Halo Inversi! Nama Aidil Syawal kini lagi jadi perbincangan di dunia olahraga pelajar. Siswa kelas 11 Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) Sulawesi Tenggara ini sukses bikin bangga daerahnya setelah meraih medali perak di ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Antar Sentra Pembinaan Olahragawan Muda 2025.
Cabang olahraga yang ia geluti pun bukan sembarangan jalan cepat (race walking) jarak 5 kilometer. Buat yang belum familiar, race walking itu salah satu nomor atletik yang kelihatan gampang, tapi sebenarnya butuh teknik, stamina, dan mental baja. Aidil sendiri mengaku sempat kaget bisa tembus ke posisi runner-up.
“Tidak menyangka bisa sampai di posisi ini, apalagi persaingannya cukup ketat. Rasanya semua kerja keras latihan selama ini terbayar,” kata Aidil dengan wajah berbinar setelah lomba.
Perjuangan yang Nggak Instan
Aidil cerita kalau tantangan terberat selama lomba itu adalah jaga fokus dan stamina. Kontingen dari provinsi lain sama-sama tangguh, bikin persaingan makin panas. Tapi Aidil ingat betul pesan pelatihnya: jangan menyerah sampai garis finish.
Dan benar saja, mindset itu jadi kunci. Walaupun lelah, Aidil tetap konsisten hingga akhirnya berhasil mengamankan medali perak. Nggak cuma soal fisik, race walking juga menguji mental bertanding.
Aidil bilang kalau pengalamannya ikut berbagai lomba di tingkat daerah dan nasional sebelumnya sangat membantu. Dari situlah ia belajar cara mengatur strategi dan mengontrol diri di tengah tekanan.
Anak muda berusia 17 tahun ini ternyata punya mimpi yang lebih besar. Ia ingin terus berproses sampai bisa jadi atlet nasional. Impiannya jelas: mewakili Indonesia di level internasional, mulai dari SEA Games hingga Olimpiade.
“Saya berharap bisa membawa nama Indonesia ke kancah dunia. Itu cita-cita terbesar saya,” ucapnya penuh semangat. Ambisi Aidil ini bukan mimpi kosong.
Sang pelatih, Bripda Muhammad Rivaldy, yang mendampingi Aidil sejak awal, membenarkan bahwa muridnya punya komitmen luar biasa.
Komitmen yang Serius
Menurut Rivaldy, Aidil mulai serius menekuni race walking sejak setahun terakhir. Meski baru, progresnya luar biasa. “Dia rutin berlatih hampir setiap hari dengan porsi latihan bertahap, mulai dari teknik dasar, daya tahan, sampai strategi lomba,” jelas Rivaldy.
Nggak cuma itu, Rivaldy juga melihat Aidil sebagai sosok yang disiplin. Latihan keras nggak pernah ia anggap beban, malah jadi tantangan seru untuk ditembus. Karakter inilah yang bikin Aidil beda dari kebanyakan pelajar lain.
Kisah Aidil membuktikan kalau prestasi itu bukan hasil instan, tapi kombinasi kerja keras, mental baja, dan konsistensi. Buat anak muda lain, Aidil bisa jadi role model: di era serba cepat ini, ternyata kesabaran dan proses tetap jadi kunci sukses.
Ajang Kejurnas 2025 ini pun jadi pintu awal kariernya. Medali perak bukan akhir, tapi langkah pertama menuju mimpi besar. Dan kalau Aidil konsisten, bukan mustahil dalam beberapa tahun ke depan kita bakal lihat namanya di podium SEA Games, bahkan Olimpiade.
Aidil Syawal, pelajar Sultra yang dulu “cuma” anak SMA, kini sudah resmi jadi inspirasi generasi muda: bahwa mimpi besar bisa digapai kalau lo berani kerja keras dan nggak gampang nyerah.