JAKARTA, INVERSI – Cabang olahraga para atletik Indonesia mencatatkan prestasi luar biasa pada ajang ASEAN Para Games 2025 yang digelar di Thailand. Hanya dalam empat hari sejak pertandingan dimulai, para atletik Indonesia berhasil melampaui target dengan mengoleksi 38 medali emas, jauh melebihi sasaran awal sebanyak 25 emas.
Capaian ini menjadi salah satu pencapaian paling menonjol kontingen Indonesia dalam gelaran ASEAN Para Games ke-13 tersebut.
Keberhasilan tersebut diraih melalui konsistensi performa para atlet disabilitas Indonesia yang tampil di berbagai nomor unggulan. Hingga Sabtu malam 24 Januari 2026, perolehan medali emas cabang para atletik masih berpotensi bertambah, mengingat sejumlah nomor pertandingan masih berlangsung hingga hari terakhir perlombaan.
Pelatih kepala para atletik Indonesia Slamet Widodo menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan masyarakat Indonesia yang terus mengiringi perjuangan para atlet. Ia menilai doa dan dukungan publik menjadi energi tambahan bagi para atlet untuk tampil maksimal di ajang internasional.
“Terima kasih berkat doa dari masyarakat Indonesia, alhamdulillah para atletik bisa melampaui target. Target awal 25, sampai malam ini sudah 38 medali emas dan ini masih bisa bertambah karena masih ada yang tanding malam ini dan besok,” ujar Slamet di 80th Birthday Anniversary Stadium, Sabtu malam.
Slamet mengaku bangga terhadap mental bertanding para atlet asuhannya. Menurutnya, para atlet mampu menjaga emosi, fokus, serta konsentrasi di tengah tekanan kompetisi, sehingga dapat menampilkan performa terbaik demi mengharumkan nama Merah Putih di panggung internasional. Ia menilai kedewasaan mental menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan para atletik Indonesia.
“Semangat anak-anak di sini luar biasa. Ada yang awalnya ditargetkan meraih medali perak, justru bisa meraih medali emas. Yang ditargetkan emas juga tercapai, sehingga hasilnya melebihi target yang sudah ditetapkan,” kata Slamet dengan penuh kebanggaan.
Dalam penjelasannya, Slamet menyebut sejumlah nomor menjadi lumbung emas bagi Indonesia. Nomor lari jarak pendek dan menengah, lompat tinggi, lompat jauh, lempar lembing, serta tolak peluru menjadi penyumbang utama medali emas. Dominasi Indonesia di berbagai nomor tersebut mencerminkan hasil pembinaan jangka panjang yang berjalan konsisten.
Slamet berharap capaian di ASEAN Para Games ini dapat menjadi pijakan untuk level kompetisi yang lebih tinggi. Menurutnya, prestasi para atletik Indonesia tidak berhenti di tingkat Asia Tenggara, melainkan harus terus ditingkatkan menuju Asian Para Games hingga Paralimpiade.
“Anak-anak yang limitnya bagus akan kita promosikan ke Asian Para Games di Jepang. Untuk yang belum, tetap kita dorong dan beri semangat supaya sepulang dari pemusatan latihan nasional mereka terus berlatih. Banyak di antara mereka yang masih muda, bahkan debutan, dan sangat berpotensi berkembang ke level lebih tinggi,” jelasnya.
Ia juga menyoroti munculnya atlet-atlet baru yang menunjukkan performa menjanjikan. Beberapa di antaranya bahkan dinilai memiliki peluang untuk diproyeksikan ke Paralimpiade. Menurut Slamet, regenerasi atlet berjalan positif dan menjadi modal penting bagi keberlanjutan prestasi para atletik Indonesia.
“Kemudian ada beberapa yang menjadi catatan bisa masuk ke Paralimpiade. Ada atlet baru yang juga bagus. Intinya masih banyak yang muda-muda dan bisa kita proyeksikan ke Paralimpiade. Mohon doanya,” pungkas Slamet.
Capaian 38 medali emas ini tidak hanya menegaskan dominasi Indonesia di cabang para atletik, tetapi juga memperlihatkan kemajuan signifikan olahraga disabilitas nasional. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan yang terarah, dukungan berkelanjutan, serta semangat juang atlet mampu membawa Indonesia bersaing dan unggul di level internasional.