By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Inflasi Stabil, Ekonomi Indonesia Tumbuh Solid dan Tahan Guncangan Global
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Inflasi Stabil, Ekonomi Indonesia Tumbuh Solid dan Tahan Guncangan Global

EkonomiHukum

Inflasi Stabil, Ekonomi Indonesia Tumbuh Solid dan Tahan Guncangan Global

Jack
By
Jack
3 weeks ago
Share
4 Min Read
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Antara)
SHARE

INVERSI.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa perekonomian Indonesia pada kuartal I 2026 mencatat kinerja yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara-negara G20 dan ASEAN. Pertumbuhan ekonomi nasional pada periode tersebut mencapai 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), menunjukkan momentum ekspansi yang cukup kuat.

Capaian tersebut tidak lepas dari kondisi inflasi yang tetap terjaga stabil. Hingga Mei 2026, tingkat inflasi Indonesia tercatat berada di level 3,08 persen, yang dinilai masih dalam rentang terkendali dan mendukung daya beli masyarakat.

“Indonesia terus tampil menonjol dengan pertumbuhan PDB kuartal I 2026 sebesar 5,61 persen yoy, mengungguli banyak negara G20 dan ASEAN. Di saat yang sama, kami mempertahankan stabilitas harga dengan inflasi Mei 2026 sebesar 3,08 persen,” ujar Purbaya saat menyampaikan kuliah umum di Nankai University, Tianjin, China, sebagaimana dikutip di Jakarta, Sabtu.

Menurut Purbaya, kombinasi antara pertumbuhan ekonomi yang solid dan inflasi yang stabil menunjukkan bahwa Indonesia memasuki awal 2026 dengan fondasi ekonomi yang kuat, kebijakan yang kredibel, serta ketahanan yang semakin teruji dalam menghadapi dinamika global.

Ia juga menyoroti kemampuan Indonesia dalam menjaga ketahanan terhadap risiko gangguan energi dunia. Dalam pemaparannya, Indonesia masuk dalam kelompok negara dengan tingkat eksposur rendah serta memiliki bantalan ekonomi yang cukup kuat. Skor ketahanan energi Indonesia bahkan mencapai 77 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan China yang berada di angka 76 persen.

Ketahanan tersebut, lanjutnya, ditopang oleh kebijakan fiskal yang hati-hati, dengan defisit anggaran yang tetap dijaga di bawah batas 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Kondisi ini memberikan ruang bagi APBN untuk meredam tekanan eksternal yang berpotensi memengaruhi ekonomi nasional.

Dari sisi aktivitas ekonomi, sejumlah indikator juga menunjukkan tren positif. Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur berada di level ekspansif 50,0, sementara likuiditas perekonomian (M0) tumbuh 14,8 persen yoy. Di sisi lain, penyaluran kredit perbankan juga meningkat sebesar 11,5 persen yoy, mencerminkan aktivitas usaha yang tetap bergerak dinamis.

Pada sektor eksternal, Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan selama 72 bulan berturut-turut. Cadangan devisa juga berada pada posisi solid sebesar 144,9 miliar dolar AS, atau setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor serta kemampuan untuk memenuhi kewajiban pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Menkeu turut menjelaskan bahwa penguatan ekonomi juga tercermin dari perbaikan kondisi ketenagakerjaan. Sebanyak 1,9 juta lapangan kerja baru berhasil tercipta, sehingga tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun menjadi 4,68 persen pada 2026.

Baca Juga :

Tekan Harga Plastik Domestik, Menteri Bahlil Jalankan Mandat Presiden Cari Pasokan Nafta
Usai Operasi, Kondisi Wajah Sarwendah Masih Bengkak

Di sisi sosial, tingkat kemiskinan juga menunjukkan penurunan, dari 8,57 persen pada September 2024 menjadi 8,25 persen pada September 2025. Perbaikan ini didorong oleh efektivitas berbagai program perlindungan sosial pemerintah yang semakin tepat sasaran.

Untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan, pemerintah menjalankan delapan klaster program prioritas nasional yang diarahkan untuk menerjemahkan strategi pembangunan ke dalam hasil konkret di lapangan.

“Prioritas tersebut mencakup fondasi ketahanan nasional: kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur, perumahan, dan ketangguhan bencana,” jelas Menkeu.

Selain itu, pemerintah juga mempercepat agenda transformasi struktural melalui hilirisasi dan industrialisasi, penguatan ekonomi kerakyatan, pembangunan desa, serta perluasan program pengentasan kemiskinan yang terintegrasi dengan penciptaan lapangan kerja.

Upaya tersebut turut diperkuat oleh sektor pertahanan dan keamanan, penegakan hukum, tata kelola pemerintahan, digitalisasi, serta diplomasi ekonomi. Seluruh elemen ini diarahkan agar pembangunan nasional tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan.

“Ini membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya tangguh di tingkat makro, melainkan juga secara nyata bertransformasi menjadi ketersediaan lapangan kerja, penurunan angka kemiskinan, serta kesejahteraan masyarakat yang lebih luas dan merata,” ujar Purbaya.

You Might Also Like

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih
Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”
Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional
Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia
TAGGED:Ekonomi BangsaMenteri keuanganPurbaya Yudhi Sadewa
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Ronaldinho Dikabarkan Gabung Ravenna FC, Siap Kembali ke Dunia Sepak Bola di Usia 46 Tahun
Next Article Cetak Brace Perdana di Piala Dunia, Cunha Bawa Brasil Makin Percaya Diri
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

Gas CNG Merah Putih Hadir! Hemat 40%, Kompor Lama Tetap Bisa Dipakai

Bahlil Desak PLN Gerak Cepat Atasi Kegelapan Warga Kalimantan dan Sumatera

Moncer di Ruang Digital! Riset SSI Sebut Bahlil Jadi Penopang Terkuat Citra Positif Prabowo

Purbaya Bantah Tuduhan Obligasi Patriot Danantara Jadi Sarana Pencucian Uang

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

EkonomiTerkini

Gas Murah, PHK Mereda! Jurus Bahlil Selamatkan Industri, Buruh Bernapas Lega

1 week ago
EkonomiTerkini

Mengapa Saat Tarif Listrik Ditahan dan BBM Nonsubsidi Turun, Apresiasi Justru Sepi?

1 week ago
EkonomiInternasional

Malaysia Terancam Krisis BBM, ASN Resmi WFH Mulai Agustus!

2 weeks ago
EkonomiTerkini

Alasan Menteri Bahlil Beri Kehormatan Penuh kepada Presiden Resmikan Era B50

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index