INVERSI.ID – Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa keberangkatan tim Garuda Baru ke ajang Street Child World Cup di Meksiko menjadi bukti nyata bahwa anak-anak dari kelompok rentan memiliki peluang besar untuk berkembang jika mendapatkan pendampingan yang tepat.
“Garuda Baru sudah membuktikan bahwa ketika mereka dijemput, didampingi, dibina, dan diberikan kesempatan, mereka mampu menunjukkan potensi dan meraih prestasi,” kata Agus dalam keterangan saat melepas kontingen di Jakarta, Senin.
Tim Garuda Baru terdiri dari anak-anak binaan yang berasal dari latar belakang beragam, termasuk anak jalanan, pekerja anak, serta anak dari keluarga prasejahtera yang masuk kategori Desil 1-2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.
Para peserta dibekali pelatihan intensif untuk membangun kedisiplinan, meningkatkan rasa percaya diri, serta memperkuat karakter. Proses pembinaan dilakukan melalui olahraga sepak bola jalanan atau street soccer di kawasan PPOP Ragunan, Jakarta Selatan.
Menurut Agus, kehadiran pemerintah dalam momen pelepasan ini menjadi bentuk nyata dukungan terhadap pemberdayaan anak-anak rentan agar tidak lagi dipandang sebelah mata oleh masyarakat.
Ia berharap partisipasi Garuda Baru di ajang internasional tersebut mampu menjadi inspirasi bagi jutaan anak Indonesia untuk terus berkembang dan tidak menyerah pada kondisi keterbatasan.
Sementara itu, penyanyi sekaligus Ketua Pembina Trans Energy Muda Yuni Shara turut memberikan motivasi kepada para pemain. Ia menilai kesempatan tampil di panggung dunia merupakan langkah awal yang penting untuk mengubah masa depan.
“Ini adalah langkah awal yang diimpikan banyak anak-anak di Indonesia. Tidak semua mendapat kesempatan seperti ini, jadi manfaatkan sebaik-baiknya dan lakukan yang terbaik,” kata dia.
Ajang Street Child World Cup di Meksiko bukan hanya sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi wadah bagi anak-anak dari berbagai negara untuk menyuarakan hak-hak mereka serta menjalin persahabatan lintas budaya.
Selain bertanding, tim Garuda Baru juga membawa misi memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia melalui berbagai kegiatan pertukaran budaya selama turnamen berlangsung.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam acara pelepasan tersebut, di antaranya Deputi Kementerian PPPA Rr. Endah Sri Rejeki, Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Pemprov DKI Jakarta Zuhut Panagraha, serta Direktur Utama SMESCO Indonesia Doddy Matondang.
Langkah ini diharapkan menjadi awal dari lebih banyak peluang bagi anak-anak rentan untuk menunjukkan potensi terbaik mereka di tingkat nasional maupun internasional.