By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Gaya Sultan, Mental Subsidi? Netizen Semprot Pengeluh Pertamax
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Gaya Sultan, Mental Subsidi? Netizen Semprot Pengeluh Pertamax

EkonomiTerkini

Gaya Sultan, Mental Subsidi? Netizen Semprot Pengeluh Pertamax

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
6 days ago
Share
4 Min Read
(Ilustrasi) Polah selebritas Indonesia menunjukkan bentuk kontradiksi sosial. Di satu sisi, mereka mampu mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk menonton konser, berlibur ke luar negeri, membeli barang-barang bermerek, hingga mengoleksi kendaraan mewah. Namun di sisi lain, mereka menunjukkan keberatan ketika harus membayar lebih mahal untuk bahan bakar kendaraan pribadinya. (Foto, generateAI/Dede)
SHARE

JAKARTA — Polemik penyesuaian harga Pertamax kembali memantik perdebatan di media sosial. Namun kali ini, sorotan publik tidak hanya tertuju pada kenaikan harga bahan bakar nonsubsidi tersebut, melainkan juga pada reaksi sebagian kalangan mampu yang dinilai berlebihan dalam menyikapinya.

Di tengah kondisi ekonomi yang menuntut efisiensi anggaran negara, banyak warganet mempertanyakan mengapa kelompok yang selama ini identik dengan gaya hidup mewah justru menjadi pihak yang paling vokal memprotes kenaikan harga BBM nonsubsidi yang memang mengikuti mekanisme pasar.

Sejumlah komentar di media sosial bahkan menyebut fenomena ini sebagai bentuk kontradiksi sosial. Di satu sisi, sebagian orang mampu mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk menonton konser, berlibur ke luar negeri, membeli barang-barang bermerek, hingga mengoleksi kendaraan mewah. Namun di sisi lain, mereka menunjukkan keberatan ketika harus membayar lebih mahal untuk bahan bakar kendaraan pribadinya.

Figur publik Ummi Quary termasuk yang ramai diperbincangkan. Gaya hidupnya disindir karena dinilai tidak sejalan dengan keluhan soal harga Pertamax. “Jalan-jalan ke Singapura-Malaysia bisa, main ke Disneyland gas, pakai tas branded LV puluhan juta juga mampu. Tapi giliran beli bensin Pertamax naik dikit aja protesnya paling kencang,” kritik netizen kepada dirinya.

Sindiran serupa juga muncul dari percakapan warganet yang kemudian dibagikan oleh musisi Baskara Putra atau Hindia. Tangkapan layar komentar yang beredar luas di media sosial itu memunculkan satu kalimat yang menjadi perbincangan,”Kalau mampu gak bakal ngeluh!”

Kalimat tersebut kemudian memicu perdebatan. Sebagian setuju bahwa kelompok berpenghasilan tinggi seharusnya tidak menjadikan BBM nonsubsidi sebagai isu utama. Namun sebagian lainnya berpendapat bahwa setiap warga negara tetap berhak menyampaikan kritik terhadap kebijakan harga, terlepas dari kondisi ekonominya.

Sementara itu, aktris Zaskia Adya Mecca juga menjadi salah satu figur yang kena sorot. Dirinya dianggap anomal karena dinilai rela mengeluarkan biaya besar untuk kebutuhan hiburan dan gaya hidup, tetapi menunjukkan reaksi keras terhadap kenaikan harga bensin untuk kendaraan pribadi.

“Nonton konser musisi legendaris hujan-hujan gas pol taruhannya uang jutaan rupiah. Giliran isi bensin mobil pribadi pakai Pertamax naik enggak sampai Rp4 ribu aja ngeluh,” demikian narasi yang ramai dibahas di media sosial.

Perdebatan mengenai Pertamax sejatinya menyentuh isu yang lebih luas mengenai keadilan sosial. Sebagai BBM nonsubsidi, harga Pertamax memang dirancang mengikuti dinamika harga energi global dan mekanisme bisnis. Berbeda dengan BBM bersubsidi yang menggunakan anggaran negara dan ditujukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga :

Pranomo Beri Tiket Nonton Formula E 3.400 Siswa Berprestasi Jakarta Secara Gratis!
Melihat Kembali Aturan soal Usulan Kabinet Prabowo yang Diisi 40 Menteri

Karena itu, banyak pihak menilai bahwa fokus utama perlindungan negara seharusnya tetap diarahkan kepada kelompok masyarakat rentan, pekerja kecil, nelayan, petani, pengemudi angkutan umum, dan pelaku usaha mikro yang paling terdampak oleh gejolak ekonomi.

Di tengah derasnya kritik terhadap harga Pertamax, muncul pula suara-suara yang mengingatkan pentingnya empati sosial. Bagi mereka, keluhan dari kalangan berada akan lebih mudah diterima publik apabila disampaikan secara proporsional dan tidak mengabaikan kenyataan bahwa masih banyak masyarakat yang berjuang memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

Polemik ini pada akhirnya bukan hanya soal harga bensin. Ia menjadi cermin tentang bagaimana masyarakat memandang keadilan, privilese, dan tanggung jawab sosial di tengah kesenjangan ekonomi yang masih nyata terjadi di Indonesia.

You Might Also Like

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok
Senjata Rahasia Jerman Meledak! Undav Antar Der Panzer Lolos Grup
Bahlil Bongkar Faktanya! 87% Batu Bara PLN Sudah Aman, Tak Perlu Panik
PLN Ambil Tanggung Jawab Pemadaman di Pulau Jawa! Gangguan Listrik Karena Masalah Internal
Cunha Selamatkan Ancelotti! Brasil Mengamuk 3-0
TAGGED:BBM Non SubsidiPertamaxUmmi QuaryZaskia Mecca
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Putra Timur Dijegal? Bahlil Pertanyakan Keadilan di Kampus UI
Next Article Diallo Jadi Pahlawan Menit 90! Pantai Gading Bungkam Ekuador
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Inflasi Stabil, Ekonomi Indonesia Tumbuh Solid dan Tahan Guncangan Global

Kabar Gembira 1 Juli! B50 Lolos Uji Alat Berat, Impor Solar C48 Siap Diakhiri

PLN Masih Cari 20 Juta Ton Batu Bara, Bahlil Jamin Indonesia Tak Akan Mati Lampu

Piala Dunia 2026 Diserbu Judol, Polisi Putar Otak Kejar Bandar

Perang Reda, BBM Tetap Aman! Jurus Bahlil Ini Tuai Pujian

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Pochettino Sulap Timnas AS Jadi Monster Piala Dunia!

17 hours ago
Pildun 2026Terkini

Harapan Palsu Skotlandia, Kutukan Lama Muncul Lagi

18 hours ago
Pildun 2026Terkini

Kejutan Paraguay Sungkurkan Arda Guler, Semifinalis Piala Dunia 2002 Terancam Pulang

21 hours ago
Pildun 2026Terkini

Gol Menit Akhir Selamatkan Afsel Pulang Lebih Awal

2 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index