Halo Inversi! Pendidikan di Sawahlunto kini memasuki babak baru yang lebih humanis. Pemerintah Kota tidak hanya fokus pada hard infrastructure (bangunan dan fasilitas), tetapi juga soft infrastructure: Kesehatan Mental dan Kesejahteraan Psikologis pelajar.
Wali Kota Riyanda Putra didampingi anggota DPRD Ronny Eka Putra dan Siadi baru saja blusukan ke SMP Negeri 7 dan SMP Negeri 2 Sawahlunto. Kunjungan ini bertujuan meninjau langsung implementasi konsep Sekolah Ramah Anak (SRA) dan berdialog intim dengan para siswa.
HAPPIER STUDENTS, BETTER RESULTS: FOKUS PADA VIBES BATIN
Wali Kota Riyanda Putra memberikan arahan tegas kepada Dinas Pendidikan: Fasilitas sekolah harus dimaksimalkan, tapi suasana batin harus menjadi prioritas utama.
“Sekolah harus menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi anak-anak untuk tumbuh. Bukan hanya fisiknya yang kita perhatikan, tapi juga suasana batinnya. Siswa yang bahagia akan lebih mudah berprestasi,” ujar Wali Kota Riyanda Putra.
Wali Kota juga menyempatkan diri menjadi Konselor Dadakan di dalam kelas, menekankan pentingnya mental healthdan keterbukaan.
“Jika ada persoalan, jangan diam. Bicaralah kepada guru, orang tua, atau teman yang dipercaya. Tidak ada masalah yang tak bisa diselesaikan ketika kita mau terbuka,” pesan Riyanda penuh empati.
Poin Intelektualnya: Kunjungan ini mencerminkan pemahaman modern tentang pendidikan. Kesejahteraan psikologis (mental wellness) adalah prasyarat dasar bagi fungsi kognitif dan akademik yang optimal. Pemerintah kota menyadari bahwa output pendidikan tidak akan maksimal jika siswa merasa tertekan atau terisolasi.
SINERGI INTELIJEN: EKSEKUTIF-LEGISLATIF COMPACT
Dukungan terhadap visi Sekolah Ramah Anak ini tidak hanya datang dari eksekutif. DPRD Sawahlunto juga bersikap all-in. Ronny Eka Putra menegaskan bahwa pembangunan pendidikan harus holistik (mencakup fisik, emosional, dan sosial).
Ia berkomitmen mendorong anggaran pendidikan yang berpihak pada kesejahteraan siswa dan guru. Sementara itu, Siadi menekankan pentingnya sinergi Pemda, sekolah, dan masyarakat untuk menciptakan ruang tumbuh yang menyenangkan.
Intinya: Kunjungan bersama ini adalah bukti sinergi nyata antara Pemko dan DPRD dalam menanggapi kebutuhan Gen Z saat ini. Sekolah Ramah Anak di Sawahlunto adalah komitmen untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas di otak, tetapi juga tangguh secara mental dan emosional, menegaskan Sawahlunto sebagai kota yang peduli pada pendidikan berkualitas dan berkarakter.