INVERSI.ID – Dunia sepak bola kembali berduka. Penyerang Liverpool dan tim nasional Portugal, Diogo Jota, meninggal dunia dalam kecelakaan mobil tragis di Spanyol pada Kamis, 3 Juli 2025. Pemain berusia 28 tahun itu tewas bersama sang adik, Andre Silva (26), saat melakukan perjalanan di kawasan Palacios de Sanabria, Provinsi Zamora.
Kecelakaan Diogo Jota dan Andre Silva terjadi di ruas jalan A-52 ketika mobil yang mereka tumpangi diduga kehilangan kendali akibat ban belakang bocor. Kendaraan Lamborghini itu keluar jalur dan terbakar setelah terguling. Hingga kini, pihak kepolisian setempat masih menyelidiki penyebab pasti insiden maut tersebut.
Kabar kepergian mendadak Diogo Jota mengejutkan banyak pihak, termasuk keluarga besar Liverpool. Melalui pernyataan resmi, klub asal Merseyside itu menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya salah satu pemain terbaik mereka.
“Liverpool Football Club sangat terpukul dengan meninggalnya Diogo Jota secara tragis. Kami meminta privasi keluarga, teman, rekan satu tim, dan staf untuk dihormati. Klub akan terus memberikan dukungan penuh kepada keluarga mereka,” demikian pernyataan resmi klub.
Karier Gemilang Seorang Diogo Jota
Diogo José Teixeira da Silva, atau yang lebih dikenal dengan nama Diogo Jota, dikenal sebagai sosok penyerang yang tajam dan pekerja keras. Ia memulai karier profesional di klub Pacos de Ferreira pada 2014–2016 dengan mencatat 14 gol dari 41 laga.
Kariernya kemudian menanjak saat direkrut Atletico Madrid pada 2016, meski lebih banyak dipinjamkan ke FC Porto (2016–2017) dan Wolverhampton Wanderers (2017–2018). Bersama Wolves, ia tampil impresif dan akhirnya dipermanenkan pada 2018 dengan nilai transfer 14 juta euro. Dalam 131 penampilan untuk Wolves, Jota mencetak 44 gol dan membantu klub bersaing di Premier League.
Pada 19 September 2020, Liverpool resmi memboyong Jota dengan banderol 41 juta euro. Pemain berpostur 1,78 meter itu langsung menjadi andalan Jurgen Klopp, tampil di berbagai kompetisi dan mencetak 65 gol dalam 182 penampilan. Ia turut membawa Liverpool menjuarai Premier League, Piala FA, dan Piala Liga Inggris, serta tampil di final Liga Champions musim 2021–2022.
Andalan Timnas Portugal dan Sosok Ramah di Luar Lapangan
Di pentas internasional, Jota juga mencatatkan prestasi gemilang bersama timnas Portugal. Ia tampil di semua level kelompok umur sebelum akhirnya menjadi pilar di skuad senior sejak 2019 hingga 2025. Ia berkontribusi dalam keberhasilan Portugal menjuarai UEFA Nations League sebanyak dua kali.
Tak hanya di lapangan, Diogo Jota juga dikenal sebagai figur yang hangat, ramah, dan rendah hati di ruang ganti. Banyak rekan setimnya mengaku kehilangan atas kepergiannya yang begitu cepat dan tragis.
“Dia selalu jadi inspirasi buat kami semua, bukan cuma karena kemampuannya, tapi juga sikapnya yang baik kepada semua orang,” ungkap salah satu staf Liverpool.
Kisah Cinta Sejak Sekolah
Tragedi ini terjadi hanya beberapa hari setelah Jota resmi menikahi kekasih lamanya, Rute Cardoso, di Porto pada 22 Juni lalu. Pasangan ini telah bersama sejak duduk di bangku sekolah menengah dan memutuskan untuk menikah setelah lebih dari 10 tahun menjalin cinta.
Dalam unggahan Instagram, Rute menulis, “Mimpiku menjadi kenyataan,” sambil membagikan potret bahagia di hari pernikahan. Sementara Jota turut membalas, “Aku adalah orang yang beruntung.” Kini, impian mereka harus kandas akibat insiden tragis yang menimpa pasangan muda ini.
Dunia Sepak Bola Berduka
Belum banyak detail resmi yang dirilis terkait hasil investigasi kecelakaan. Namun laporan awal menyebut pengemudi kehilangan kendali karena salah satu ban mobil bocor sebelum akhirnya terbakar. Jenazah Jota dan adiknya langsung dievakuasi ke rumah sakit setempat untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Kepergian Diogo Jota meninggalkan duka mendalam bagi para penggemar sepak bola, khususnya fans Liverpool dan Portugal. Sosoknya yang penuh semangat di lapangan dan rendah hati di luar lapangan membuatnya dicintai banyak orang.
Tragedi ini menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan raya adalah hal yang tak boleh diabaikan siapa pun. Dunia sepak bola kini kehilangan salah satu bintang terbaiknya, dan namanya akan selalu dikenang oleh mereka yang mencintainya.***