INVERSI.ID – Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta mencatat antusiasme luar biasa dari masyarakat. Dalam satu pekan pertama penyelenggaraannya, ajang tahunan tersebut telah dikunjungi lebih dari 1,5 juta orang.
Berdasarkan data penyelenggara, rata-rata jumlah pengunjung harian hampir mencapai 200 ribu orang. Tingginya angka kunjungan ini dinilai menjadi sinyal positif bagi pergerakan ekonomi di Ibu Kota.
Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Uus Kuswanto, mengatakan bahwa kondisi Jakarta Fair saat ini mencerminkan geliat ekonomi yang terus menunjukkan perkembangan positif.
“Melihat kondisi Jakarta Fair saat ini, pergerakan ekonomi nasional, khususnya di Jakarta, menunjukkan perkembangan yang sangat baik,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Uus Kuswanto dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.
Menurut Uus, Jakarta Fair telah menjadi salah satu indikator yang menggambarkan stabilitas dan kekuatan ekonomi Jakarta. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga berperan besar dalam mendukung aktivitas bisnis dan perdagangan.
Ia menjelaskan, sejak pertama kali diselenggarakan pada 1968, Jakarta Fair telah menjadi wadah strategis bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka kepada masyarakat luas.
Selama lebih dari lima dekade penyelenggaraannya, acara ini hanya sempat berhenti pada 2020 akibat pandemi COVID-19 yang melanda dunia.
Lebih lanjut, Uus menilai Jakarta Fair memiliki peran penting dalam menjaga optimisme ekonomi nasional. Selain menjadi sarana promosi berbagai produk unggulan, kegiatan ini juga mampu meningkatkan daya saing produk dalam negeri di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Menurutnya, semangat kolaborasi yang tercermin dalam penyelenggaraan Jakarta Fair dan perayaan HUT ke-499 Kota Jakarta menjadi modal berharga menjelang usia lima abad Jakarta pada 2027.
Semangat tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang modern, kompetitif, dan mampu memberikan kebanggaan serta kesejahteraan bagi seluruh warganya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan nilai transaksi selama Jakarta Fair Kemayoran 2026 yang berlangsung di JIEXPO Kemayoran dapat melampaui Rp8 triliun.
Target tersebut lebih tinggi dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya yang mencatat nilai transaksi sebesar Rp7,3 triliun dengan total kunjungan mencapai 5,9 juta orang.
Selain mengejar peningkatan nilai transaksi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berharap jumlah pengunjung pada gelaran tahun ini mampu menembus angka enam juta orang hingga acara berakhir.