INVERSI.ID – Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan penuh terhadap penerapan kebijakan anggaran jangka panjang atau multiyears untuk memperkuat pembangunan olahraga nasional. Kebijakan tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan generasi atlet Indonesia yang mampu bersaing di level internasional.
Dukungan itu disampaikan setelah Presiden Prabowo menerima Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Umum PSSI Erick Thohir bersama Pelatih Timnas Indonesia John Herdman di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jumat.
Menurut Erick, sistem pembiayaan jangka panjang sangat dibutuhkan untuk menjamin keberlanjutan program pembinaan atlet, khususnya pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang tidak dapat berjalan optimal jika hanya mengandalkan anggaran tahunan.
“Bahwa kebijaksanaan mengenai anggaran, karena yang namanya pelatnas tidak mungkin dianggarkan per tahun, itu harus multiyears. Dan Bapak Presiden sepakat karena memang mempersiapkan bagaimana masa depan atlet kita,” kata Erick.
Ia menjelaskan, Presiden Prabowo memahami pentingnya perencanaan jangka panjang dalam dunia olahraga. Karena itu, pemerintah ingin memastikan program pembinaan atlet dapat berlangsung secara konsisten tanpa terkendala pergantian tahun anggaran.
Sebagai tindak lanjut, Presiden juga meminta Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet untuk segera mengkaji serta memproses rencana tersebut agar dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
Langkah ini hadir di tengah tren positif olahraga Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir terus mencatatkan prestasi di berbagai ajang internasional. Pemerintah berharap dukungan anggaran yang lebih terstruktur dapat mempercepat lahirnya atlet-atlet berprestasi di masa depan.
Selain membahas pelatnas, Erick turut melaporkan rencana pembangunan akademi olahraga nasional yang akan menjadi pusat pembinaan talenta muda Indonesia sejak usia dini.
Program tersebut dirancang untuk menjaring bibit-bibit atlet potensial mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Dengan sistem pembinaan yang berkelanjutan, pemerintah berharap proses regenerasi atlet dapat berjalan lebih optimal.
“Apalagi ada pemusatan yang namanya akademi olahraga nanti yang kita dimulai dari SD, SMP, SMA. Jadi, siapa yang akan menjadi atlet ke depan, dari usia 8-10 tahun sudah mulai dibina,” ujarnya.
Menurut Erick, pembinaan sejak usia muda menjadi salah satu kunci utama untuk menciptakan atlet yang memiliki kualitas teknik, mental, dan daya saing tinggi ketika memasuki level profesional.
Dukungan Presiden Prabowo juga tidak hanya difokuskan pada cabang olahraga umum, tetapi mencakup pengembangan sepak bola nasional yang saat ini tengah menjadi perhatian besar pemerintah.
Erick mengungkapkan bahwa Presiden menegaskan komitmennya untuk mendukung berbagai program yang bertujuan meningkatkan prestasi sepak bola Indonesia, termasuk persiapan menghadapi turnamen dan kualifikasi internasional di masa mendatang.
“Tadi Bapak Presiden juga sampaikan, ‘Pokoknya saya sebagai pimpinan negara, apa pun yang kita bisa support buat sepak bola, saya akan lakukan,'” tutur Erick.
Dengan dukungan anggaran multiyears, pembangunan akademi olahraga, serta komitmen pemerintah terhadap pembinaan atlet dan sepak bola nasional, Indonesia berharap mampu melahirkan lebih banyak talenta berkelas dunia sekaligus meningkatkan prestasi olahraga di berbagai ajang internasional.