By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia

Ekonomi

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia

Nicholas
By
Nicholas
1 month ago
Share
2 Min Read
Di tengah masih maraknya penimbunan dan penyelewengan BBM subsidi, pendiri Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Fadhil Hasan, menegaskan pengawasan distribusi BBM subsidi harus menjadi prioritas utama. (Foto, Antara/Agatha Olivia V)
SHARE

JAKARTA – Terbongkarnya modus “helikopter” dalam penyalahgunaan BBM subsidi di Jepara menjadi alarm keras bahwa jalur distribusi energi bersubsidi masih menyisakan banyak celah yang bisa dimanfaatkan oknum nakal. Temuan sebuah truk yang membawa 16 QR Code dan 18 pasang pelat nomor berbeda memperlihatkan bagaimana mafia BBM masih berupaya mengakali sistem demi meraup keuntungan pribadi.

Kasus tersebut memicu desakan agar pemerintah segera memperketat pengawasan distribusi sekaligus menerapkan pembatasan pembelian BBM subsidi dalam batas wajar. Langkah ini dinilai penting untuk mengunci ruang gerak para spekulan sehingga kuota subsidi benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak.

Di tengah munculnya berbagai modus penyalahgunaan tersebut, Pendiri Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Fadhil Hasan, menegaskan bahwa pengawasan distribusi BBM subsidi harus menjadi prioritas utama.

“Distribusi di lapangan tetap membutuhkan pengawasan ketat agar pasokan tidak terlambat sampai ke masyarakat,” kata Fadhil Hasan di Jakarta, Selasa (19/5/2026)

Menurut Fadhil, persoalan yang sering muncul di lapangan bukan semata-mata karena stok BBM subsidi kurang, melainkan lebih banyak dipengaruhi oleh tata kelola distribusi yang belum optimal.

“Kalau melihat stok dan cadangan yang disiapkan Pertamina, persoalannya kemungkinan lebih berada pada tata kelola distribusi di lapangan. Jadi, faktor terbesar memang ada pada distribusi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa lemahnya pengawasan distribusi dapat memicu antrean panjang, mengganggu distribusi barang, meningkatkan biaya logistik, hingga berdampak pada inflasi daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, Fadhil menilai pengawasan tidak cukup hanya mengandalkan identifikasi konsumen melalui sistem digital. Pemerintah perlu memperkuat verifikasi penerima manfaat serta mengintegrasikan data antara Pertamina, pemerintah daerah, dan kementerian terkait.

“Hal terpenting bukan mengidentifikasi konsumen, tetapi memastikan penerima manfaat subsidi tepat sasaran. Data sosial ekonomi masyarakat perlu disinergikan dengan data Pertamina, pemerintah daerah, dan kementerian terkait agar distribusi BBM subsidi lebih tepat sasaran,” tegasnya.

Baca Juga :

Fakta-fakta Jessica Juliantiano, Pacar Boris Bokir Eks Kakak Ipar Nia Ramadhani
Ini Cara Cek Status Penerima KJP Plus Bagi Siswa di DKI Jakarta

Kasus Jepara semakin memperkuat argumentasi bahwa pengetatan pengawasan dan pembatasan pembelian BBM subsidi dalam batas wajar bukan lagi sekadar opsi, melainkan kebutuhan mendesak. Dengan aturan yang lebih ketat, peluang manipulasi menggunakan banyak QR Code, pelat nomor palsu, maupun tangki modifikasi dapat ditekan secara signifikan.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat
Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman
TAGGED:BBM SubsidiINDEFPertamina
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun
Next Article PSSI Klarifikasi Salah Tulis Nama Pencetak Dua Gol pada Laga Timnas Indonesia U-19 vs Myanmar
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

EkonomiTerkini

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

7 days ago
EkonomiTerkini

Gas CNG Merah Putih Hadir! Hemat 40%, Kompor Lama Tetap Bisa Dipakai

1 week ago
EkonomiTerkini

Bahlil Desak PLN Gerak Cepat Atasi Kegelapan Warga Kalimantan dan Sumatera

1 week ago
EkonomiTerkini

Purbaya Bantah Tuduhan Obligasi Patriot Danantara Jadi Sarana Pencucian Uang

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index