MEDAN, INVERSI – Jasamarga Nusantara Tollroad Regional Division (JNT) menyiapkan strategi peningkatan pelayanan lalu lintas (lalin) untuk menghadapi peningkatan volume kendaraan selama periode layanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 atau Nataru.
Senior General Manager JNT Tyas Pramoda menjelaskan, perusahaan yang merupakan anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk menjadi penanggung jawab atas Ruas Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa (Belmera) dan Ruas Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT) di Sumatra Utara (Sumut).
Selain itu, JNT juga merupakan koordinator Ruas Tol Balikpapan-Samarinda di Kalimantan Timur, Ruas Tol Manado-Bitung di Sulawesi Utara, Ruas Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa (Bali Mandara) di Bali, dan Ruas Tol Solo-Jogja-NYIA Kulon Progo Segmen Kartasura-Prambanan di Jawa Tengah.
“Untuk memastikan kesiapan seluruh tim operasional di lingkungan Regional Nusantara, JNT menggelar Apel Siaga Nataru 2025/2026 gabungan Ruas Tol Belmera dan Ruas Tol MKTT di Kantor Representative Office 1 Jasamarga Nusantara Tollroad (RO1JNT), Rabu (17/12/2025),” kata Tyas dalam keterangan resmi dikutip Kamis (18/12/2025).
Tyas menerangkan, dalam Apel Siaga, disampaikan arahan manajemen Jasa Marga untuk pelayanan Nataru yaitu harus memprioritaskan keselamatan dan kelancaran lalin, memperkuat sinergi dengan para stakeholder dan mitra strategis, meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan operasional.
“Serta meningkatkan pengelolaan informasi dan pelayanan publik yang proaktif,” ujarnya.
Disampaikan perihal Ruas Belmera dan MKTT dalam menghadapi peningkatan volume lalin selama libur panjang akhir tahun melalui serangkaian strategi layanan mencakup bidang lalu lintas, transaksi, pemeliharaan, informasi, Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) guna memastikan keamanan, kelancaran, dan kenyamanan perjalanan pengguna jalan tol.
“Selama periode pelayanan Nataru 2025/2026 yaitu mulai H-7 hingga H+3 atau mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Aspek layanan transaksi berupa optimalisai gardu tol melalui pengoperasian Oblique Approach Booth (OAB) di Gerbang Tol (GT) Bandar Selamat-Ruas Tol Belmera, penyiagaan mobile reader, dan pemberlakuan diskon tarif tol untuk Ruas Tol Belmera, MKTT dan Manado-Bitung,” ujarnya.
Adapun aspek layanan lalu lintas diwujudkan melalui koordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait serta keberfungsian sistem informasi lalu lintas yaitu Closed Circuit Television (CCTV), aspek layanan preservasi.
“Tercermin dari kondisi perkerasan jalan tol dalam kondisi siaga, pembatasan kegiatan pemeliharaan dan kegiatan konstruksi di lajur sejak H-7 hingga H+3 periode Nataru 2025-2026,” ujarnya.
Tyas melanjutkan, untuk kesiapan pelayanan rest area di antaranya dengan peningkatan fasilitas dan pembukaan tenant-tenant baru di TIP KM 65 A arah Tebing Tinggi dan KM 65 B arah Medan Ruas Tol MKTT.
“Sementara untuk aspek layanan informasi, Jasa Marga telah menyiapkan aplikasi Travoy yang dapat digunakan untuk pengecekan kondisi lalin dan tarif tol,” ujarnya.
Senior Manager RO1JNT Ahmad Fikri menambahkan, Ruas Tol Belmera telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi peningkatan volume lalu lintas, khususnya di GT Amplas.
Kata Fikri, diperkirakan terjadi peningkatan volume lalin pada arus mudik sebesar 7,2% di GT Entrance Amplas dan sebesar 9,37% di Gerbang Tol Exit Amplas (menuju Kota Medan). Mitigasi yang disiapkan antara lain optimalisasi jumlah gardu operasi, penyediaan mobil reader (MR) serta penyiapan personel on call.
“Untuk menghindari antrean di gerbang tol, pengguna jalan diimbau untuk memastikan kecukupan saldo uang elektronik sebelum memasuki jalan tol,” ujar Fikri.
Direktur Utama PT Jasamarga Kualanamu Tol (JKT) Thomas Dwiatmanto mengungkapkan upaya untuk menjaga kenyamanan pengguna jalan tol. Salah satu hal yang ditekankan Thomas yaitu pelayanan TIP Travoy KM 65 A arah Medan dan KM 65 B arah Tebing Tinggi.
“Kami memastikan seluruh fasilitas di kedua TIP berfungsi optimal agar pengguna jalan dapat beristirahat dengan aman dan nyaman sebelum melanjutkan perjalanan,” ungkap Thomas.
Thomas menerangkan, guna memastikan kualitas layanan terbaik, JNT menyiapkan total armada operasional terdiri dari 23 unit mobile customer service (MCS), 24 unit derek, 7 unit rescue, 12 unit ambulans, dan 18 unit Patroli Jalan Raya (PJR), yang tersebar di seluruh ruas tol Regional Nusantara.
“Untuk mendukung kelancaran layanan transaksi, JNT juga mengoptimalkan 215 gardu operasi, termasuk gardu reversible dan gardu tambahan, menyediakan 77 unit mobile reader (MR) untuk percepatan transaksi di gerbang tol, serta menyiapkan 39 personel on call,” ujarnya.
Catat Tanggal dan Cara Manfaatkan Diskon Tarif Tol 20 Persen
Ia menyinggung pemberian stimulus bagi masyarakat, serta mendukung kelancaran mobilisasi, direalisasikan dengan implementasi diskon tarif tol sebesar 20% bagi pengguna Jalan Tol Belmera dan Jalan Tol MKTT.
“Diskon tarif tersebut berlaku untuk perjalanan menerus dengan kecukupan saldo uang elektronik yang berlaku pada 22 Desember 2025 pukul 00.00 WIB hingga 23 Desember 2025 pukul 24.00 WIB, serta 31 Desember 2025 pukul 00.00 WIB hingga 24.00 WIB,” ujarnya.
Diskon tarif diberikan bagi pengguna jalan tol yang masuk melalui GT Kisaran Ruas Tol Indrapura-Kisaran serta GT Sinaksak atau GT Simpang Panei Ruas Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat dan keluar di GT Pangkalan Brandan Ruas Tol Binjai-Langsa, begitu pula untuk arah sebaliknya,” ucapnya menambahkan.
“Kami berharap, pemberlakuan diskon tarif tol sebesar 20% ini dapat membantu pengguna jalan untuk melakukan perjalanan akhir tahun dengan lebih aman, nyaman, serta menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih tenang dan menyenangkan,” ujarnya.