PHILADELPHIA – Timnas Prancis menunjukkan bahwa kekuatan mereka di Piala Dunia 2026 tidak hanya bertumpu pada Kylian Mbappe. Di tengah pertandingan yang sempat tertunda lebih dari dua jam akibat badai petir, Les Bleus tetap tampil solid dan mengalahkan Irak 3-0 di laga kedua Grup I di Philadelphia Stadium, Philadelphia, Amerika Serikat, Senin (22/6/2026).
Kemenangan tersebut memastikan pasukan Didier Deschamps lolos ke babak 32 besar dengan koleksi enam poin dari dua pertandingan. Lebih dari itu, laga ini memperlihatkan betapa kolektifnya permainan Prancis saat ini.
Mbappe memang kembali menjadi sorotan dengan dua gol yang dicetaknya. Gol pertama lahir pada menit ke-38 lewat tembakan keras kaki kiri dari luar kotak penalti setelah menerima umpan Michael Olise. Gol kedua tercipta setelah kesalahan fatal lini belakang Irak yang dimanfaatkan Ousmane Dembele sebelum memberi assist kepada sang kapten.
Namun kemenangan Prancis tidak hanya bercerita tentang Mbappe. Dembele turut menyumbang satu gol, yang menjadi gol pertamanya di putaran final Piala Dunia. Sementara Olise kembali memperlihatkan kreativitasnya dengan berperan besar dalam proses serangan Prancis.
Statistik pertandingan menunjukkan trio Mbappe, Dembele, dan Olise menghasilkan sembilan dari total 15 gol Prancis sepanjang Piala Dunia 2026. Ketiganya juga menciptakan 15 dari 19 tembakan Prancis saat menghadapi Irak.
Meski pertandingan sempat dihentikan selama 131 menit akibat ancaman petir dan cuaca buruk, Prancis tetap mampu menjaga fokus dan ritme permainan.
“Ini pertama kalinya terjadi kepada saya dan para pemain,” kata pelatih Didier Deschamps.
“Itu jeda yang sangat panjang, memang benar. Tapi yang paling penting adalah kami punya enam poin dan sudah lolos ke babak 32 besar.”
Irak sebenarnya sempat memberikan perlawanan. Bahkan setelah jeda cuaca panjang, suporter Irak masih memenuhi stadion dengan nyanyian dukungan. Namun kesalahan individu kembali menjadi masalah bagi tim asuhan Graham Arnold.
“Jeda dua jam membuat pertandingan jauh lebih sulit bagi para pemain dan mungkin berkontribusi terhadap beberapa kesalahan yang kami lakukan,” kata Arnold.
“Kami sebenarnya merasa masih berada dalam pertandingan sampai kesalahan itu terjadi.”
Prancis kini terlihat sebagai salah satu kandidat terkuat juara. Tidak hanya memiliki Mbappe yang sudah mengoleksi empat gol dan terus mendekati rekor Lionel Messi di Piala Dunia, tetapi juga memiliki dukungan kolektif yang membuat mereka semakin berbahaya.
Saat Mbappe dijaga ketat, Dembele mampu mencetak gol. Ketika lini depan membutuhkan kreativitas, Olise hadir sebagai pembeda. Ditambah solidnya pemain seperti Jules Kounde, William Saliba, Dayot Upamecano, dan Emiliano Martinez di belakang, Prancis tampak memiliki keseimbangan yang siap mengancam siapa pun.
Selanjutnya Prancis akan menghadapi Norwegia di Boston pada laga terakhir Grup I, sementara Irak bertemu Senegal di Toronto. Namun dengan performa yang terus meningkat dan kekuatan yang tersebar di berbagai lini, Les Bleus telah mengirim pesan tegas kepada seluruh pesaing: Prancis datang bukan hanya dengan satu bintang, melainkan dengan sebuah tim yang siap menaklukkan siapa saja.