INVERSI.ID – Jember Fashion Carnaval (JFC) semakin berpeluang menembus panggung internasional. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas promosi JFC ke berbagai negara melalui kanal resmi Kementerian Pariwisata serta berbagai ajang pameran pariwisata dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan Widiyanti saat menghadiri konferensi pers di Pendapa Wahyawibawagraha, Jember, Minggu. Menurutnya, JFC telah menjadi salah satu ikon event nasional yang layak diperkenalkan kepada wisatawan mancanegara.
“Kami tentu selalu mempromosikannya agenda wisata nasional melalui website Kementerian Pariwisata ke seluruh dunia dan ketika mengikuti pameran expo di negara-negara lain seperti di Berlin, London, negara-negara di Asia, dan Australia,” katanya.
Widiyanti menjelaskan, JFC secara konsisten masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN), bahkan empat kali berhasil menembus jajaran Top 10 KEN. Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa kualitas penyelenggaraan JFC mampu bersaing dengan berbagai festival unggulan di Indonesia.
Menurutnya, prestasi tersebut menjadi alasan kuat bagi pemerintah untuk terus memberikan dukungan agar JFC semakin dikenal di tingkat global.
“Kami harus mendukung kreativitas dari Indonesia yang dibuat oleh anak-anak bangsa yang tentu tidak kalah dengan negara-negara lain di dunia,” tuturnya.
Menteri Pariwisata juga menyoroti pentingnya konektivitas transportasi dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata. Ia menilai Bali masih menjadi pintu masuk utama wisatawan mancanegara ke Indonesia, sehingga keberadaan rute penerbangan Jember-Bali memiliki potensi besar untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang datang menyaksikan JFC secara langsung.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak turut menyatakan dukungannya agar JFC dapat masuk ke dalam kalender wisata dunia. Menurutnya, event tersebut telah menunjukkan kualitas melalui keberagaman peserta dan tingginya antusiasme penonton yang datang dari berbagai daerah, termasuk luar negeri.
“Kalau misalkan ada satu kompetisi even-even di dunia, maka kami akan mendukung JFC untuk naik kelas ke tingkat dunia, namun perlu mendatangkan bintang tamu dari luar negeri dengan kolaborasi banyak pihak, sehingga tidak hanya dipikirkan pihak JFC saja,” katanya.
Emil menilai peningkatan status JFC menjadi event bertaraf internasional membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri pariwisata, sektor swasta, hingga komunitas kreatif agar penyelenggaraannya semakin kompetitif di tingkat global.
Sebelumnya, dukungan serupa juga disampaikan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati. Ia mengusulkan agar Jember Fashion Carnaval masuk dalam kalender wisata internasional sehingga dapat menarik lebih banyak wisatawan asing untuk berkunjung ke Kabupaten Jember.
“Kami mendorong Kementerian Pariwisata dan Kementerian Ekonomi Kreatif memberikan dukungan agar JFC semakin berkembang dan menjadi salah satu agenda yang masuk dalam kalender wisata internasional,” katanya.
Apabila berhasil masuk dalam kalender wisata internasional, JFC diyakini tidak hanya akan memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi wisata kreatif, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi, industri kreatif, serta pariwisata di Kabupaten Jember dan Jawa Timur secara keseluruhan.