INVERSI.ID – Semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap budaya Nusantara mewarnai pelaksanaan Kirab Budaya Festival Tresna Pancasila yang digelar di sepanjang kawasan Jalan Malioboro, Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat sekaligus memperkuat rasa cinta terhadap tanah air.
Kirab yang berlangsung menuju kawasan Taman Pintar Yogyakarta pada Sabtu (6/6) tersebut menghadirkan beragam elemen budaya dan kebangsaan yang menarik perhatian masyarakat maupun wisatawan.
Inisiator Kirab Budaya Tresna Pancasila yang juga Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya dimaksudkan sebagai perayaan seremonial, melainkan menjadi ruang budaya yang mendorong masyarakat untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Kirab ini tidak sekadar perayaan. Kami ingin menghadirkan ruang kebudayaan yang memungkinkan masyarakat melakukan pengamalan terhadap nilai-nilai Pancasila,” kata Eko Suwanto dalam keterangannya di Yogyakarta, Minggu.
Menurut Eko, Kirab Budaya Tresna Pancasila juga menjadi bagian dari upaya memperingati Hari Lahir Bung Karno sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai dasar bangsa yang terkandung dalam Pancasila.
Ia menjelaskan bahwa kata “Tresna” yang digunakan sebagai nama kegiatan memiliki makna cinta yang lahir dari ketulusan hati. Nilai tersebut mencerminkan keikhlasan, kesediaan berkorban, dan semangat mendahulukan kepentingan bersama dibandingkan kepentingan pribadi.
“Tresna yang menjadi nama kegiatan memiliki makna cinta yang lahir dari ketulusan hati, mengandung nilai keikhlasan, kesukarelaan, dan kerelaan berkorban demi kepentingan yang lebih besar,” katanya.
Lebih lanjut, Eko menilai nilai-nilai Pancasila tidak cukup hanya dipahami sebagai teori atau hafalan semata. Menurutnya, masyarakat perlu menerapkannya secara nyata agar menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Karena itu, kirab budaya tersebut didedikasikan untuk membangkitkan kembali semangat kepahlawanan, patriotisme, nasionalisme, serta rasa cinta tanah air di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini didedikasikan untuk menggelorakan kembali karakter kepahlawanan. Kita ingin masyarakat memiliki mental yang mengutamakan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi, keluarga maupun kelompok,” katanya.
Melalui penyelenggaraan Kirab Budaya Tresna Pancasila, nilai-nilai perjuangan Bung Karno diharapkan terus hidup dan relevan bagi generasi masa kini. Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menginspirasi generasi muda untuk membangun Indonesia yang lebih kuat dengan berlandaskan karakter dan nilai luhur bangsa.
Tak hanya membawa pesan kebangsaan, kegiatan ini juga memiliki dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.
“Selain menguatkan semangat kebangsaan, penyelenggaraan Kirab Budaya Tresna Pancasila juga diharapkan mampu mendorong sektor pariwisata dan ekonomi rakyat,” katanya.
Kirab diawali oleh barisan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Daerah Istimewa Yogyakarta yang tampil sebagai simbol generasi muda penerus bangsa. Kehadiran mereka mencerminkan harapan agar nilai-nilai Pancasila tetap diwariskan kepada generasi berikutnya.
Di belakang rombongan Paskibraka, pasukan bregada berjalan dengan iringan alunan gamelan khas prajurit Keraton Yogyakarta yang menambah nuansa budaya Jawa yang kental. Berbagai kelompok seni turut memeriahkan kirab dengan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.
Salah satu atraksi yang menarik perhatian masyarakat adalah kehadiran peserta yang memerankan sosok Bung Karno. Dengan mengenakan busana khas Presiden pertama Republik Indonesia, ia menyapa warga yang memadati sepanjang rute kirab.
Penampilan tersebut menjadi pengingat akan jasa dan perjuangan Sang Proklamator sekaligus menghidupkan semangat Bulan Bung Karno yang diperingati setiap bulan Juni.
Melalui perpaduan budaya, sejarah, dan semangat kebangsaan, Kirab Budaya Tresna Pancasila diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat persatuan bangsa sekaligus menjaga warisan nilai-nilai luhur Indonesia di tengah perkembangan zaman.