Pulau Bali kembali menegaskan posisinya sebagai destinasi wisata unggulan Indonesia, kali ini lewat jalur gastronomi. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) resmi meluncurkan program unggulan bertajuk Wonderful Indonesia Gourmet (WIG), sebuah inisiatif strategis untuk menjadikan Indonesia khususnya Bali sebagai pusat wisata gastronomi kelas dunia.
Program ini tidak hanya menyoroti kelezatan kuliner Nusantara, tetapi juga mengangkat nilai budaya, spiritualitas, dan keberlanjutan yang melekat dalam setiap sajian. Artikel ini akan mengulas secara mendalam bagaimana Bali menjadi episentrum wisata kuliner global, peran WIG dalam mendorong ekonomi kreatif, serta dampaknya terhadap UMKM dan pariwisata berkelanjutan.
Apa Itu Wonderful Indonesia Gourmet?
Wonderful Indonesia Gourmet adalah program flagship Kemenparekraf yang diluncurkan untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi gastronomi global. Di bawah kepemimpinan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, WIG dirancang sebagai platform yang menghubungkan pelaku industri kuliner dari hulu ke hilir—mulai dari petani, nelayan, pengrajin, koki, hingga komunitas lokal.
Menurut Warta Ekonomi, sektor kuliner menyumbang 56,86% dari tenaga kerja ekonomi kreatif Indonesia dan berkontribusi sekitar 41% terhadap PDB ekonomi kreatif nasional. Ini menjadikan kuliner sebagai pilar utama dalam pembangunan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.
Mengapa Bali Dipilih Sebagai Pusat Wisata Gastronomi?
Bali bukan hanya terkenal karena keindahan alam dan budayanya, tetapi juga karena warisan kuliner yang kaya dan spiritual. Menurut Menteri Pariwisata, Bali memaknai makanan lebih dari sekadar rasa—ia adalah pengalaman yang terhubung dengan komunitas, tradisi, dan nilai-nilai lokal.
Dalam peluncuran WIG di The Meru Sanur, Bali, pada 30 September 2025, Menteri Widiyanti menyatakan:
“Bali adalah rumah bagi nilai-nilai luhur, kearifan lokal, dan sistem sosial ekologis yang berakar kuat. Kuliner Bali memiliki karakter yang khas, sangat unik dan berbeda dari kuliner lain.”
Bali juga aktif dalam praktik keberlanjutan seperti:
- Farm to table
- Pertanian organik
- Perkebunan kopi lokal
- Wisata kuliner berbasis komunitas
Kontribusi Kuliner terhadap Ekonomi Bali
Data terbaru menunjukkan bahwa sektor kuliner memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian Bali:
| Sektor Ekonomi | Kontribusi PDRB Bali 2024 |
| Restoran | Rp27,6 triliun |
| Manufaktur Mamin | Rp27,6 triliun |
| Total | Rp27,6 triliun |
Sumber: Kemenparekraf
Angka ini menunjukkan bahwa cita rasa khas Bali bukan hanya daya tarik wisata, tetapi juga penggerak ekonomi lokal yang melibatkan ribuan UMKM dan pekerja kreatif.
Bali sebagai Magnet Wisatawan Internasional
Hingga Juli 2025, Indonesia mencatat 8,53 juta kunjungan wisatawan mancanegara. Dari jumlah tersebut, 3,97 juta atau 46,5% memilih Bali sebagai destinasi utama. Ini menjadikan Bali sebagai lokasi strategis untuk pelaksanaan WIG dan promosi wisata gastronomi.
Menurut Detik Bali, pengeluaran wisatawan asing di Indonesia rata-rata mencapai USD 1.287 per kunjungan, dengan 57% di antaranya digunakan untuk akomodasi dan makanan. Artinya, kuliner adalah komponen utama dalam pengalaman wisata.
Gastronomi Sebagai Soft Power dan Diplomasi Budaya
Program WIG juga berperan dalam gastrodiplomasi menggunakan makanan sebagai alat diplomasi budaya. Setiap sajian seperti nasi tumpeng, lawar Bali, atau soto Betawi membawa cerita tentang identitas Indonesia.
Menteri Pariwisata menyatakan:
“Kami percaya makanan adalah salah satu cara paling tulus untuk memahami sebuah bangsa dan menjadi jembatan budaya yang membagikan identitas Indonesia dengan masyarakat global.”
Dengan pendekatan ini, Indonesia bisa mengikuti jejak negara seperti Jepang (Washoku) dan Thailand (Thai Select) yang sukses mengekspor identitas kuliner mereka ke dunia.
Ekosistem Kreatif: Dari Chef Lokal ke Digital Storyteller
WIG bukan hanya soal makanan, tetapi juga tentang kreativitas. Program ini mendukung:
- Pelatihan chef dan barista lokal
- Desain kemasan dan branding produk kuliner
- Digital storytelling dan promosi online
- Kolaborasi dengan koki internasional
- Festival kuliner dan artisan food market
UMKM di Bali, Makassar, dan Yogyakarta sudah mulai memanfaatkan platform digital untuk menjangkau pasar global, mengadopsi praktik ramah lingkungan, dan memperkuat branding lokal.
Aktivasi Wonderful Indonesia Gourmet di Bali
Peluncuran WIG di Bali mencakup berbagai kegiatan:
- Talkshow gastronomi dengan panelis ahli
- Artisan Food Market di The Meru Sanur
- Demo masak oleh chef lokal dan internasional
- Pameran produk kuliner unggulan daerah
- Diskusi tentang keberlanjutan dan farm to table
Kegiatan ini tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memperkuat ekosistem kuliner lokal dan membuka peluang ekspor produk makanan Indonesia.
Bali, Panggung Utama Wisata Gastronomi Indonesia
Dengan peluncuran Wonderful Indonesia Gourmet, Bali resmi menjadi pusat wisata gastronomi Indonesia. Program ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia di panggung pariwisata dunia, tetapi juga memberdayakan UMKM, memperkuat ekonomi lokal, dan memperkenalkan kekayaan rasa Nusantara kepada dunia.
Bali bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga rumah bagi cita rasa, tradisi, dan inovasi kuliner yang autentik. Dan lewat WIG, Indonesia mengajak dunia untuk mengenal budaya lewat rasa.