INVERSI.ID – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memberikan apresiasi terhadap langkah Institut Seni Indonesia Bali dalam memperkuat daya tarik pariwisata berbasis budaya melalui ajang “Kalangan Widya Mahardika V”.
Menurut Widiyanti, sektor seni, desain, dan budaya memiliki peran yang sangat erat dalam mendukung ekosistem pariwisata, khususnya di Bali yang dikenal sebagai destinasi unggulan dunia.
“Acara Kalangan Widya Mahardika V dan Pameran Tunggal Profesor Wayan Kun Adnyana merupakan kegiatan yang berkontribusi dalam memperkuat daya tarik pariwisata Bali sebagai destinasi berbasis budaya berkelas dunia. Ini merupakan inisiatif yang patut diapresiasi,” kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis (26/3).
Ia menambahkan, dalam laporan Indonesia Tourism Outlook 2025–2026 yang disusun bersama Bank Indonesia dan Kementerian PPN/Bappenas, terdapat enam tren utama pariwisata. Salah satu yang paling menonjol adalah tren cultural immersion.
Tren ini menunjukkan bahwa wisatawan, terutama dari mancanegara, kini semakin tertarik pada pengalaman yang melibatkan interaksi sosial serta pemahaman lintas budaya selama perjalanan mereka. Oleh karena itu, kehadiran ruang kreatif yang mampu menghadirkan pengalaman budaya secara nyata menjadi semakin penting dalam memperkuat daya tarik destinasi wisata.
“Kalangan Widya Mahardika V” sendiri merupakan edisi kelima dari rangkaian kegiatan seni yang diselenggarakan oleh ISI Bali. Ajang ini mempertemukan mahasiswa, dosen, hingga praktisi seni dalam satu ruang kolaboratif selama sepekan, sekaligus menjadi bagian dari program Sadhamasa Widya Mahardika atau Bulan Pendidikan.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah pertunjukan kolosal intermedium bertema “Kirtya–Jnana–Kawya”. Karya tersebut merupakan hasil kolaborasi mahasiswa dan dosen yang menggabungkan berbagai elemen seni, mulai dari tari, tata cahaya, unsur elektrik, animasi, hingga iringan gamelan dan musik orkestra.
Tak hanya itu, acara ini juga menghadirkan pameran Pharama Paraga, yaitu pameran tunggal retrospektif karya Prof. Dr. Wayan Kun Adnyana. Pameran ini menampilkan 88 karya seni lukis kontemporer yang merekam perjalanan kreatif selama dua dekade, mulai dari figur metaforis hingga eksplorasi bentuk abstrak.
Karya-karya tersebut dikurasi oleh Jeon Dongsu, Warih Wisatsana, dan Alaida Niwaya, serta dijadwalkan berlangsung sejak 25 Maret hingga Mei 2026.
Dalam kesempatan yang sama, Menpar Widiyanti turut menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara Politeknik Pariwisata Bali dan ISI Bali sebagai bagian dari penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Ia berharap sinergi tersebut dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata Indonesia.
“Pariwisata sangat erat hubungannya dengan kebudayaan. Karena itu, kolaborasi seperti ini menjadi sangat penting untuk memperkuat kualitas SDM pariwisata nasional,” katanya.
Sementara itu, Rektor ISI Bali, I Wayan Adnyana menjelaskan bahwa “Kalangan” dimaknai sebagai ruang untuk aktualisasi, sedangkan “Mahardika” mencerminkan kemerdekaan yang diraih melalui proses perjuangan yang sungguh-sungguh.
Dengan filosofi tersebut, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pencapaian individu, tetapi juga diarahkan pada kontribusi yang lebih luas bagi institusi, bangsa, dan kemanusiaan.
“Terima kasih kepada semua pihak yang hadir. Dengan niat tulus, kami persembahkan kesungguhan ISI Bali untuk Indonesia,” ucap I Wayan Adnyana.