By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus

EkonomiTerkini

Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
1 month ago
Share
4 Min Read
Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata Jawa Barat. Pemerintah akan mempercepat transisi energi melalui pembangunan PLTS berkapasitas 100 gigawatt di Pulau Jawa. (Foto, Dok/Kementerian ESDM)
SHARE

JAKARTA – Pemerintah semakin agresif mempercepat transisi energi nasional melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) di Pulau Jawa. Megaproyek ini diposisikan sebagai langkah strategis untuk memperkuat bauran energi bersih nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit berbasis bahan bakar fosil yang selama ini rentan terhadap gejolak harga energi global.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini tengah merampungkan rancangan Peraturan Presiden guna mempercepat realisasi proyek tersebut. Program ini juga menjadi bagian penting dari agenda transformasi energi nasional yang diarahkan langsung oleh pemerintah dalam beberapa tahun ke depan.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, mengungkapkan bahwa tahap awal pembangunan akan dimulai dengan pengembangan PLTS berkapasitas 17 GW yang didukung fasilitas Battery Energy Storage System (BESS) sebesar 33 GW.

“Pada tahap awal pemerintah memulai pembangunan fasilitas PLTS berkapasitas 17 gigawatt serta fasilitas battery energy storage system berkapasitas 33 gigawatt,” ujar Yuliot, Kamis (22/5/2026) di Kementerian ESDM, Jakarta.

Keberadaan sistem penyimpanan energi skala besar tersebut menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pasokan listrik sehingga proses transisi menuju energi bersih dapat berjalan aman dan andal. Skema ini juga dirancang untuk memastikan pengembangan energi surya tidak menimbulkan risiko gangguan pasokan maupun kelebihan produksi listrik yang dapat membebani sistem ketenagalistrikan nasional.

Untuk mendukung percepatan proyek, Kementerian ESDM bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) telah melakukan identifikasi lahan potensial di Pulau Jawa.

Menurut Yuliot, hasil identifikasi awal menunjukkan tersedia sekitar 24.000 hektare lahan yang berpotensi digunakan untuk mendukung pembangunan PLTS 100 GW. Saat ini proses verifikasi lokasi masih dilakukan bersama antara ATR/BPN, Kementerian ESDM, dan PLN.

“Identifikasi bersama menunjukkan ketersediaan lahan sekitar 24.000 hektare di Pulau Jawa yang saat ini masuk tahap verifikasi,” jelasnya.

Di tengah berbagai perdebatan mengenai tantangan teknis energi terbarukan, pemerintah menegaskan bahwa fokus utama proyek ini adalah membangun fondasi ketahanan energi jangka panjang. PLTS 100 GW dinilai mampu menjadi instrumen penting untuk menekan ketergantungan terhadap pembangkit diesel dan sumber energi fosil yang biaya operasionalnya sangat dipengaruhi fluktuasi harga minyak dunia.

Baca Juga :

MBG Hadir di Papua, Siswa Makin Rajin Sekolah dan Lebih Sehat
Telkom Fasilitasi 2700 Pemudik Tujuan Jawa dan Sumatera

Program ini juga dipandang sebagai upaya strategis menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan listrik seiring pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi.

Yuliot menambahkan bahwa arahan Presiden menargetkan program PLTS dan dedieselisasi dapat direalisasikan dalam kurun waktu tiga tahun.

“Arahan Presiden menetapkan program PLTS dan dedieselisasi ini harus dapat dilaksanakan dalam tiga tahun,” kata Yuliot.

Jika target tersebut tercapai, Indonesia berpotensi memperoleh tambahan kapasitas energi bersih dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Selain memperkuat bauran energi hijau nasional, proyek ini juga diyakini mampu mengurangi risiko lonjakan biaya pembangkitan listrik akibat ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Langkah percepatan PLTS 100 GW ini melengkapi berbagai kebijakan pemerintah yang sebelumnya telah memperkuat pemanfaatan energi terbarukan, termasuk penyederhanaan insentif fiskal untuk bioetanol melalui PMK Nomor 34 Tahun 2026.

Dengan kombinasi energi surya, sistem penyimpanan energi modern, dan penguatan bioenergi domestik, pemerintah berharap Indonesia mampu membangun sistem energi yang lebih bersih, lebih mandiri, dan lebih tahan menghadapi tekanan geopolitik maupun gejolak harga energi global di masa depan.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat
Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
TAGGED:Kementerian ESDMPLTSYuliot Tanjung
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut
Next Article Foto : Persiapan MBG dari pelayanan SPPG (Sumber : https://bgn.go.id/) DPR RI Minta Kepala BGN Buka Akses Kemitraan SPPG bagi Masyarakat
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal

1 day ago
Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

3 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index