By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: UNESCO Resmi Masukkan Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassari ke Agenda Dunia
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » UNESCO Resmi Masukkan Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassari ke Agenda Dunia

Terkini

UNESCO Resmi Masukkan Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassari ke Agenda Dunia

Jack
By
Jack
2 months ago
Share
3 Min Read
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, saat diwawancarai di tenfah-tengah peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassari di Kawasan Banten Lama, Kota Serang, Banten, Selasa (28/4/2026) malam. (Foto, Antara/Desi Purnama Sari)
SHARE

INVERSI.ID – Pemerintah Indonesia terus mendorong pengakuan dunia terhadap warisan sejarah dan budaya nasional. Salah satu langkah terbaru datang dari pengakuan UNESCO terhadap peringatan 400 tahun pahlawan nasional Syekh Yusuf Al-Makassari yang kini resmi masuk dalam agenda organisasi internasional tersebut.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menyebut pengakuan itu menjadi bukti bahwa sosok Syekh Yusuf memiliki pengaruh besar dalam perjalanan sejarah dunia, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di berbagai negara yang pernah menjadi bagian dari perjuangannya.

“Pengakuan ini menjadi bukti signifikansi sejarah sang ulama pejuang di kancah peradaban dunia,” kata Fadli Zon saat Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassari di Kawasan Banten Lama, Selasa malam.

Menurut Fadli, pengajuan agenda tersebut sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun lalu hingga akhirnya diterima sebagai bagian dari agenda global UNESCO. Ia menjelaskan bahwa perjalanan hidup Syekh Yusuf melintasi banyak wilayah penting, mulai dari Banten, Batavia, Sri Lanka, hingga akhirnya tiba di Cape Town, Afrika Selatan.

Di Afrika Selatan, nama Syekh Yusuf dikenal luas sebagai simbol perjuangan melawan diskriminasi rasial pada era Apartheid. Sosoknya bahkan disebut memberikan inspirasi bagi perjuangan tokoh dunia seperti Nelson Mandela dalam melawan sistem penindasan rasial yang berlangsung selama puluhan tahun.

“Di Afrika Selatan, Syekh Yusuf bukan sekadar tokoh agama, melainkan simbol perlawanan terhadap politik Apartheid yang rasis,” ujarnya.

Sebagai bentuk penguatan diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional, Kementerian Kebudayaan saat ini tengah menyiapkan pembangunan Museum Syekh Yusuf di Cape Town. Fasilitas tersebut nantinya juga akan difungsikan sebagai Rumah Budaya Indonesia di Afrika Selatan.

Rencana pembangunan itu disebut telah mendapatkan persetujuan langsung dari Prabowo Subianto. Pemerintah berharap keberadaan museum tersebut dapat menjadi pusat pengenalan sejarah perjuangan tokoh Nusantara di mata dunia.

Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, pemerintah juga ingin menghidupkan kembali literasi mengenai pemikiran dan ajaran Syekh Yusuf. Fadli mendorong penerbitan ulang karya-karya sang ulama serta mendukung ide produksi film layar lebar agar kisah perjuangannya lebih dekat dengan generasi muda.

Baca Juga :

Delapan Jurusan Prioritas Beasiswa LPDP Sesuaikan Agenda Pembangunan Nasional
Kata Bijak Anak Muda: Bukan Sekadar Quotes, Tapi Bahan Bakar Semangat Hidup!

Selain itu, pemerintah turut menyoroti keberadaan komunitas keturunan Indonesia di Afrika Selatan yang dikenal dengan sebutan Cape Malay. Fadli menyebut jumlah mereka diperkirakan mencapai 2,7 juta orang, jauh lebih besar dibandingkan data administratif sebelumnya.

Keberadaan komunitas tersebut menjadi bukti kuat jejak sejarah masyarakat Nusantara yang dahulu dibuang ke Afrika Selatan sebagai tahanan politik maupun budak pada masa kolonialisme.

Sementara di dalam negeri, Kementerian Kebudayaan juga mempercepat upaya pelestarian kawasan bersejarah di Banten. Sejumlah situs penting seperti Keraton Surosowan, Keraton Kaibon, dan Benteng Speelwijk akan dikaji untuk dipugar sesuai nilai historisnya agar dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai warisan budaya nasional.

“Langkah pelestarian ini, merupakan amanah konstitusi Pasal 32 Ayat 1 UUD 1945 untuk memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia,” paparnya.

Pemerintah pun berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi menjaga serta mengembangkan kekayaan budaya Indonesia sebagai identitas bangsa di mata dunia.

You Might Also Like

Kekacauan di Tim Senegal! Bonus Belum Cair, Kontrak Pelatih Bermasalah & Terancam Tersingkir
Gol Telat Tangiskan Kongo! Kolombia Melaju ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Swasembada Pangan Tercapai, Prabowo Sebut Produksi Beras dan Jagung Pecahkan Rekor
Haru Modric di Laga ke-200 Saat Kroasia Beri Kemenangan Spesial
Royalti Jumbo dari Timah, Bangka Belitung Kebagian Rp 425 Miliar Atas Kontribusi Untuk Negara
TAGGED:Fadli ZonSyekh Yusuf Al-MakassariUnesco
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Press Conference Film Dokumenter Timnas Garuda “The Longest Wait”. (Foto: Dok. NOC Indonesia) Menanti 9 Dekade: Kisah Balik Layar Perjuangan Timnas Garuda Diangkat ke Film Dokumenter “The Longest Wait”
Next Article Desak Made Rita Persembahkan Emas Perdana Indonesia di Asian Beach Games 2026
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Hadapi Ancaman El Nino, Pemerintah Klaim Cadangan Beras Indonesia Aman Hingga Tahun Depan

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Terkini

Mati Lampu Terulang Lagi? Bahlil Semprot PLN: Penyakit Lama Sejak 2019 Belum Sembuh

1 hour ago
Pildun 2026Terkini

Inggris Mandek! Tembok Ghana Bongkar PR Besar Three Lions di Piala Dunia 2026

4 hours ago
Pildun 2026Terkini

Ronaldo Bangkit! Portugal Dapat Sinyal Kuat Menuju Gelar Dunia

4 hours ago
Pildun 2026Terkini

Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026

22 hours ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index