INVERSI.ID – Gelaran pentas seni (Pensi) tahunan SMA Labschool Kebayoran, SkyAvenue 2025, kembali sukses memukau ribuan penonton pada Sabtu (19/7/2025) di Istora Senayan, Jakarta Pusat. Memasuki penyelenggaraan ke-20, acara ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menyampaikan pesan penting tentang penyelamatan lingkungan dasar laut melalui tema besar bertajuk Atlantic Cataclysm.
Kepala SMA Labschool Kebayoran, Dr. Suparno, mengatakan bahwa pensi SkyAvenue sejak awal bukan sekadar ajang hiburan belaka, melainkan juga sarana pembelajaran yang mengasah kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan komunikasi siswa, khususnya kelas 11 yang tergabung dalam OSIS.
“Ini adalah pensi yang sudah kami selenggarakan selama 20 tahun. Kegiatan ini menjadi ajang tahunan untuk membangun kreativitas siswa, melatih critical thinking, gotong royong, sekaligus memberikan hiburan yang berkualitas bagi masyarakat,” ungkap Dr. Suparno saat ditemui di Istora Senayan.
Dekorasi Daur Ulang Botol Plastik Raih Rekor MURI
Keistimewaan SkyAvenue 2025 bukan hanya dari sisi line-up artis yang tampil, tetapi juga pada konsep dekorasi yang unik dan sarat makna. Tahun ini, SkyAvenue mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk dekorasi dari botol plastik bekas terbanyak.
Total 11.750 botol plastik berhasil didaur ulang dan dirangkai menjadi berbagai instalasi artistik, termasuk replika gurita raksasa dan hallway dengan nuansa bawah laut. Konsep ini sejalan dengan pesan utama acara untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya melindungi ekosistem laut dari pencemaran sampah plastik.
“Tema dasar laut kami angkat karena banyak hal di sana yang perlu dilindungi. Kami ingin mengajak semua pihak, khususnya generasi muda, untuk lebih peduli pada keberlangsungan lingkungan,” jelas Dr. Suparno.
Persiapan untuk menghadirkan instalasi megah ini membutuhkan waktu hampir satu tahun. Para siswa secara bergiliran mengumpulkan botol bekas, mendesain, hingga menyusun dekorasi secara manual tanpa bantuan Event Organizer (EO).
Tema Lingkungan yang Konsisten Diusung Setiap Tahun
Isu lingkungan bukanlah hal baru bagi pentas seni SMA Labschool Kebayoran. Menurut Dr. Suparno, tema besar SkyAvenue setiap tahunnya selalu berkaitan dengan masalah lingkungan.
“Tahun lalu kami mengangkat tema hijau dan penghijauan kota, tahun ini kami lebih spesifik pada kondisi dasar laut yang kian mengkhawatirkan akibat polusi,” ujarnya.
Konsistensi ini menjadi ciri khas SkyAvenue, sekaligus mendidik para siswa untuk peka terhadap isu-isu sosial dan lingkungan. Melalui kegiatan ini, sekolah berharap para lulusan Labschool tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga peduli dan bertanggung jawab terhadap kehidupan sekitar.
Line-up Artis yang Spektakuler dan Sold Out Sejak Awal
SkyAvenue 2025 juga menghadirkan deretan musisi papan atas Indonesia yang menambah kemeriahan acara. Ketua Pelaksana SkyAvenue 2025, Attariq Kennan Iryakarim, menjelaskan bahwa tiket pentas seni ini sudah habis terjual sejak satu setengah bulan sebelum acara digelar.
“Alhamdulillah tiket kami sudah sold out sejak 1,5 bulan lalu, dan venue di Istora penuh. Antusiasme penonton luar biasa,” kata Attariq.
Line-up SkyAvenue tahun ini diisi oleh nama-nama besar seperti Juicy Luicy, Bilal Indrajaya, Reality Club, Tulus, Slank, dan Sheila on 7 yang tampil sebagai penutup.
“Sebagai anak Labschool, saya bangga karena bisa berkontribusi dalam acara sebesar ini yang semuanya dikelola mandiri oleh siswa tanpa campur tangan EO,” tambah Attariq dengan bangga.
Mendidik Siswa Lewat Proyek Nyata
Salah satu nilai penting dari SkyAvenue adalah seluruh proses perencanaan dan pelaksanaan acara dilakukan oleh siswa sendiri. Mulai dari menentukan tema, merancang dekorasi, mencari sponsor, hingga mengelola bintang tamu, semuanya merupakan hasil kerja tim OSIS kelas 11.
Dr. Suparno menegaskan bahwa hal ini merupakan bagian dari kurikulum pembelajaran berbasis proyek (project-based learning).
“Lewat SkyAvenue, siswa belajar mengelola proyek nyata, mengasah kreativitas, komunikasi, kepemimpinan, sekaligus meningkatkan rasa tanggung jawab mereka,” ujarnya.
Selain itu, sekolah juga berharap kegiatan ini bisa menjadi contoh bagi sekolah lain untuk melibatkan siswa lebih aktif dalam kegiatan yang mendidik sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Harapan ke Depan: Lebih Megah dan Lebih Peduli Lingkungan
Baik pihak sekolah maupun panitia berharap SkyAvenue terus berkembang menjadi acara yang semakin besar, lebih profesional, namun tetap dikelola secara mandiri oleh siswa.
“Kami ingin SkyAvenue menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk meningkatkan kepedulian lingkungan, sekaligus menjadi ajang pengembangan diri yang menyenangkan,” tutur Dr. Suparno menutup.
Attariq pun menyampaikan harapannya agar SkyAvenue di masa mendatang bisa menggandeng lebih banyak pihak untuk berkolaborasi dan menyuarakan isu-isu penting.
“Semoga SkyAvenue bisa terus menjadi acara yang membanggakan bagi sekolah, masyarakat, dan juga lingkungan,” pungkasnya.
Pensi Sekolah yang Lebih dari Sekadar Hiburan
SkyAvenue 2025 berhasil membuktikan bahwa pentas seni sekolah tidak hanya soal hiburan, tetapi juga sarana edukasi, kreativitas, serta wadah untuk menyampaikan pesan penting tentang kelestarian bumi. Dengan tema dasar laut, dekorasi botol plastik yang memecahkan rekor MURI, dan kerja keras siswa-siswi SMA Labschool Kebayoran, acara ini patut menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Indonesia.