By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Harga Minyak Turun, Pertamax Belum? Ekonom Bongkar Alasannya!
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Harga Minyak Turun, Pertamax Belum? Ekonom Bongkar Alasannya!

EkonomiTerkini

Harga Minyak Turun, Pertamax Belum? Ekonom Bongkar Alasannya!

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
8 minutes ago
Share
3 Min Read
(Ilustrasi) Kendaraan yang akan mengisi BBM di SPBU Pertamina. Ada beberapa komponen yang harusdikalkulasi sehingga meski harga minyak mentah dunia menurun, tidak serta merta langsung menurunkan harga Pertamax yang baru naik. (Foto. Dok/Pertamina Patra Niaga)
SHARE

JAKARTA — Turunnya harga minyak dunia setelah meredanya konflik Iran dan Amerika Serikat (AS) memunculkan harapan agar harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax segera ikut turun. Namun, para ekonom menegaskan bahwa penyesuaian harga BBM tidak bisa dilakukan secara instan.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede menjelaskan harga BBM di SPBU tidak hanya ditentukan oleh harga minyak mentah dunia. Menurutnya, harga yang dibayar konsumen merupakan gabungan dari harga produk BBM di pasar kawasan, nilai tukar rupiah, biaya pengadaan, penyimpanan, distribusi, margin badan usaha, hingga pajak.

“Harga BBM di Indonesia tidak selalu mengikuti harga minyak dunia secara langsung, karena harga yang dibayar masyarakat di SPBU bukan hanya ditentukan oleh harga minyak mentah semata, melainkan merupakan hasil gabungan dari harga produk BBM jadi di pasar kawasan, nilai tukar rupiah, biaya pengadaan, penyimpanan, distribusi, margin badan usaha, serta pajak,” kata Josua, Rabu (17/6/2026).

Ia menambahkan, seluruh komponen tersebut dihitung berdasarkan rata-rata harga dalam periode tertentu, bukan mengikuti pergerakan harian. Selain itu, badan usaha masih harus memperhitungkan stok BBM yang dibeli saat harga minyak berada di level tinggi. Faktor inilah yang menciptakan jeda waktu (delay system) sebelum harga di SPBU dapat disesuaikan.

Menurut Josua, publik perlu memahami bahwa mekanisme harga BBM nonsubsidi mengikuti formula resmi dan pengawasan pemerintah, sehingga tidak dapat berubah setiap hari.

“Sementara untuk BBM nonsubsidi, penyesuaian lebih mengikuti mekanisme pasar, tetapi tetap tidak bergerak harian karena memakai formula resmi dan pengawasan pemerintah,” ujarnya.

Berdasarkan perhitungannya, harga keekonomian Pertamax saat ini masih berada di kisaran Rp16.500 per liter, atau sekitar Rp250 lebih tinggi dibanding harga jual saat ini yang sebesar Rp16.250 per liter.

“Dengan harga jual baru Rp16.250, Pertamax masih dijual di bawah harga keekonomian sekitar Rp250 per liter,” kata Josua.

Senada, pakar ekonomi energi Universitas Padjadjaran, Yayan Satyaki, menilai perdamaian Iran dan AS memang berpotensi menekan harga minyak dunia dan membuka peluang penurunan harga Pertamax. Namun prosesnya tidak akan berlangsung cepat.

Baca Juga :

Impor Besar-besaran Pikap Berpotensi Picu PHK di Sektor Otomotif
El Rumi dan Syifa Hadju Resmi Menikah, Akad Nikah Kental Nuansa Adat Jawa

“Pasti terjadi penurunan harga, dan bisa berdampak ke Pertamax, tetapi untuk mencapai harga Pertamax sampai Rp12.300 lagi tidak akan secepat itu,” kata Yayan.

Ia memperkirakan harga minyak dunia masih bergerak di kisaran US$80–US$90 per barel hingga akhir tahun. Karena itu, peluang penurunan harga Pertamax tetap ada, tetapi harus melalui proses penyesuaian bertahap agar rantai pasok dan bisnis energi nasional tetap berjalan stabil.

You Might Also Like

SpaceX Melantai di Bursa, Harta Elon Musk Tembus Rp23.120 Triliun
Level Dewa! Hanya Segelintir Pencetak Hattrick di Piala Dunia
Pertalite Terancam Diserbu Orang Kaya? Ekonom Minta Keran Subsidi Diperketat!
Arnautovic Jadi Pembeda, Austria Selamat dari Kejutan Yordania!
Demo di DPR, Monas hingga Kemenkeu, Ribuan Aparat Disiagakan
TAGGED:BBM SubsidiBrentMintak MentahPertamax
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Tinggalkan DPMM FC, Ramadhan Sananta Resmi Berseragam Persebaya Surabaya
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Mitos Boros Tumbang! Kompor Listrik Ternyata Lebih Hemat 75%

Heboh Harga Pertamax, Padahal dari Awal Tak Pernah Disubsidi

Isyana Bagoes Oka Sebut Kunjungan Jokowi ke Daerah, Tak Terkait Safari Politik

Arus Modal Asing Bisa Kembali Masuk, Asal Dua Indikator Ini Terus Membaik

Rupiah dan IHSG Sempat Terpuruk, Langkah BI dan Pemerintah Mulai Berbuah Hasil

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Terkini

Jakarta Peringkat Kedua Kota dengan Udara Paling Kotor di Dunia, Ini Langkah Pemprov DKI

22 hours ago
Pildun 2026Terkini

Hattrick Messi Membuat Aljazair Tak Berdaya

22 hours ago
Pildun 2026Terkini

Haaland Tak Gugup, Irak Dibuat Tak Berkutik!

23 hours ago
Pildun 2026Terkini

Mbappé Menggila, Senegal Jadi Korban!

23 hours ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index