JAKARTA –
Cabang olahraga skateboard kian memperlihatkan prospek cerah bagi Indonesia di level internasional. Dipertandingkan secara resmi di Asian Games dan Olimpiade, skateboard kini tidak lagi sekadar olahraga urban, melainkan arena prestasi yang mulai melahirkan talenta-talenta muda Indonesia berkelas dunia.
SEA Games 2025 Thailand menjadi salah satu panggung penting yang menegaskan arah tersebut. Dua nama mencuri perhatian, Basral Graito Hutomo dan Mikhayla Shanum Caya. Keduanya datang dari generasi berbeda, namun sama-sama menandai fase baru kebangkitan skateboard Indonesia.
Basral Graito Hutomo telah lebih dulu memperlihatkan konsistensi di level internasional. Atlet putra ini menjadi tulang punggung tim nasional skateboard dengan pengalaman bertanding di berbagai kejuaraan regional dan internasional. Kehadiran Basral memberi fondasi kuat, Indonesia mampu bersaing secara teknis dan mental di lintasan papan luncur dunia.
Sementara itu, kemunculan Mikhayla Shanum Caya di SEA Games 2025 menjadi simbol regenerasi ekstrem yang menjanjikan. Atlet skateboard putri berusia 11 tahun asal Papua Pegunungan tersebut mencatatkan sejarah sebagai atlet termuda Indonesia yang tampil di SEA Games. Ia turun pada nomor skateboard park putri, berhadapan langsung dengan atlet-atlet senior Asia Tenggara.
Mikhayla tumbuh dari lingkungan olahraga yang kuat. Ia terinspirasi oleh ayahnya, Anthony Adam Caya, yang juga merupakan atlet skateboard Indonesia. Dukungan keluarga menjadi fondasi utama yang membentuk mental dan kecintaannya pada olahraga ini sejak usia dini.
Pengalaman tampil di PON XXI Aceh–Sumatera Utara 2024 pada nomor ekshibisi menjadi batu loncatan penting bagi Mikhayla. Dari sana, ia mulai terbiasa menghadapi tekanan kompetisi besar sebelum akhirnya tampil di SEA Games 2025.
Di Thailand, Mikhayla menunjukkan performa yang patut diapresiasi. Ia berhasil menembus final setelah finis di posisi ketujuh babak penyisihan dengan skor 45,93. Meski belum meraih medali, pencapaian tersebut dinilai sangat positif mengingat usia, jam terbang, dan ketatnya persaingan.
Mikhayla mengaku menikmati pengalaman bertanding sebagai debutan di level internasional itu. “Senang, deg-degan, dan senang bisa bertemu dengan banyak teman,” kata Mikhayla.
Kehadiran Basral Graito Hutomo sebagai figur matang dan Mikhayla Shanum sebagai talenta belia memperlihatkan spektrum lengkap perkembangan skateboard Indonesia: dari pengalaman hingga regenerasi. Ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia tidak sekadar berpartisipasi, tetapi mulai membangun peta jalan menuju Asian Games dan Olimpiade.
Dengan pembinaan berkelanjutan, dukungan federasi, dan ekosistem kompetisi yang konsisten, skateboard berpotensi menjadi salah satu cabang unggulan Indonesia di masa depan. SEA Games 2025 menjadi awal dari perjalanan panjang Indonesia menembus elite skateboard dunia.