INVERSI.ID – Keputusan pelatih Timnas Indonesia John Herdman untuk mengandalkan mayoritas pemain domestik pada ajang Piala ASEAN 2026 dinilai memiliki dampak strategis yang signifikan terhadap pembangunan tim nasional dalam jangka panjang.
Melalui keterangan resmi yang dirilis pada Sabtu, PSSI menjelaskan bahwa kebijakan tersebut bukan sekadar pilihan untuk menghadapi turnamen regional, melainkan bagian dari proses pembentukan fondasi Timnas Indonesia yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Menurut federasi, salah satu keuntungan utama dari penggunaan pemain yang berasal dari kompetisi domestik adalah kemudahan bagi tim pelatih dalam membangun identitas permainan yang lebih solid dan konsisten.
Dengan komposisi pemain yang relatif memiliki latar belakang kompetisi serupa, Herdman dinilai lebih leluasa menerapkan pendekatan taktik tanpa harus melakukan banyak penyesuaian terhadap perbedaan karakter permainan yang biasanya muncul dari pemain yang berkarier di berbagai negara.
Selain aspek taktik, strategi tersebut juga dianggap mampu meningkatkan motivasi pemain lokal. Kesempatan tampil di level internasional menjadi ruang penting bagi para pemain yang berkompetisi di dalam negeri untuk menunjukkan kualitas mereka sekaligus bersaing memperebutkan tempat utama di skuad Garuda.
PSSI menilai langkah tersebut dapat menciptakan iklim kompetisi yang lebih sehat karena para pemain domestik melihat adanya jalur yang jelas menuju tim nasional.
Tidak hanya itu, kebijakan Herdman juga disebut sejalan dengan visi pembinaan jangka panjang yang telah dibangun sejak awal masa kepelatihannya bersama Timnas Indonesia.
Fokus terhadap pemain lokal dinilai dapat membantu menciptakan generasi baru yang memiliki pengalaman internasional lebih banyak dan mampu menjadi tulang punggung tim nasional dalam beberapa tahun ke depan.
Menurut PSSI, pendekatan tersebut memungkinkan tim pelatih memaksimalkan waktu dan sumber daya yang tersedia untuk membangun fondasi permainan yang lebih matang. Di sisi lain, para pemain yang tampil di klub-klub Indonesia juga mendapatkan kesempatan berharga untuk mengukur kemampuan mereka di level regional.
Piala ASEAN 2026 sendiri akan menjadi ajang pembuktian bagi strategi yang tengah dibangun Herdman. Timnas Indonesia tergabung di Grup A bersama Kamboja, Singapura, Vietnam, serta pemenang playoff antara Brunei Darussalam dan Timor Leste.
Garuda akan memulai perjalanan mereka dengan menghadapi Kamboja pada 27 Juli di Stadion Pakansari, Bogor. Pertandingan tersebut menjadi laga pembuka Indonesia dalam persaingan fase grup.
Setelah itu, skuad Merah Putih dijadwalkan menjalani laga tandang menghadapi Brunei Darussalam atau Timor Leste pada 31 Juli. Tantangan berikutnya datang saat Indonesia menjamu Vietnam di Stadion Pakansari pada 3 Agustus.
Fase grup kemudian akan ditutup dengan pertandingan tandang melawan Singapura pada 7 Agustus yang diprediksi menjadi salah satu laga penentu peluang Indonesia melangkah ke babak berikutnya.
Sesuai regulasi turnamen, dua tim terbaik dari masing-masing grup berhak melaju ke semifinal. Apabila berhasil lolos, Indonesia telah memilih Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, sebagai kandang untuk pertandingan fase empat besar.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan dan fokus terhadap pengembangan pemain lokal, Timnas Indonesia diharapkan mampu tampil kompetitif sekaligus menjadikan Piala ASEAN 2026 sebagai bagian penting dari proses pembangunan tim nasional untuk masa depan.