By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Tak Mau Tertinggal dari Vietnam, Indonesia Siapkan Jurus Baru Dongkrak Pariwisata
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Tak Mau Tertinggal dari Vietnam, Indonesia Siapkan Jurus Baru Dongkrak Pariwisata

Travel

Tak Mau Tertinggal dari Vietnam, Indonesia Siapkan Jurus Baru Dongkrak Pariwisata

Jack
By
Jack
18 hours ago
Share
4 Min Read
lustrasi - Wisatawan mancanegara berkunjung ke Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, Tabanan, Bali. (Foto: Antara)
SHARE

INVERSI.ID – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengungkapkan sejumlah strategi yang tengah disiapkan pemerintah untuk meningkatkan daya saing sektor pariwisata Indonesia agar mampu bersaing dengan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Pemerintah menilai penguatan kualitas destinasi wisata menjadi salah satu kunci utama untuk mendorong pariwisata Indonesia naik kelas sekaligus menarik lebih banyak wisatawan mancanegara berkualitas.

“Pemerintah terus berupaya mengatasi berbagai kendala dan hambatan yang mempengaruhi daya saing pariwisata Indonesia dibandingkan negara-negara kompetitor di ASEAN,” kata Kementerian Pariwisata kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu.

Untuk mewujudkan target tersebut, Kementerian Pariwisata menggandeng berbagai pihak, mulai dari kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha serta para pemangku kepentingan di sektor pariwisata.

Kolaborasi tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas produk wisata dan pelayanan sehingga Indonesia dapat semakin dikenal sebagai destinasi yang kompetitif, menarik, serta dipercaya wisatawan internasional.

Salah satu langkah strategis yang akan menjadi fokus pemerintah pada 2026 adalah pelaksanaan program “Pariwisata Naik Kelas”. Program ini masuk dalam lima program unggulan Kementerian Pariwisata dan dirancang untuk memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi wisata berkualitas tinggi atau high quality tourism destination.

Selain itu, program tersebut juga diarahkan untuk menarik wisatawan dengan daya beli tinggi atau affluent tourists yang dinilai mampu memberikan dampak ekonomi lebih besar bagi daerah tujuan wisata.

Pengembangan produk wisata unggulan menjadi bagian penting dalam strategi tersebut. Pemerintah akan memperkuat berbagai paket wisata berbasis gastronomi, wellness tourism, wisata bahari atau marine tourism, wastra, hingga seni dan desain sebagai daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara.

Di sisi lain, pemerintah juga berupaya meningkatkan efektivitas konversi minat pasar internasional menjadi kunjungan nyata ke Indonesia. Langkah yang ditempuh antara lain dengan menambah rute penerbangan internasional, meningkatkan kapasitas kursi menuju destinasi unggulan, serta menyempurnakan kebijakan visa agar lebih kompetitif dan ramah wisatawan.

Baca Juga :

‘Duta Cinta’ Persembahan Terakhir Titiek Puspa Untuk Indonesia
Presiden Turki Sebut Israel Negara Teroris, Benjamin Netanyahu Beri Respon

Perbaikan kebijakan tersebut mencakup perluasan negara penerima fasilitas bebas visa hingga penyesuaian biaya visa on arrival agar lebih menarik dibandingkan negara pesaing di kawasan.

Selain itu, promosi destinasi wisata juga terus diperluas melalui strategi Bali Beyond. Program ini bertujuan memperkenalkan lebih banyak destinasi unggulan Indonesia sehingga wisatawan tidak hanya terpusat pada Bali sebagai tujuan utama.

Kementerian Pariwisata menilai tren positif sektor pariwisata Indonesia mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya jumlah wisatawan mancanegara yang meningkat, tetapi juga rata-rata pengeluaran wisatawan selama berkunjung ke Indonesia.

Berdasarkan data yang dihimpun pemerintah, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang Januari hingga April 2026 mencapai 4,68 juta kunjungan. Angka tersebut meningkat 8,24 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 4,33 juta kunjungan.

Sementara dari sisi ekonomi, devisa pariwisata pada triwulan pertama 2026 mencapai 4,05 miliar dolar AS atau sekitar Rp68,28 triliun. Capaian tersebut naik 6,30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di angka 3,81 miliar dolar AS atau sekitar Rp62,29 triliun.

Meski menunjukkan pertumbuhan positif, pemerintah tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan sektor pariwisata negara-negara tetangga, terutama Vietnam yang belakangan dinilai agresif mengembangkan destinasi wisata baru.

Dalam rapat kerja bersama Kementerian Pariwisata pada awal Juni lalu, Komisi VII DPR RI meminta pemerintah melakukan pemetaan pertumbuhan sektor pariwisata di kawasan Asia Tenggara sebagai langkah memperkuat posisi Indonesia di tingkat regional maupun global.

Masukan tersebut muncul sebagai respons terhadap meningkatnya daya saing pariwisata Vietnam yang dinilai berhasil menciptakan berbagai destinasi baru dan menarik perhatian wisatawan internasional.

Dengan berbagai strategi yang telah disiapkan, pemerintah optimistis sektor pariwisata Indonesia mampu terus berkembang, meningkatkan devisa negara, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan di kawasan Asia Tenggara.

You Might Also Like

Harga Avtur Melonjak, Kemenpar dan Kemenhub Cari Cara Jaga Tiket Pesawat Tetap Terjangkau
Tak Hanya Bali, Kemenpar Genjot 10 Destinasi Prioritas untuk Tarik Wisatawan Mancanegara
Beda dengan Wisata Kuliner, Gastronomi Tawarkan Cerita dan Warisan Budaya Nusantara
Instalasi Sunflower Angel Jadi Magnet Baru di Candi Prambanan, Pengunjung Membludak
Kemenpar Dukung Jazz Gunung 2026, Perpaduan Musik, Alam, dan Budaya Indonesia
TAGGED:BalikemenparWisata Bali
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Kemkomdigi Siapkan Siswa SMK Jadi Talenta Digital, Siap Bangun dan Rawat Jaringan Internet Daerah
Next Article Ribuan Pengguna Terdampak, Facebook dan Instagram Kembali Normal Setelah Gangguan Massal
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Mati Listrik Bukan karena Batu Bara, PLN Akui Murni Gangguan Mesin

Bukan 1998! Menkeu Purbaya Tegaskan Ekonomi RI Masih Ekspansi

Ekonom: BBM Subsidi Jangan Diganggu, Jadi Penyangga Daya Beli Masyarakat

Baru Sepekan Bicara Bongkar Gurita MBG, Orang Kepercayaan Sony Langsung Jadi Tersangka

Sejak April, Bahlil Sudah Kasih Kode! Publik Tak Perlu Kaget Jika Pertamax Disesuaikan

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Event

Bali & Beyond Travel Fair 2026 Raup Rp6,9 Triliun, Pasar Asia dan Australia Mendominasi

2 weeks ago
Travel

Libur Panjang Idul Adha 2026, KAI Layani Lebih dari 1,2 Juta Penumpang

2 weeks ago
Travel

Senja di AWT 2026 Sajikan Wisata Alam, Budaya, hingga Fashion Show Anak Muda

2 weeks ago
LifeStyle

Denpasar Fashion Street 2026 Angkat Kain Perca Jadi Fashion Elegan dan Bernilai Tinggi

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index