INVERSI.ID – Atlet panjat tebing Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, menjadikan keberhasilannya meraih medali emas di ajang Asian Beach Games Sanya 2026 sebagai tambahan motivasi untuk memburu prestasi lebih besar pada kompetisi internasional berikutnya.
Atlet asal Bali tersebut sukses mempersembahkan medali emas pertama bagi Indonesia bersama rekannya, Kadek Adi Asih, pada nomor speed relay putri yang berlangsung di Tianya Haijiao Venue Cluster, China, Rabu malam WIB.
“Ini Asian Beach Games pertama saya dan langsung merebut emas,” kata Desak seusai perlombaan.
Desak mengaku pencapaian tersebut menjadi dorongan besar untuk tampil lebih maksimal pada berbagai turnamen internasional mendatang. Ia kini fokus mempersiapkan diri menghadapi sejumlah agenda besar, termasuk Asian Games 2026 dan persiapan menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
“Semoga menjadi awal yang baik untuk target berikutnya,” ujar perempuan lajang itu.
Perjalanan pasangan Desak Made Rita dan Kadek Adi Asih menuju podium tertinggi tidak berjalan mudah. Pada babak kualifikasi, keduanya hanya mampu menempati posisi keempat dengan catatan waktu 14,27 detik.
Namun performa mereka meningkat tajam saat memasuki semifinal. Pasangan Indonesia itu berhasil menyingkirkan wakil tuan rumah China, Yafei Zhou Yafei/Lijuan Deng, dengan torehan waktu 13,174 detik.
Catatan tersebut sekaligus memecahkan rekor dunia nomor speed women’s relay dan menjadi momentum penting menuju partai final.
Pada laga penentuan, Desak dan Kadek kembali tampil impresif dengan mengalahkan pasangan Korea Selatan, Jimin Jeong/Hanaerum Sung, lewat waktu 13,76 detik untuk memastikan medali emas bagi Indonesia.
Dalam ajang Asian Beach Games Sanya 2026, Federasi Panjat Tebing Indonesia mengirimkan delapan atlet disiplin speed yang terdiri dari empat atlet putra dan empat atlet putri.
Tim putra diperkuat oleh Raharjati Nursamsa, Antasyafi Robby Al Hilmi, Aditya Tri Syahria, dan Ramaski Aswin Kristanto.
Sementara sektor putri diperkuat oleh Desak Made Rita Kusuma Dewi, Kadek Adi Asih, Puja Lestari, serta Amanda Narda Mutia.
Para atlet Indonesia bersaing dalam dua kategori lomba, yakni speed individu dan speed relay, menghadapi lawan-lawan kuat dari China, Korea Selatan, Jepang, hingga Thailand.
Dalam nomor speed relay, penentuan pemenang dilakukan berdasarkan total waktu kumulatif tim sejak pemanjat pertama memulai hingga atlet terakhir menyelesaikan lintasan. Tim dengan catatan waktu tercepat akan keluar sebagai juara.