By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Ratusan Mahasiswa UNP Kediri Hidupkan Budaya Lewat Festival Kali Brantas 2025
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Ratusan Mahasiswa UNP Kediri Hidupkan Budaya Lewat Festival Kali Brantas 2025

Event

Ratusan Mahasiswa UNP Kediri Hidupkan Budaya Lewat Festival Kali Brantas 2025

Jack
By
Jack
12 months ago
Share
5 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Ratusan mahasiswa Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri, Jawa Timur, turut ambil bagian dalam Festival Kali Brantas 2025, Sabtu (12/7) malam. Acara tahunan ini menghadirkan berbagai atraksi tarian tradisional, drama kolosal, hingga pertunjukan budaya rakyat, sebagai wujud pelestarian sejarah dan budaya daerah yang semakin terlupakan di kalangan generasi muda.

Contents
Ajang Kreativitas Mahasiswa dan Sanggar TariPentas Bubuksah dan Gagangaking: Simbol Macan Putih KediriRatusan Penari, Persiapan Berbulan-BulanSeni Pertunjukan Jadi Kurikulum PGSDPesan untuk Generasi Muda: Jangan Lupakan Budaya

Dengan mengusung tema besar tentang folklor dan identitas lokal, festival ini tak hanya menampilkan pertunjukan seni, tetapi juga membawa pesan penting: mengajak anak muda untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya Kediri dan Indonesia secara lebih mendalam.

“Festival ini kami gelar untuk mengenalkan budaya bangsa, terutama kepada anak muda agar tidak melupakan akar sejarah dan kebudayaannya,” ujar Roni Mahardika, Panitia Festival Kali Brantas 2025.

Ajang Kreativitas Mahasiswa dan Sanggar Tari

Festival yang digelar di halaman kampus UNP Kediri ini merupakan penyelenggaraan keempat sejak pertama kali diinisiasi. Berbeda dari tahun sebelumnya, pada 2025 ini panitia bekerja sama dengan tujuh sanggar tari ternama dari Kabupaten dan Kota Kediri. Kolaborasi ini semakin meriah dengan keterlibatan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) angkatan 2023.

Menurut Roni, setiap tahun festival selalu hadir dengan tema baru yang relevan dengan isu budaya. Tahun ini, berbagai kesenian tradisional dari sejumlah daerah di Indonesia dipilih sebagai materi pertunjukan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa budaya itu hidup di tengah masyarakat. Kolaborasi dengan mahasiswa sekaligus menjadi media pendidikan kreatif bagi mereka,” tambahnya.

Pentas Bubuksah dan Gagangaking: Simbol Macan Putih Kediri

Salah satu puncak acara adalah drama kolosal Bubuksah dan Gagangaking, yang dipentaskan secara megah oleh ratusan penari gabungan mahasiswa dan anggota sanggar. Cerita rakyat ini mengangkat mitologi Macan Putih yang sangat lekat dengan identitas masyarakat Kediri.

Wahyudi, dosen PGSD UNP Kediri yang menjadi kurator pertunjukan, mengatakan cerita ini dipilih setelah melalui riset akademik yang melibatkan literatur dari jurnal nasional dan internasional.

“Cerita Bubuksah dan Gagangaking bukan sekadar mitos. Ini adalah semiotika kebanggaan masyarakat Kediri. Macan Putih tidak hanya jadi simbol, tetapi juga representasi nilai luhur budaya yang selama ini melekat dalam kehidupan masyarakat,” jelas Wahyudi.

Baca Juga :

Persib Kembali Berlatih untuk Hadapi Bali United, Bojan : Semuanya Terlihat Bagus
Apa Itu Smart Card bagi Jemaah Haji, Berikut Fungsinya

Ia berharap festival ini mampu mengingatkan masyarakat Kediri bahwa di balik ikon Macan Putih yang sering terlihat di ruang publik, tersimpan nilai sejarah dan filosofi yang kaya, yang layak terus diwariskan.

Ratusan Penari, Persiapan Berbulan-Bulan

Roni mengungkapkan festival tahun ini melibatkan lebih dari 200 penari, termasuk mahasiswa PGSD yang selama beberapa bulan terakhir telah berlatih disiplin bersama para koreografer sanggar. Proses persiapan, mulai dari penyusunan konsep hingga latihan intensif, sudah dimulai sejak empat bulan lalu.

“Ratusan penari dari sanggar dan mahasiswa PGSD ini membuktikan bahwa kerja keras dan kolaborasi bisa menghasilkan pertunjukan yang berkualitas. Semuanya dikemas dengan sangat baik hingga tampil memukau,” ujarnya.

Acara ini juga mendapat dukungan penuh dari Rektor UNP Kediri. Bahkan, festival ini dijadikan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-1.146 Kota Kediri.

Seni Pertunjukan Jadi Kurikulum PGSD

Wahyudi menambahkan, Festival Kali Brantas 2025 bukan sekadar event kampus, melainkan juga bagian dari pengembangan kurikulum seni pertunjukan di Prodi PGSD UNP Kediri.

“Mahasiswa belajar merancang, menyiapkan, hingga mengeksekusi pertunjukan yang nyata dan bermanfaat bagi masyarakat. Tidak hanya di ruang kelas, tetapi berdampak nyata lewat festival,” paparnya.

Para mahasiswa mendapat pengalaman langsung bagaimana menciptakan karya seni kolaboratif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta sekaligus menghidupkan kembali tradisi lokal yang hampir terlupakan.

Pesan untuk Generasi Muda: Jangan Lupakan Budaya

Festival ini menyampaikan pesan penting bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk tidak melupakan budaya dan sejarah daerah mereka. Di tengah derasnya arus globalisasi, pelestarian budaya lokal menjadi salah satu cara untuk mempertahankan jati diri bangsa.

“Kami ingin generasi muda melihat bahwa budaya itu bukan kuno. Justru dengan cara yang kreatif, budaya bisa relevan dan memberi inspirasi,” kata Roni.

Dengan semangat yang sama, Festival Kali Brantas diharapkan bisa terus hadir setiap tahun, menjadi ruang ekspresi seni, edukasi budaya, sekaligus wadah kolaborasi antara kampus, masyarakat, dan pelaku seni tradisional.

You Might Also Like

Jakarta Fair 2026 Diserbu Pengunjung, Tembus 1,5 Juta Orang dalam Sepekan
Demo di DPR, Monas hingga Kemenkeu, Ribuan Aparat Disiagakan
Garut Jadi Tuan Rumah Festival Layang-Layang Internasional, 13 Negara Siap Ambil Bagian
D’Youth Fest 6.0 Diramaikan Operet Princess Panda yang Angkat Makna Kehidupan
Kemenpar Dukung Jazz Gunung 2026, Perpaduan Musik, Alam, dan Budaya Indonesia
TAGGED:Festival Kali Brantas 2025MahasiswaUNP Kediri
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Tren Kacamata Retro Jadi Gaya Ikonik Generasi Z: Unik, Stylish, dan Fungsional
Next Article FOMO, Flexing, dan Dampak Media Sosial pada Kesehatan Mental Anak Muda
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Event

Kirab Budaya Tresna Pancasila Meriahkan Malioboro, Gaungkan Semangat Kebangsaan di Yogyakarta

2 weeks ago
Pendidikan

UPH Resmi Bergabung dengan Campus League, Dorong Lahirnya Atlet Kampus Berprestasi

2 weeks ago
EventOlahraga

PSSI Klarifikasi Salah Tulis Nama Pencetak Dua Gol pada Laga Timnas Indonesia U-19 vs Myanmar

3 weeks ago
Antusias supporter Indonesia saat melihat laga Timnas Garuda Muda melawan Myanmar di Piala AFF U-19 Boys' Bank Sumut Championship 2026, 1 Juni 2026. (Foto: Dok/TWH)
EventOlahraga

Main di Stadion Utama Sumatera Utara, Harga Tiket Laga Timor Leste Vs Indonesia di Piala AFF U-19 2026 Mulai dari Rp 100 Ribu

3 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index