INVERSI.ID – Pemain timnas Indonesia Kevin Diks mengungkapkan kesannya terhadap pelatih anyar John Herdman yang dinilai memiliki pendekatan detail serta kekuatan dalam aspek taktik.
Menurut Kevin, gaya kepelatihan Herdman terasa berbeda dibandingkan dua pelatih sebelumnya yang pernah ia rasakan di timnas, yakni Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert.
“Perbedaannya, tentu setiap pelatih itu berbeda,” buka Kevin, saat ditemui awak media di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu.
“Saya pikir John sangat detail dan sangat kuat secara taktik. Dia menuntut banyak dari kami, tapi dia juga tahu apa yang dia harapkan dari setiap pemain, dan itu sangat penting,” tambah dia.
Pemain yang kini merumput bersama Borussia Mönchengladbach tersebut menilai metode yang diterapkan Herdman mampu membuat permainan tim menjadi lebih solid. Selain itu, pendekatan taktik yang diberikan juga dinilai mudah dipahami karena setiap pemain ditempatkan sesuai karakter dan kemampuannya.
“Itu hal yang penting,” tegas Kevin, bek yang tahun ini akan menginjak usia 30 tahun.
Terkait proses adaptasi di bawah kepemimpinan pelatih baru, Kevin memastikan tidak ada kendala berarti. Ia menyebut komunikasi yang sudah terjalin sejak awal menjadi faktor penting dalam mempercepat adaptasi tim.
“Ya, saya pikir kami beradaptasi dengan sangat cepat. Apa yang dia minta dari kami sangat jelas. Sebenarnya ini tidak dimulai minggu ini saja. Sejak dia ditunjuk sebagai pelatih, dia sudah menghubungi banyak pemain, mungkin lebih dari 40 pemain. Itu menunjukkan seperti apa dirinya dan bagaimana dia mempersiapkan kami untuk periode ke depan,” tambah dia.
Dalam laga debut Herdman saat timnas Indonesia meraih kemenangan 4-0 atas Saint Kitts and Nevis national football team, Kevin menjalani peran yang berbeda dari biasanya.
Jika sebelumnya ia lebih sering beroperasi di lini belakang, baik sebagai bek tengah maupun bek sayap, pada pertandingan tersebut Kevin dimainkan lebih maju sebagai gelandang kanan. Formasi yang digunakan terlihat sebagai 4-4-2 di atas kertas, namun penerapannya fleksibel dan dinamis mengikuti situasi di lapangan.
“Saya pemain yang sangat dinamis, jadi saya hanya melakukan apa yang pelatih minta. Mau di belakang, di tengah, atau di sayap, tidak masalah. Saya selalu memberikan yang terbaik untuk tim dan negara,” tutup Kevin, bek yang sudah mencetak empat gol di Bundesliga.