Jakarta – Kementerian Pemuda dan Olahraga menegaskan komitmennya untuk mendukung pemulihan masyarakat di wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui penyaluran bantuan alat-alat olahraga. Bantuan tersebut direncanakan diberikan setelah masa tanggap darurat selesai dan proses pemulihan utama mulai berjalan lancar.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyiapkan berbagai bantuan sesuai tugas dan fungsi kementerian dalam mendukung kesehatan fisik dan mental masyarakat setelah bencana. Ia menuturkan bahwa olahraga memiliki peran penting dalam mengembalikan aktivitas sosial serta membantu pemulihan psikologis korban bencana.
“Nanti pascabencana, mungkin beberapa bulan ke depan kami juga mulai kembali membahagiakan para korban bencana, salah satunya dengan mendistribusikan alat-alat olahraga,” ujar Erick kepada media.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Erick dimintai tanggapan mengenai kondisi fasilitas olahraga yang terdampak bencana di tiga provinsi tersebut. Ia menambahkan bahwa pemerintah pusat bersama pemerintah daerah masih menjalankan penanganan tahap awal, sehingga dukungan lanjutan seperti penyediaan fasilitas olahraga baru dapat direalisasikan setelah situasi lebih stabil.
“Kami sedang sisir dana kami buat tahun depan untuk bisa bagikan peralatan olahraga di daerah-daerah terdampak bencana,” ucapnya.
Erick memastikan bahwa seluruh alat olahraga yang nantinya disalurkan merupakan produk buatan Indonesia. Hal ini dilakukan untuk sekaligus mendukung industri olahraga nasional serta memperluas pemanfaatan produk dalam negeri. Ia juga menegaskan bahwa rencana bantuan ini telah dikomunikasikan kepada Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, dan Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, dalam pertemuan terkait penandatanganan MoU pemanfaatan sarana olahraga pusat dan daerah. Bahkan, ia mengajak kedua menteri tersebut untuk turut terlibat dalam penyaluran bantuan nantinya.
Baca Juga : https://inversi.id/indonesia-sports-summit-2025-kemenpora-gaspol-bangun/
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menilai bahwa bantuan fasilitas olahraga memang penting untuk mengembalikan dinamika sosial masyarakat terdampak bencana, tetapi penyalurannya harus melalui tahapan yang sesuai prioritas. Menurut Tito, pemerintah saat ini masih fokus pada evakuasi korban dan penanganan para pengungsi.
“Prioritas penanganan bencana yang dilakukan saat ini adalah mengevakuasi para korban dan membantu korban yang berada di pengungsian,” jelas Tito.
Ia menjelaskan bahwa setelah tahap tanggap darurat selesai, pemerintah akan beralih pada pemulihan infrastruktur dasar. Proses ini meliputi pembangunan kembali jalan yang rusak, jembatan yang putus, serta sarana vital lainnya. Setelah infrastruktur utama mulai pulih, pemerintah akan melanjutkan pada tahap pemulihan hunian masyarakat, termasuk perbaikan rumah dan pembangunan hunian sementara maupun hunian tetap. Dalam tahap berikutnya, barulah fasilitas publik seperti sarana olahraga dapat diperbaiki atau dibangun kembali.
“Pembenahan fasilitas-fasilitas olahraga termasuk prioritas berikutnya. Kami pasti akan lakukan pendataan di tiga provinsi. Semua bupati dan wali kota juga lakukan pendataan mana yang bisa ditangani oleh mereka, mana yang perlu di-backup provinsi dan mana yang perlu di-backup langsung oleh pemerintah pusat,” ujar Tito.
Rencana bantuan dari Kemenpora ini diharapkan dapat berkontribusi dalam memulihkan aktivitas masyarakat, khususnya anak muda yang terdampak bencana. Fasilitas olahraga diharapkan menjadi ruang pemulihan sosial, sarana rekreasi, serta wadah untuk mengembalikan semangat komunitas di daerah yang sebelumnya terisolasi dan kehilangan banyak aset akibat banjir.
Dengan kolaborasi antarkementerian dan dukungan pemerintah daerah, program ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam memulihkan kehidupan masyarakat Sumatera pascabencana. Pemerintah menegaskan bahwa setiap tahapan penanganan akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan hingga seluruh wilayah terdampak dapat kembali pulih dan beraktivitas normal.