JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus mempercepat transformasi bisnis melalui strategi Beyond Mortgage, yang mengubah peran perseroan dari bank spesialis Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi penyedia solusi keuangan yang lebih lengkap. Melalui strategi ini, BTN tidak hanya berfokus pada pembiayaan rumah, tetapi juga membangun ekosistem layanan yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan finansial nasabah sepanjang siklus kehidupannya.
Transformasi tersebut turut ditopang oleh kinerja keuangan yang solid. Sepanjang semester I 2026, BTN membukukan laba bersih sebesar Rp2,4 triliun, tumbuh 40,8 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Di saat yang sama, total aset perseroan meningkat menjadi Rp545,15 triliun, mencerminkan pertumbuhan bisnis yang semakin kuat.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menegaskan bahwa strategi Beyond Mortgage bukan berarti meninggalkan bisnis inti pembiayaan perumahan. Sebaliknya, BTN ingin melengkapi layanan agar nasabah dapat memperoleh berbagai solusi keuangan dalam satu ekosistem, mulai dari membeli rumah, melakukan transaksi harian, hingga mempersiapkan masa pensiun.
Strategi Beyond Mortgage dijalankan melalui sejumlah pengembangan bisnis. Salah satunya adalah memperluas portofolio kredit di luar sektor perumahan. BTN kini meningkatkan pembiayaan pada sektor pendidikan, kesehatan, perdagangan, pemerintahan, UMKM, hingga pembiayaan kendaraan bermotor. Langkah ini membuat sumber pertumbuhan perseroan menjadi lebih beragam.
Di sisi digital, BTN juga memperkuat layanan melalui aplikasi Bale by BTN. Superapps tersebut terus dikembangkan untuk menghadirkan berbagai layanan transaksi, pembayaran, investasi, hingga akses produk pembiayaan secara lebih mudah. Digitalisasi menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman nasabah yang lebih terintegrasi.
Selain itu, BTN memperluas layanan perbankan melalui transaction banking, cash management, payroll, wealth management, serta pembiayaan bagi segmen korporasi dan komersial. Perseroan juga melakukan aksi korporasi dengan mengakuisisi portofolio kredit pensiun guna memperkuat bisnis non-perumahan sekaligus memperluas basis nasabah.
Meski terus melakukan diversifikasi, BTN memastikan sektor perumahan tetap menjadi fondasi utama perusahaan. Perseroan tetap berkomitmen mendukung pembiayaan perumahan nasional, termasuk program rumah subsidi pemerintah, sembari membangun sumber pertumbuhan baru dari berbagai lini bisnis.
Melalui strategi Beyond Mortgage, BTN menargetkan dapat menjadi bank yang hadir dalam setiap fase kehidupan nasabah, tidak hanya saat membeli rumah, tetapi juga saat menabung, bertransaksi, mengembangkan usaha, hingga mempersiapkan masa pensiun. Transformasi ini diharapkan mampu memperkuat daya saing BTN sekaligus menciptakan pertumbuhan yang lebih berkelanjutan di tengah perubahan kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan modern.