JAWA TENGAH, INVERSI – Provinsi Jawa Tengah memproyeksikan akan menerima sekitar 8,57 juta wisatawan selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Puncak kunjungan diperkirakan terjadi pada 25 dan 28 Desember 2025.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, M. Masrofi, menjelaskan periode Nataru tahun ini berlangsung dari 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Ia menyebut lima wilayah yang diprediksi paling ramai dikunjungi, yakni Kabupaten Klaten, Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Magelang, dan Kota Surakarta.
“Jateng memiliki 1.635 destinasi wisata. Rinciannya, 759 wisata alam, 268 wisata budaya budaya, dan 608 wisata buatan. Selain itu, terdapat 896 desa wisata. Ini akan menjadi penyangga utama lonjakan wisata pada periode Nataru,” jelas Masrofi, Senin (15/12/2025).
Secara kumulatif, jumlah wisatawan di Jateng pada Januari-November 2025 telah mencapai 60,9 juta orang.
Daya Tarik Utama dan Destinasi Prioritas
Jawa Tengah disebut memiliki 1.635 destinasi wisata, yang terdiri dari 759 wisata alam, 268 wisata budaya, dan 608 wisata buatan, ditambah 896 desa wisata. Aset-aset ini diharapkan menjadi penyangga utama lonjakan wisata Nataru.
Disporapar menyebut sepuluh destinasi yang diprediksi paling banyak dikunjungi, di antaranya Kota Lama Semarang, Masjid Agung Demak, Makam Sunan Kudus, Makam Sunan Kalijaga, Candi Prambanan, Masjid Raya Syeikh Zayid, Dataran Tinggi Dieng, Candi Borobudur, Pantai Marina, dan Masjid Agung Jawa Tengah.
Selain itu, ada lima destinasi prioritas yang mendapat pemantauan intensif, yaitu Candi Borobudur, Owabong, Baturraden, Pantai Manganti, dan Guci.
Kesiapan Menghadapi Lonjakan dan Mitigasi
Pemprov Jateng telah mengeluarkan Surat Edaran Sekretaris Daerah bernomor 100.3.4.1/2025 kepada seluruh bupati/wali kota dan pengelola wisata. Edaran itu berisi instruksi untuk memberikan pelayanan prima, menyiapkan sarana wisata, mitigasi potensi bencana hidrometeorologi, memastikan harga produk wajar, serta meningkatkan koordinasi penanganan jika terjadi bencana.
“Terkait mitigasi risiko dan kesiapan destinasi, kami sudah merapatkan dengan instansi terkait, mulai dari BPBD, Dishub, Satpol PP, TNI/ Polri. Untuk destinasi seperti naik gunung, arung jeram, wahana ekstrem, kita juga terus memonitoring terkait mitigasi potensi bencana,” pungkas Masrofi.
Pembangunan pariwisata menjadi salah satu fokus pemerintahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Niam, dengan mengembangkan berbagai potensi, termasuk wisata olahraga (sport tourism) dan penguatan gerakan Desa Wisata.
Baca Juga : https://inversi.id/pt-trans-marga-jateng-siap-hadapi-mobilitas-nataru-2025-26-di-tol-semarang-solo/