JAKARTA, INVERSI – Kontingen Indonesia mencatatkan pencapaian penting pada ajang SEA Games 2025 di Thailand dengan mengamankan 80 medali emas. Raihan tersebut memastikan Indonesia memenuhi target perolehan emas sekaligus menempatkan Merah Putih di posisi runner-up klasemen akhir. Hasil ini menjadi tonggak bersejarah karena terakhir kali Indonesia menempati peringkat kedua SEA Games saat berlaga di luar negeri terjadi pada edisi 1995.
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas perjuangan seluruh atlet yang telah berjuang maksimal demi mengharumkan nama bangsa. Ia menilai capaian ini lahir dari semangat juang tinggi, kerja keras, serta pengorbanan para atlet di berbagai cabang olahraga. “Ini semua berkat perjuangan para atlet yang gigih dan tak kenal menyerah,” ujar Erick dalam keterangannya kepada wartawan di Bangkok, Jumat 19 Desember.
Menurut Erick, keberhasilan mengamankan posisi runner-up di SEA Games 2025 merupakan catatan penting dalam perjalanan olahraga nasional. Selama tiga dekade terakhir, Indonesia kerap kesulitan menembus posisi dua besar ketika tidak berstatus sebagai tuan rumah. Capaian kali ini, lanjutnya, membuktikan bahwa pembinaan atlet nasional mulai menunjukkan hasil yang konsisten di tingkat regional.
“Setelah tahun 1995, saat kita tidak menjadi tuan rumah, pencapaian maksimal Indonesia umumnya berada di peringkat tiga. Kini kita kembali mencatat sejarah baru dan menorehkan catatan positif bagi Indonesia di pentas olahraga Asia Tenggara,” kata Erick. Ia menambahkan bahwa hasil ini sejalan dengan pesan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya membangun karakter bangsa melalui prestasi olahraga.
Erick menilai perolehan 80 medali emas bukan sekadar angka, melainkan simbol kemajuan dan daya saing atlet Indonesia. Ia menekankan bahwa keberhasilan tersebut diraih melalui kerja kolektif antara atlet, pelatih, ofisial, induk organisasi cabang olahraga, serta dukungan pemerintah. Menurutnya, kekompakan dan sinergi menjadi faktor utama yang mengantar Indonesia kembali bersaing di papan atas SEA Games.
Meski demikian, Erick mengingatkan bahwa pencapaian di SEA Games 2025 tidak boleh membuat seluruh elemen olahraga nasional berpuas diri. Ia menegaskan bahwa tantangan yang lebih besar telah menanti Indonesia di level yang lebih tinggi, khususnya pada Asian Games 2026. Ajang tersebut akan menghadirkan persaingan yang jauh lebih ketat dengan kehadiran negara negara kuat di Asia.
“Kita tidak boleh terlena. Setelah SEA Games, kita harus segera merapatkan barisan, fokus, dan memulai pemusatan latihan untuk kembali berjuang di Asian Games 2026,” tegas Erick. Ia menilai evaluasi menyeluruh perlu dilakukan agar prestasi yang telah diraih dapat menjadi pijakan untuk peningkatan performa di masa depan.
Sebagai Ketua Umum PSSI, Erick juga menekankan bahwa semangat juang yang ditunjukkan atlet di SEA Games harus menjadi inspirasi bagi seluruh cabang olahraga, termasuk sepak bola nasional. Ia berharap capaian runner-up SEA Games 2025 dapat memupuk kepercayaan diri atlet Indonesia untuk tampil lebih kompetitif di ajang internasional berikutnya.
Dengan raihan 80 medali emas dan posisi runner-up, Indonesia menutup SEA Games 2025 dengan kepala tegak. Pencapaian ini tidak hanya mengakhiri penantian panjang selama 30 tahun, tetapi juga menjadi sinyal kuat bahwa olahraga Indonesia berada di jalur yang tepat untuk menatap tantangan yang lebih besar di tingkat Asia.
Baca Juga : https://inversi.id/menpora-erick-thohir-optimistis-indonesia-hampir-ciptakan-sejarah-baru-di-sea-games-2025/