INVERSI.ID – Pemerintah Kota Surabaya kembali menggelar ajang Lomba Inovasi Surabaya (Inovboyo) 2025 yang membuka ruang partisipasi publik untuk menghadirkan solusi nyata demi kemajuan kota. Lomba ini akan dimulai pada 17 Juni 2025 dan diorganisir oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Surabaya.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menekankan bahwa inovasi bukan sekadar ide kreatif, melainkan harus berdampak langsung terhadap peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan warga.
“Inovasi harus bisa mempercepat layanan publik, menurunkan angka kemiskinan, hingga menekan angka stunting. Setiap ide harus punya arah yang jelas untuk perubahan,” ujar Eri saat ditemui di Gedung DPRD Surabaya, Selasa (10/6).
Inovasi yang diikutsertakan dalam Inovboyo 2025 diharapkan menjawab tujuh isu prioritas pembangunan Kota Surabaya, yaitu:
- Pengentasan kemiskinan,
- Penurunan angka kematian ibu dan anak,
- Penurunan angka stunting,
- Penciptaan lapangan kerja,
- Pengurangan kesenjangan (gini rasio),
- Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan
- Pertumbuhan ekonomi inklusif.
Eri juga mengajak anak muda Surabaya untuk terlibat aktif karena menurutnya, generasi muda memiliki energi dan kreativitas besar untuk menciptakan perubahan.
“Anak muda adalah penggerak masa depan Surabaya. Mereka harus kita libatkan sejak sekarang,” tegasnya.
Keberhasilan Surabaya meraih peringkat pertama sebagai Kota Terinovatif dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2024 dari Kemendagri disebut Eri sebagai buah dari kolaborasi lintas sektor, termasuk kontribusi warganya.
Tema, Kategori, dan Hadiah Menarik
Tahun ini, Inovboyo mengangkat tema “Inovasi dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Infrastruktur dan Mitigasi Bencana.” Terdapat dua kategori besar yang dilombakan yakni masyarakat umum dan perangkat daerah.
Kategori Masyarakat Umum:
- Inovasi Digital (web, mobile app, big data, IoT, AI, VR/AR),
- Inovasi Agribisnis dan Energi Terbarukan,
- Inovasi Sosial, Budaya, dan Kependudukan,
- Inovboyo Young Heroes (khusus pelajar).
Kategori Perangkat Daerah:
- Inovasi Tata Kelola Pemerintahan (administrasi digital, transparansi),
- Inovasi Pelayanan Publik (aksesibilitas layanan),
- Inovasi Sesuai Tupoksi masing-masing dinas.
Kepala Bappedalitbang Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menambahkan bahwa setiap inovasi harus orisinal, bermanfaat, mudah direplikasi, dan tidak membebani masyarakat.
“Kriteria penilaian kami meliputi orisinalitas, dampak pembangunan, kelayakan teknis, dan potensi pengembangan lebih lanjut,” jelas Irvan.
Proses penjurian akan melibatkan tim independen dari akademisi, BRIDA Provinsi Jawa Timur, dan BSKDN Kemendagri. Sebanyak 24 pemenang akan dipilih dari seluruh kategori, masing-masing kategori melahirkan enam inovator terbaik.
Hadiah yang akan diterima pemenang:
- Uang pembinaan,
- Trofi dari Wali Kota Surabaya,
- Piagam penghargaan resmi,
- Akses ke jaringan pengembangan inovasi,
- Peluang implementasi program oleh Pemkot Surabaya,
- Liputan media dan program mentoring eksklusif.
“Inovboyo bukan hanya sekadar lomba. Ini adalah gerakan bersama menjadikan Surabaya sebagai kota cerdas, inklusif, dan tangguh menghadapi tantangan masa depan,” pungkas Irvan.***