By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Dorong PLTS untuk Pulau Terpencil, Menteri ESDM Percepat Pemerataan Akses Listrik Nasional
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Dorong PLTS untuk Pulau Terpencil, Menteri ESDM Percepat Pemerataan Akses Listrik Nasional

Ekonomi

Dorong PLTS untuk Pulau Terpencil, Menteri ESDM Percepat Pemerataan Akses Listrik Nasional

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
6 months ago
Share
4 Min Read
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (22/1/2026). (Foto : Dok. Kementerian ESDM)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (22/1/2026). (Foto : Dok. Kementerian ESDM)
SHARE

JAKARTA, INVERSI – Pemerintah terus mengintensifkan upaya pemerataan akses listrik hingga ke wilayah terpencil melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa PLTS menjadi solusi strategis untuk mempercepat elektrifikasi di pulau-pulau kecil dan daerah yang sulit dijangkau, sekaligus mendukung transisi energi nasional menuju sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Menurut Bahlil, keterbatasan infrastruktur, pasokan bahan bakar, dan tantangan logistik selama ini menjadi hambatan utama penyediaan listrik di wilayah kepulauan. Oleh karena itu, pemanfaatan energi surya dinilai paling relevan karena tidak bergantung pada distribusi bahan bakar dan dapat dioperasikan secara mandiri di lokasi terpencil.

Kebijakan ini merupakan bagian dari program strategis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk memastikan pelayanan energi yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat.

Bahlil mengungkapkan bahwa dorongan penggunaan PLTS juga dilandasi pengalaman pribadinya. Ia mengaku memahami langsung kesulitan hidup di wilayah kepulauan yang minim akses energi.

“Saya kebetulan lahir di Pulau Banda, Maluku. Delapan puluh persen wilayahnya laut, minyak tanah sudah tidak ada dan kapal pun sulit. Saya tahu betul penderitaan itu. Karena itu kami akan mendorong program PLTS agar kampung-kampung dan pulau-pulau yang sulit dijangkau tetap bisa menikmati listrik,” ujar Bahlil di Jakarta, Kamis 22 Januari 2026.

Pemerintah menargetkan hingga 2029 seluruh desa dan dusun di Indonesia telah berlistrik. Untuk mencapai target tersebut, PLTS diproyeksikan menjadi tulang punggung elektrifikasi di daerah 3T, yakni tertinggal, terdepan, dan terluar. Selain memperluas akses listrik, kebijakan ini juga sejalan dengan agenda peningkatan bauran Energi Baru dan Terbarukan dalam sistem ketenagalistrikan nasional.

Pada tahun anggaran 2026, Kementerian ESDM menargetkan kontribusi EBT berada pada kisaran 17 hingga 21 persen. Angka ini meningkat dibandingkan capaian tahun 2025 yang masih berada di level 15,75 persen. Percepatan pembangunan PLTS di wilayah terpencil diharapkan mampu menjadi pendorong utama untuk mengejar target tersebut sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Program PLTS ini melengkapi Program Listrik Desa yang pada 2026 menargetkan penambahan 22.179 pelanggan di 372 lokasi di seluruh Indonesia. Sebagai perbandingan, pada 2025 program tersebut telah melistriki 77.616 rumah tangga di 1.516 lokasi. Selain itu, pemerintah juga menjalankan Program Bantuan Pasang Baru Listrik yang secara khusus menyasar rumah tangga kurang mampu.

Untuk tahun 2026, target BPBL mengalami peningkatan signifikan. Awalnya direncanakan menjangkau 250 ribu rumah tangga, target tersebut dinaikkan menjadi 500 ribu pelanggan. Kebijakan ini merupakan hasil aspirasi anggota Komisi XII DPR RI yang mendorong perluasan penerima manfaat program kelistrikan.

Baca Juga :

3 Fitur AI di Google yang Bantu Pekerjaan Guru, Bikin Ngajar Makin Mudah
Jadwal Tayang, Sinopsis dan Daftar Pemeran Film Dune: Part Two

“Target 2026 kita naikkan menjadi 500 ribu. Ini atas permintaan teman-teman Komisi XII, dan kami juga berharap dukungan agar program ini tepat sasaran,” kata Bahlil.

Pada 2025, realisasi program BPBL tercatat mencapai 205.968 rumah tangga. Dengan peningkatan target pada 2026, pemerintah berharap dampak pemerataan listrik dapat dirasakan lebih luas, terutama oleh masyarakat di wilayah yang selama ini belum terjangkau jaringan listrik konvensional.

Kebijakan ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta agar pemerintah memperluas sebaran penerima program kelistrikan nasional. Menindaklanjuti arahan tersebut, Bahlil menyatakan akan merevisi alokasi anggaran kegiatan 2026 agar lebih fokus pada pemerataan akses listrik di daerah terpencil dan kepulauan.

Dengan kombinasi pengembangan PLTS, Program Listrik Desa, dan BPBL, pemerintah optimistis pemerataan akses listrik dapat dipercepat secara signifikan. Langkah ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, meningkatkan kualitas hidup, serta memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan sumber energi bersih dan berkelanjutan.

Baca Juga : https://inversi.id/pascagangguan-pipa-gas-kementerian-esdm-kawal-ketat-pemulihan-operasi-blok-rokan/

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat
Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih
TAGGED:Bahlil LahadaliaEnergiESDMKementerian ESDM
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Para Atletik Indonesia Panen 38 Medali Emas ASEAN Para Games 2025 Thailand. (Foto : NPC Indonesia) Prestasi Gemilang Para Atletik Indonesia, Raih 38 Medali Emas di ASEAN Para Games 2025 Thailand
Next Article Wamenekraf Irene Umar: Industri Gim Bisa Dorong Ekonomi Indonesia
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

InternasionalTerkini

Bahlil Pasang Rem! Ekspor Listrik ke Singapura Belum Deal, RI Tak Mau Jual Murah

6 days ago
EkonomiTerkini

Gas CNG Merah Putih Hadir! Hemat 40%, Kompor Lama Tetap Bisa Dipakai

7 days ago
EkonomiTerkini

Bahlil Desak PLN Gerak Cepat Atasi Kegelapan Warga Kalimantan dan Sumatera

7 days ago
PolitikTerkini

Moncer di Ruang Digital! Riset SSI Sebut Bahlil Jadi Penopang Terkuat Citra Positif Prabowo

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index