SAN FRANSISCO – Mimpi Yordania untuk menciptakan kejutan di Piala Dunia 2026 resmi berakhir lebih cepat. Wakil Asia itu dipastikan tersingkir setelah takluk 1-2 dari Aljazair pada laga kedua Grup J, Senin (22/6/2026) di San Fransisco Bay Arena, Amerika Serikat, sekaligus menjadi tim pertama di grup tersebut yang kehilangan peluang lolos ke fase gugur.
Yordania sebenarnya sempat membuat harapan para pendukungnya menyala ketika Nizar Al-Rashdan membawa timnya unggul lebih dulu pada menit ke-36. Namun kebangkitan Aljazair di babak kedua membuat langkah tim debutan Piala Dunia itu terhenti.
Kekalahan ini menjadi yang kedua bagi Yordania setelah sebelumnya tumbang 1-3 dari Austria pada laga pembuka. Dengan nol poin dari dua pertandingan, mereka dipastikan tidak bisa lagi mengejar Argentina maupun pesaing lainnya di Grup J.
Aljazair, yang datang ke laga ini setelah dihajar Argentina 0-3 pada pertandingan pertama, menunjukkan mentalitas berbeda. Pelatih Vladimir Petkovic memasukkan kembali Riyad Mahrez ke dalam susunan pemain utama setelah sebelumnya memulai laga melawan Argentina dari bangku cadangan.
Keputusan tersebut terbukti tepat. Mahrez menjadi motor serangan Aljazair dan beberapa kali mengancam gawang Yazeed Abulaila. Namun pertahanan rapat Yordania membuat Aljazair kesulitan mencetak gol pada babak pertama.
Justru Yordania yang berhasil mencuri keunggulan. Berawal dari kesalahan gelandang Aljazair, Ramiz Zerrouki, bola jatuh ke kaki Musa Al-Taamari. Tembakannya kemudian mengarah kepada Al-Rashdan yang langsung melepaskan sepakan keras ke sudut bawah gawang.
Tertinggal satu gol, Petkovic melakukan perubahan penting saat jeda pertandingan dengan memasukkan Nabil Bentaleb dan Nadhir Benbouali. Pergantian tersebut langsung mengubah ritme permainan Aljazair.
Gol penyeimbang akhirnya hadir pada menit ke-69. Benbouali menyambut sepak pojok Mahrez dengan sundulan terarah yang gagal dihentikan kiper Yordania.
Momentum kemudian sepenuhnya berpihak kepada Aljazair. Delapan menit menjelang waktu normal berakhir, Amine Gouiri menjadi pahlawan setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang hasil sepak pojok Anis Hadj Moussa. Bola sempat membentur Al-Rashdan sebelum disambar Gouiri untuk mengubah skor menjadi 2-1.
Kemenangan ini menjaga peluang Aljazair untuk lolos ke babak berikutnya. Mereka kini mengoleksi tiga poin, sejajar dengan Austria di Grup J.
Hasil tersebut sekaligus memastikan juara bertahan Argentina lolos ke babak 32 besar sebagai pemuncak grup setelah sebelumnya mengalahkan Austria 2-0 lewat dua gol Lionel Messi.
Selanjutnya, Aljazair akan menghadapi Austria di Kansas City dalam laga yang sarat sejarah. Pertemuan itu mengingatkan kembali pada kontroversi “Disgrace of Gijon” di Piala Dunia 1982 yang membuat Aljazair tersingkir. Sementara bagi Yordania, laga terakhir melawan Argentina dan Lionel Messi kini hanya menjadi kesempatan menutup perjalanan mereka dengan kepala tegak sebelum pulang lebih awal dari Piala Dunia 2026.