INVERSI.ID – Dunia sepak bola Indonesia akan kedatangan kompetisi baru pada musim mendatang. I.League tengah mempersiapkan League Cup atau Piala Liga sebagai turnamen pendamping kompetisi utama yang akan mempertemukan klub-klub dari Super League dan Championship.
Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, mengungkapkan bahwa turnamen tersebut memiliki konsep berbeda dibandingkan Piala Indonesia yang selama ini berada di bawah naungan PSSI.
“(League Cup) Berbeda dengan Piala Indonesia karena di bawah PSSI. Sebuah turnamen baru yang kita siapkan, formatnya yang jelas memang hanya melibatkan klub di Super League dan Championship,” kata Asep dalam League Talk yang di Kantor I.League, Jakarta, Jumat.
Meski demikian, Asep belum bersedia membeberkan secara rinci format pertandingan yang akan digunakan pada edisi perdana League Cup. Ia hanya memastikan bahwa kompetisi tersebut akan berlangsung dalam rentang enam hingga tujuh pekan hingga partai final digelar.
Menurutnya, berbagai aspek teknis masih terus dimatangkan agar turnamen baru ini dapat berjalan optimal dan memberikan nilai kompetitif bagi seluruh peserta.
Selain format pertandingan, I.League juga tengah menyiapkan penyesuaian jadwal untuk sejumlah klub yang memiliki agenda padat di level domestik maupun internasional.
Persib Bandung dan Borneo FC menjadi dua klub yang mendapat perhatian khusus karena keduanya akan tampil di kompetisi Asia musim depan. Dengan demikian, kedua tim berpotensi menjalani empat ajang berbeda dalam satu musim.
Untuk mengantisipasi benturan jadwal, I.League akan menyusun kalender kompetisi yang lebih fleksibel sehingga tidak mengganggu performa klub yang berlaga di berbagai turnamen.
Tak hanya soal jadwal, regulasi pemain asing juga menjadi salah satu poin yang sedang dibahas. Asep mengisyaratkan bahwa aturan penggunaan pemain asing di League Cup akan berbeda dengan Super League.
Saat ini, klub Super League diperbolehkan memainkan hingga 11 pemain asing. Namun, aturan tersebut dinilai kurang ideal jika diterapkan di Piala Liga karena klub Championship hanya memiliki kuota pemain asing yang jauh lebih sedikit.
Karena itu, I.League berupaya menghadirkan regulasi yang lebih seimbang demi menjaga asas keadilan dalam pertandingan.
Langkah tersebut dianggap penting, terutama jika dalam fase tertentu klub Super League harus berhadapan dengan tim Championship yang memiliki sumber daya berbeda.
Kehadiran League Cup juga menandai kembalinya kompetisi model piala yang melibatkan lebih dari satu kasta liga setelah vakum cukup lama.
Terakhir kali Indonesia memiliki turnamen serupa adalah Piala Indonesia musim 2018/2019. Saat itu, kompetisi diikuti 128 klub dari berbagai level liga sepak bola nasional.
Pada edisi tersebut, PSM Makassar berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Persija Jakarta dengan agregat 2-1 dalam partai final yang berlangsung dalam format dua leg.
Dengan hadirnya League Cup, pecinta sepak bola Indonesia berpotensi menikmati lebih banyak pertandingan kompetitif sekaligus menyaksikan duel menarik antara klub-klub dari kasta berbeda dalam satu turnamen.