Ada kabar kurang sedap nih, Brother and Sister, dari dunia olahraga Jatim! Ajang olahraga dua tahunan paling bergengsi, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2025, baru aja selesai.
Dan buat Jember, ada catatan merah yang harus banget jadi evaluasi! Gimana enggak, dalam tiga edisi terakhir Porprov, prestasi Jember terus aja merosot drastis!
Coba kita intip track record-nya:
- Pada Porprov Jatim 2022, saat Jember jadi tuan rumah bareng Lumajang, Bondowoso, dan Situbondo, peringkatnya sempat melejit ke posisi 9. Ini puncaknya, Brother and Sister!
- Tapi, kebahagiaan itu nggak berlangsung lama. Setahun setelahnya, di Porprov 2023, peringkat Jember langsung anjlok ke posisi 15.
- Dan yang terbaru, di Porprov 2025 ini, Jember makin terpuruk di peringkat 20. Duh, nyesek banget, kan?
Kondisi ini jelas nggak boleh dibiarin terus-menerus, kata Kabid Pembinaan dan Prestasi KONI Jember, Soetriono. Menurutnya, merosotnya peringkat di Porprov ini bakal mencoreng wajah Jember, khususnya di bidang olahraga.
Hal tersebut juga bukan cuma soal kalah atau menang, tapi soal gengsi dan citra daerah sendiri!
“Porprov ini gengsi pemerintah daerah di bidang olahraga. Kalau prestasinya jelek, multiplier effect-nya banyak. Salah satunya, Jember akan dianggap tidak memiliki kualitas pembinaan yang baik,” tegasnya.
Pernyataan ini cukup menohok, Brother and Sister, karena memang benar, prestasi olahraga itu bisa jadi cerminan keseriusan pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia.
Selain itu, merosotnya peringkat Jember di Porprov juga bakal berdampak langsung pada mental para atlet. Semangat mereka bisa ikutan down!
Atlet Bukan Cuma Sekadar Tanding: Ada Visi Karir di Balik Prestasi!
Menurut Soetriono, seorang atlet olahraga prestasi itu punya visi dan tujuan yang lebih besar dari sekadar memenangkan perlombaan. Ini adalah insight yang penting banget!
“Melalui olahraga, atlet bisa juga buat menata karirnya sejak dini. Kalau olahraga hanya dijalani tanpa mengejar prestasi, ya akan begitu-begitu saja.”
“Jika seorang atlet tidak memiliki visi, maka motivasi itu tidak akan muncul,” ujarnya. Jadi, olahraga itu bukan cuma hobi atau kegiatan sampingan, tapi bisa jadi jalan hidup dan karir yang serius kalau digarap dengan benar!
Lebih lanjut, menurut pria yang juga merupakan Guru Besar Pertanian Unej itu, ada sejumlah kiat jitu yang bisa dilakukan buat mendongkrak prestasi Jember pada Porprov edisi mendatang. Ini dia resep rahasianya, Brother and Sister!
Resep Jitu KONI Jember: Hidupkan Puslatcab & Ukur VO2max!
Salah satu kunci paling penting yang diusulkan Soetriono adalah menggelar pusat latihan cabor (Puslatcab), persis kayak yang dilakuin pada tahun 2022 lalu. Program Puslatcab ini terbukti efektif saat Jember berhasil naik ke peringkat 9.
- Pemusatan Latihan Intensif: Melalui pemusatan latihan yang didukung dana hibah dari pemerintah kabupaten, cabor bisa menggelar training center (TC) setidaknya empat hingga enam bulan sebelum Porprov.
Dalam jangka waktu yang lumayan panjang itu, para atlet bisa meningkatkan performa mereka secara signifikan dan tetap terpantau perkembangannya. Ini beda banget sama latihan sporadis yang nggak terarah. - Libatkan Universitas & Pelatih Profesional: “Cabor bisa bekerja sama dengan universitas yang membidangi cabor tersebut, kemudian bisa mendatangkan pelatih bersertifikasi,” terang Soetriono.
Nah, ini dia poin penting lainnya! Kualitas pelatih itu krusial. Mendatangkan pelatih bersertifikasi memang butuh budget yang nggak sedikit, makanya di sinilah peran support dana hibah dari pemerintah jadi vital.
“Memang mahal, makanya harus ada dana hibah dari pemerintah. Tanpa ada dukungan dana, banyak cabor yang akan stagnan karena tak memiliki biaya,” jelasnya. Ini adalah investasi jangka panjang yang hasilnya akan sangat worth it! - Sistem Promosi Degradasi yang Transparan: Soetriono juga menekankan bahwa Puslatcab harus menerapkan sistem promosi degradasi yang transparan untuk menyaring atlet terbaik.
Jadi, nggak ada lagi cerita atlet yang masuk tim karena “orang dalam,” tapi murni karena kualitas dan performa terbaik. Ini bakal memicu persaingan sehat di antara para atlet. - Pengukuran Fisik Berbasis Sains: Nggak kalah penting, diperlukan pengukuran kapasitas aerobik dan kebugaran VO2max (sering dibaca V-O two max).
Ini adalah indikator penting untuk mengetahui seberapa efisien tubuh atlet menggunakan oksigen saat berolahraga. Dengan data VO2max yang akurat, program latihan bisa disusun lebih ilmiah dan terukur. Ini menunjukkan bahwa pembinaan prestasi harus didasari data, bukan cuma asumsi. - Kolaborasi Multistakeholder: “Tanggung jawab Puslatcab ada di KONI namun harus bekerja sama dengan universitas dan berbagai pihak,” tutup Soetriono.
Kolaborasi ini kunci sukses, Brother and Sister! KONI sebagai koordinator, universitas sebagai penyedia expert dan fasilitas, serta pihak-pihak lain yang bisa mendukung finansial dan logistik.
Harapan Besar untuk Jember: Jangan Biarkan Terpuruk Lagi!
Dengan desakan dan blueprint yang jelas dari KONI Jember ini, kita semua berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bisa segera merespons dan gercep menghidupkan kembali Puslatcab Atlet. Jangan biarkan potensi atlet-atlet muda Jember jadi sia-sia dan wajah Jember terus terpuruk di kancah olahraga Jatim.
Ini adalah panggilan untuk Pemkab Jember: saatnya tunjukkan komitmen nyata dalam memajukan olahraga, demi kebanggaan daerah, dan demi masa depan atlet-atlet yang berani bermimpi besar! Mari kita bangkitkan kembali semangat olahraga Jember, Brother and Sister!