INVERSI.ID – Penyerang tim nasional Paraguay, Miguel Almiron, tercatat sebagai pemain pertama yang terkena dampak penerapan regulasi baru FIFA dalam ajang Piala Dunia 2026. Aturan tersebut dikenal dengan nama Aturan Prestianni dan mulai diberlakukan secara resmi pada turnamen edisi kali ini.
Almiron menerima kartu merah langsung saat membela Paraguay menghadapi Turki pada laga lanjutan Grup D Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Stadion Levi’s, Santa Clara, California, Amerika Serikat, Sabtu WIB.
Keputusan kontroversial itu diambil wasit asal El Salvador, Ivan Arcides Barton Cisneros, pada masa tambahan waktu babak pertama tepatnya menit ke-45+3.
Insiden bermula dari duel perebutan bola yang berujung pelanggaran. Setelah kejadian tersebut, Almiron terlihat terlibat adu argumen dengan bek Turki, Mert Muldur.
Di tengah perdebatan itu, Almiron tertangkap kamera menutupi mulutnya menggunakan tangan saat berbicara. Gestur tersebut kemudian diprotes Muldur kepada hakim garis karena dianggap melanggar regulasi baru yang diterapkan FIFA.
Situasi itu memicu keterlibatan Video Assistant Referee (VAR) yang kemudian memberikan rekomendasi kepada wasit utama. Setelah meninjau informasi yang diterima, Ivan Cisneros tanpa ragu mengeluarkan kartu merah langsung untuk Almiron.
Keputusan tersebut menjadi penerapan perdana Aturan Prestianni di panggung Piala Dunia 2026.
Regulasi ini lahir dari kasus yang melibatkan bek Benfica asal Argentina, Gianluca Prestianni, dan penyerang Real Madrid asal Brasil, Vinicius Junior, dalam laga playoff fase gugur Liga Champions pada Februari 2026.
Saat itu, Vinicius melaporkan bahwa dirinya menjadi sasaran ucapan bernuansa rasial dari Prestianni ketika keduanya terlibat perdebatan di lapangan. Namun, tuduhan tersebut dibantah oleh pemain Argentina tersebut.
Penyelidikan menjadi rumit karena Prestianni menutupi mulutnya saat berbicara, sehingga tidak ada pihak independen yang dapat memastikan secara pasti apa yang sebenarnya diucapkan dalam momen tersebut.
Beberapa waktu kemudian, Prestianni mengakui bahwa dirinya melontarkan ejekan bernuansa homofobik. Meski begitu, ia tetap membantah pernah mengeluarkan ucapan rasial kepada Vinicius.
Kasus tersebut berujung pada hukuman larangan bermain selama enam pertandingan bagi Prestianni. FIFA kemudian merespons dengan merancang regulasi baru yang melarang pemain menutupi mulut ketika berdebat atau berkomunikasi di atas lapangan.
Melalui aturan tersebut, setiap pemain yang sengaja menutupi mulut saat beradu argumen dapat dikenai sanksi kartu merah langsung. Regulasi itu kemudian mendapat persetujuan dari Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) dan mulai diterapkan untuk pertama kalinya pada Piala Dunia 2026.
Kasus yang menimpa Miguel Almiron kini menjadi contoh pertama penerapan aturan baru tersebut di kompetisi sepak bola paling bergengsi di dunia.