rapat umum virtual yang digelar untuk mendukung Senator Lindsey Graham, salah satu tokoh penting Partai Republik sekaligus sekutu dekatnya, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat berada dalam posisi yang menguntungkan.
“Kami adalah tim yang sangat tangguh, dan saya pikir kami sedang memenangkan pertempuran itu, tetapi Anda benar-benar akan memenangkannya dalam dua minggu ke depan ketika kami mendeklarasikan kemenangan total,” kata Trump dalam sebuah rapat umum virtual untuk Senator Lindsey Graham, salah satu sekutu dekat Partai Republik.
Trump bahkan meyakini bahwa perkembangan tersebut akan segera terjadi dan memberikan dampak positif terhadap pasar energi global.
“Itu akan menjadi kemenangan total. Itu akan terjadi sangat segera, dan harga minyak akan turun drastis,” lanjutnya.
Sebelumnya pada hari yang sama, pemerintah Iran mengumumkan penghentian serangan terhadap Israel sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Meski demikian, Teheran menegaskan akan memberikan respons keras apabila Israel tetap melanjutkan operasi militernya di Lebanon. Pemerintah Iran bahkan memperingatkan bahwa setiap tindakan lanjutan dari Israel dapat memicu balasan yang lebih besar.
Militer Iran menyatakan bahwa Israel dan negara-negara sekutunya seharusnya sudah memahami konsekuensi dari respons yang pernah diberikan Teheran dalam konflik sebelumnya.
Situasi di kawasan sempat memanas secara drastis setelah Israel melancarkan serangan udara ke Beirut, ibu kota Lebanon, pada Minggu. Serangan itu terjadi meski kesepakatan gencatan senjata masih berlaku.
Aksi militer tersebut memicu reaksi cepat dari Iran yang meluncurkan rudal ke wilayah utara Israel. Serangan balasan itu kemudian direspons Israel dengan menggempur sejumlah sasaran di wilayah Iran.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Trump turut mengambil langkah diplomatik dengan menyerukan penghentian konflik melalui unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social.
Dalam pesannya, Trump meminta kedua negara untuk segera mengakhiri aksi saling serang demi mencegah situasi berkembang menjadi konflik yang lebih luas di kawasan.
Sementara itu, pada Senin malam waktu setempat, Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan bahwa pertempuran dengan Iran telah dihentikan untuk sementara waktu.
Meski demikian, Netanyahu menegaskan Israel tetap berada dalam posisi siaga dan siap memberikan respons apabila kembali menjadi target serangan.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa meskipun ketegangan mulai mereda, situasi keamanan di Timur Tengah masih menyisakan ketidakpastian yang terus menjadi perhatian dunia internasional.