Halo, Brother and Sister! Ada kabar super keren dan bikin bangga dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel)! Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Tangerang Selatan bareng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel lagi nge-gelar festival pencak silat kece banget, yaitu C-MORE Championship 2025!
Event ini digelar dalam rangka memperebutkan Piala Walikota Tangsel, dan diselenggarakan di Plaza Puspemkot, Tangsel, Ciputat, pada hari Jumat, 18 Juli 2025! Gila, keren banget kan!
Kegiatan festival pencak silat ini punya misi mulia, Brother and Sister: buat melestarikan Kebudayaan dan kearifan lokal Indonesia yang udah turun-temurun!
Dan nggak main-main, event ini diikuti sebanyak 100 peserta dari 15 perguruan silat yang ada di Kota Tangsel. Rame banget kan pesertanya, nunjukin antusiasme yang tinggi!
Dibuka Wakil Walikota: Pencak Silat Auto Jadi Muatan Lokal!
Festival C-MORE ini dibuka langsung sama Wakil Walikota Tangsel, Pilar Saga Ichsan. Beliau nyampein rasa senangnya bisa nyaksiin langsung festival pencak silat C-MORE ini. Vibes positif kerasa banget dari kehadiran beliau!
“Saya senang sekali Pemkot Tangsel pada bisa menyaksikan secara langsung C-MORE festival, pencak silat yang diadakan IPSI Tangsel. Ini ngebuktiin bahwa semangat melestarikan budaya itu kuat di sini,” ungkap Pilar saat membuka acara festival pencak silat.
Beliau juga negesin kalau perkembangan pencak silat itu bagus banget di Tangsel. Apalagi di Dinas Pendidikan, pencak silat udah jadi muatan lokal di sekolah-sekolah. Nah, ini dia nih langkah konkret buat nanamkan cinta budaya sejak dini!
“Kegiatan ini bagus banget sebagai bentuk menjaga nilai budaya di Tangsel. Ini nggak cuma olahraga, ini jati diri kita,” singkatnya. Pesan yang ngena banget dari Wakil Walikota!
Goal Utama: Kembali ke Akar Tradisi!
Ketua IPSI Tangsel, Delima Bungsu, ngejelasin bahwa kegiatan ini merupakan C-MORE yang kedua kalinya digelar oleh IPSI. Tapi yang spesial, ini jadi yang pertama kalinya digelar bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan! Keren kan sinerginya!
“Tujuan utama festival ini adalah melestarikan budaya Indonesia, khususnya pencak silat. Karena saat ini semua perguruan berlomba-lomba untuk berprestasi, maka dengan adanya festival ini kami pengen ngingetin kembali bahwa dasar dari pencapaian prestasi adalah nilai-nilai tradisi dari setiap perguruan,” ujar Delima.
Ini bener-bener filosofi yang dalem banget, Brother and Sister, ngingetin kita kalau skill itu dateng dari akar yang kuat! Festival yang berlangsung di Plaza Puspemkot Tangsel ini nampilin lomba dari tiga kategori usia:
- Usia Dini: Bibit-bibit muda calon pesilat andal.
- Pra Remaja: Calon penerus yang lagi nge-bangun skill dan mental.
- Remaja: Generasi yang udah siap unjuk gigi di level yang lebih tinggi.
Yang menarik, tahun ini peserta didominasi oleh perempuan! Wah, ini dia nih yang bikin bangga! Cewek-cewek Tangsel nggak kalah jago dan berani buat beraksi di arena silat.
“Kita nggak mbatesin jenis kelamin, festival ini terbuka untuk pria dan wanita dari berbagai usia. Tapi memang tahun ini lebih banyak perempuan yang ikut.”
“Mungkin karena terinspirasi juga dari saya,” ujar Delima sambil tersenyum. Nggak salah lagi, Delima Bungsu emang role model yang keren banget buat para pesilat putri!
Penilaian ala Tradisi & Harapan Masa Depan: Dari Lokal ke Nasional!
Sistem penilaian dalam festival ini tetap mengacu pada prinsip utama pencak silat tradisi yang udah diajarin leluhur kita, yaitu:
- Wiraga (gerak): Teknik gerakan yang bener dan powerfull.
- Wirama (irama): Keselarasan gerak dengan ritme atau alunan musik/napas.
- Wirasa (rasa): Penjiwaan dalam setiap gerakan, nunjukin karakter dan makna dari silat itu sendiri.
Penilaian dilakuin oleh dewan juri yang emang punya kompetensi tinggi dalam bidang pencak silat tradisional. Jadi, nggak sembarangan!
Delima negesin bahwa ajang ini bukanlah seleksi atlet buat tingkat provinsi atau nasional, tapi lebih kepada pelestarian seni dan budaya. Meski begitu, banyak dari peserta yang emang udah punya jalur prestasi, kayak dari O2SN tingkat SD dan SMP. Jadi, talenta-talenta ini udah teruji!
“Festival ini adalah kegiatan lokal, jadi nggak langsung ke jenjang nasional. Tapi harapan ke depan, kegiatan pelestarian budaya seperti ini bisa punya jalur jenjang yang lebih tinggi juga, nggak cuma yang sifatnya prestasi semata.”
“Jadi, ada jalur khusus buat seni dan tradisi pencak silat,” tambahnya. Ini visi yang dalem banget, Brother and Sister, ngasih panggung buat pencak silat sebagai seni dan budaya!
Apresiasi & Dukungan Full dari Pemkot Tangsel!
Sebagai bentuk apresiasi, panitia nyediain piala Wali Kota Tangsel untuk tiga kategori juara umum, yaitu untuk usia dini, pra remaja, dan remaja.
Selain itu, juga dikasih medali serta uang pembinaan khusus untuk para juara pertama. Lumayan banget kan buat nambah semangat!
Festival C-MORE Championship 2025 diharapin jadi ajang rutin dan simbol kebangkitan semangat pelestarian budaya silat di Tangerang Selatan.
Ini bukan cuma event sekali jadi, tapi bakal terus ada setiap tahun! Turut hadir juga perwakilan dari PB IPSI yang ngasih dukungan langsung terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Support dari pusat bikin acara ini makin prestisius!
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel, Deden Deni, nekanin bahwa festival ini jadi wadah penting bagi para siswa dan generasi muda buat ngenal dan mencintai budaya asli Indonesia.
“Kegiatan ini selain sebagai ajang silaturahmi antar perguruan silat, juga untuk memfasilitasi atlet-atlet pencak silat agar punya ruang mengekspresikan kemampuan mereka.”
“Bagi kami, ini bagian dari pelestarian budaya yang nggak ternilai. Harapannya, setelah mengenal pencak silat, mereka bisa mencintainya dan punya tanggung jawab besar untuk melestarikannya sebagai jati diri bangsa kita,” ungkap Deden Deni di sela kegiatan. Pesan ini bener-bener ngena di hati, Brother and Sister!
Beliau nambahin, melalui dukungan kegiatan kayak gini, generasi muda nggak cuma dilatih secara fisik dan teknik. Tapi juga ditanamkan nilai-nilai luhur kayak kedisiplinan, rasa hormat, dan cinta tanah air.
Hal ini sejalan dengan misi pendidikan karakter yang terus dikembangin oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel. Jadi, pencak silat ini nggak cuma bikin badan sehat dan skill jago, tapi juga ngebentuk karakter yang mumpuni dan nasionalis! Keren banget kan!