SEATTLE — Timnas Amerika Serikat mulai menjelma menjadi salah satu kekuatan paling berbahaya di Piala Dunia 2026. Di bawah sentuhan pelatih Mauricio Pochettino, tuan rumah berhasil mengamankan tiket ke babak gugur setelah mengalahkan Australia 2-0 pada laga Grup D di Lumen Field Stadion, Seattle, Kamis (19/6/2026).
Kemenangan tersebut membuat AS mengoleksi enam poin dari dua pertandingan dan memastikan langkah ke fase knockout. Lebih dari sekadar hasil, pencapaian ini menunjukkan perubahan besar dalam permainan tim berjuluk USMNT tersebut.
Pochettino dinilai sukses membangun tim yang lebih matang, disiplin, dan percaya diri. Mantan pelatih Tottenham Hotspur, Paris Saint-Germain, dan Chelsea itu memadukan talenta muda Amerika dengan pengalaman pemain yang berkarier di kompetisi elite dunia.
Dari 26 pemain yang dibawa ke Piala Dunia 2026, sebanyak 18 pemain atau sekitar 69 persen bermain di klub luar negeri, terutama di Eropa. Hanya delapan pemain yang berasal dari Major League Soccer (MLS). Komposisi tersebut membuat skuad Amerika memiliki pengalaman internasional yang lebih kuat dibanding generasi sebelumnya.
Nama-nama seperti Christian Pulisic, Weston McKennie, Yunus Musah, Tim Weah, Antonee Robinson, dan Folarin Balogun, serta Alex Freeman, menjadi tulang punggung tim yang terbiasa menghadapi tekanan di level tertinggi sepak bola dunia.
Pochettino meminta anak asuhnya tidak cepat puas meski telah lolos ke babak gugur. “Kami harus terus percaya. Kami harus percaya bahwa kami bisa bersaing dan melangkah lebih jauh,” kata Pochettino seusai pertandingan.
Pelatih asal Argentina itu juga menilai mentalitas tim menjadi salah satu kunci keberhasilan Amerika Serikat sejauh ini.
“Ketika Anda bermain di Piala Dunia, Anda harus memiliki keyakinan. Para pemain menunjukkan karakter yang luar biasa,” ujarnya.
Transformasi yang dilakukan Pochettino terlihat jelas di lapangan. Jika sebelumnya Amerika Serikat lebih dikenal mengandalkan fisik dan semangat juang, kini mereka tampil lebih tenang dalam menguasai bola, lebih rapi saat membangun serangan, dan lebih solid dalam bertahan.
Keberhasilan lolos lebih awal membuat optimisme publik tuan rumah semakin tinggi. Banyak pengamat mulai menempatkan Amerika Serikat sebagai salah satu kuda hitam yang berpotensi memberi kejutan pada fase gugur.
Dengan kombinasi pemain berpengalaman dari liga-liga top Eropa, dukungan penuh publik sendiri, serta kepemimpinan Mauricio Pochettino, Amerika Serikat kini bukan lagi sekadar peserta Piala Dunia. Mereka mulai menunjukkan diri sebagai tim yang layak diperhitungkan dalam perebutan gelar di rumah sendiri.