INVERSI.ID – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengungkapkan sejumlah strategi yang tengah disiapkan pemerintah untuk meningkatkan daya saing sektor pariwisata Indonesia agar mampu bersaing dengan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.
Pemerintah menilai penguatan kualitas destinasi wisata menjadi salah satu kunci utama untuk mendorong pariwisata Indonesia naik kelas sekaligus menarik lebih banyak wisatawan mancanegara berkualitas.
“Pemerintah terus berupaya mengatasi berbagai kendala dan hambatan yang mempengaruhi daya saing pariwisata Indonesia dibandingkan negara-negara kompetitor di ASEAN,” kata Kementerian Pariwisata kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu.
Untuk mewujudkan target tersebut, Kementerian Pariwisata menggandeng berbagai pihak, mulai dari kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha serta para pemangku kepentingan di sektor pariwisata.
Kolaborasi tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas produk wisata dan pelayanan sehingga Indonesia dapat semakin dikenal sebagai destinasi yang kompetitif, menarik, serta dipercaya wisatawan internasional.
Salah satu langkah strategis yang akan menjadi fokus pemerintah pada 2026 adalah pelaksanaan program “Pariwisata Naik Kelas”. Program ini masuk dalam lima program unggulan Kementerian Pariwisata dan dirancang untuk memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi wisata berkualitas tinggi atau high quality tourism destination.
Selain itu, program tersebut juga diarahkan untuk menarik wisatawan dengan daya beli tinggi atau affluent tourists yang dinilai mampu memberikan dampak ekonomi lebih besar bagi daerah tujuan wisata.
Pengembangan produk wisata unggulan menjadi bagian penting dalam strategi tersebut. Pemerintah akan memperkuat berbagai paket wisata berbasis gastronomi, wellness tourism, wisata bahari atau marine tourism, wastra, hingga seni dan desain sebagai daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara.
Di sisi lain, pemerintah juga berupaya meningkatkan efektivitas konversi minat pasar internasional menjadi kunjungan nyata ke Indonesia. Langkah yang ditempuh antara lain dengan menambah rute penerbangan internasional, meningkatkan kapasitas kursi menuju destinasi unggulan, serta menyempurnakan kebijakan visa agar lebih kompetitif dan ramah wisatawan.
Perbaikan kebijakan tersebut mencakup perluasan negara penerima fasilitas bebas visa hingga penyesuaian biaya visa on arrival agar lebih menarik dibandingkan negara pesaing di kawasan.
Selain itu, promosi destinasi wisata juga terus diperluas melalui strategi Bali Beyond. Program ini bertujuan memperkenalkan lebih banyak destinasi unggulan Indonesia sehingga wisatawan tidak hanya terpusat pada Bali sebagai tujuan utama.
Kementerian Pariwisata menilai tren positif sektor pariwisata Indonesia mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya jumlah wisatawan mancanegara yang meningkat, tetapi juga rata-rata pengeluaran wisatawan selama berkunjung ke Indonesia.
Berdasarkan data yang dihimpun pemerintah, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang Januari hingga April 2026 mencapai 4,68 juta kunjungan. Angka tersebut meningkat 8,24 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 4,33 juta kunjungan.
Sementara dari sisi ekonomi, devisa pariwisata pada triwulan pertama 2026 mencapai 4,05 miliar dolar AS atau sekitar Rp68,28 triliun. Capaian tersebut naik 6,30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di angka 3,81 miliar dolar AS atau sekitar Rp62,29 triliun.
Meski menunjukkan pertumbuhan positif, pemerintah tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan sektor pariwisata negara-negara tetangga, terutama Vietnam yang belakangan dinilai agresif mengembangkan destinasi wisata baru.
Dalam rapat kerja bersama Kementerian Pariwisata pada awal Juni lalu, Komisi VII DPR RI meminta pemerintah melakukan pemetaan pertumbuhan sektor pariwisata di kawasan Asia Tenggara sebagai langkah memperkuat posisi Indonesia di tingkat regional maupun global.
Masukan tersebut muncul sebagai respons terhadap meningkatnya daya saing pariwisata Vietnam yang dinilai berhasil menciptakan berbagai destinasi baru dan menarik perhatian wisatawan internasional.
Dengan berbagai strategi yang telah disiapkan, pemerintah optimistis sektor pariwisata Indonesia mampu terus berkembang, meningkatkan devisa negara, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan di kawasan Asia Tenggara.