By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

EkonomiInternasionalTerkini

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
3 hours ago
Share
3 Min Read
Bank Dunia menyoroti persoalan ketepatan sasaran subsidi energi di Indonesia. Dalam laporan Indonesia Economic Prospects edisi Juni 2026, Bank Dunia ungkap 20 persen rumah tangga terkaya justru menikmati lebih dari separuh manfaat subsidi bahan bakar minyak (BBM). (Foto, www.worldbank.com)
SHARE

JAKARTA – Temuan terbaru Bank Dunia kembali menyoroti persoalan ketepatan sasaran subsidi energi di Indonesia. Dalam laporan Indonesia Economic Prospects edisi Juni 2026, Bank Dunia mengungkap bahwa 20 persen rumah tangga terkaya justru menikmati lebih dari separuh manfaat subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Kondisi ini dinilai memperkuat urgensi pembenahan aturan pembatasan BBM bersubsidi agar dana negara benar-benar dinikmati masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Bank Dunia, kelompok masyarakat berpendapatan tinggi memperoleh manfaat subsidi lebih besar karena memiliki lebih banyak kendaraan dan tingkat konsumsi BBM yang lebih tinggi dibanding kelompok masyarakat miskin.

“Akibatnya, sistem ini menyerap sumber daya fiskal yang langka sambil memberikan dukungan terbatas bagi masyarakat miskin dan rentan,” tulis Bank Dunia.

Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2025, rumah tangga pada kelompok desil ke-10 atau 10 persen terkaya menerima manfaat subsidi terbesar, baik dari bensin, solar, maupun LPG. Sebaliknya, kelompok masyarakat pada desil terbawah hanya menikmati porsi subsidi yang relatif kecil.

Secara per kapita, manfaat subsidi yang diterima kelompok berpendapatan tertinggi mencapai lebih dari Rp2,5 juta. Angka itu jauh lebih besar dibanding kelompok termiskin yang hanya menerima sekitar Rp50 ribu per kapita.

Temuan tersebut memunculkan kembali desakan agar pemerintah mempercepat sistem pembatasan BBM bersubsidi yang lebih ketat dan berbasis data. Tujuannya agar subsidi yang bersumber dari APBN tidak lagi lebih banyak dinikmati kelompok mampu, melainkan tepat sasaran kepada rakyat miskin dan rentan.

Bank Dunia menilai reformasi subsidi energi juga penting untuk memperkuat kondisi fiskal negara.

“Krisis minyak sekaligus membebani anggaran, mengikis cadangan fiskal sehingga membuka peluang untuk mereformasi subsidi bahan bakar,” tulis lembaga tersebut.

Baca Juga :

Terbongkar di Sidang Tipikor, Eks Staf Khusus Nadiem Disebut Minta 30 Persen ke Google dari Proyek Chromebook
Kenali 7 Penyebab Aki Motor Cepat Habis, Bisa Jadi Masalah di Kelistrikan

Sebagai solusi, Bank Dunia mengusulkan penyesuaian harga BBM bersubsidi secara bertahap, pemberian bantuan tunai kepada 40 persen rumah tangga termiskin, serta pengalokasian dana penghematan subsidi ke program perlindungan sosial dan investasi publik yang lebih produktif.

Menurut Bank Dunia, langkah tersebut berpotensi menghasilkan penghematan fiskal hingga 1,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dalam dua tahun pertama dan meningkat menjadi 2,1 persen setelah reformasi berjalan penuh.

“Pelaporan yang transparan mengenai cara dana yang dihemat diinvestasikan kembali akan membangun kepercayaan yang diperlukan untuk mempertahankan reformasi,” jelas Bank Dunia.

Temuan ini menjadi peringatan bahwa subsidi energi bukan hanya soal harga murah, tetapi juga soal keadilan anggaran negara agar manfaatnya benar-benar sampai kepada masyarakat yang paling membutuhkan.

You Might Also Like

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat
Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal
Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia
Mo Salah Antar Mesir Puncaki Grup! Selangkah Lagi ke Babak Gugur Piala Dunia
Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap
TAGGED:Bank DuniaBBM SubsidiSusenas
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal
Next Article Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

Bahlil Bongkar Faktanya! 87% Batu Bara PLN Sudah Aman, Tak Perlu Panik

PLN Ambil Tanggung Jawab Pemadaman di Pulau Jawa! Gangguan Listrik Karena Masalah Internal

Inflasi Stabil, Ekonomi Indonesia Tumbuh Solid dan Tahan Guncangan Global

Kabar Gembira 1 Juli! B50 Lolos Uji Alat Berat, Impor Solar C48 Siap Diakhiri

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Yamal Akhirnya Membara! Spanyol Tenggelamkan Arab Saudi 4-0

5 hours ago
Pildun 2026Terkini

Keajaiban Curacao! Poin Bersejarah Lahir dari Tangan Emas Eloy Room

16 hours ago
Pildun 2026Terkini

Sabetan Samurai Biru! Ueda Ukir Sejarah, Jepang Bantai Tunisia 4-0

16 hours ago
Pildun 2026Terkini

Total Football Mengamuk! Belanda Bantai Swedia 5-1

16 hours ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index