NEW JERSEY – Timnas Norwegia mengirim pesan serius kepada para kandidat juara Piala Dunia 2026. Dipimpin Erling Haaland yang kembali tampil tajam, pasukan Viking menaklukkan Senegal 3-2 di pertandingan kedua Grup I di New Jersey Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, Senin (22/6/2026) dan memastikan tiket ke babak 32 besar.
Usai peluit panjang berbunyi, para pemain Norwegia merayakan kemenangan dengan cara khas mereka. Di bawah guyuran hujan, skuad asuhan Ståle Solbakken berkumpul di depan pendukungnya dan melakukan selebrasi “dayung Viking” yang selama ini menjadi simbol kebersamaan tim di turnamen ini.
Kemenangan atas Senegal membuat Norwegia lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak Prancis 1998. Lebih penting lagi, kemenangan itu menunjukkan bahwa kekuatan Norwegia tidak hanya bergantung pada Haaland semata, melainkan lahir dari kolektivitas yang semakin matang.
Meski demikian, peran Haaland tetap tak tergantikan. Penyerang Manchester City itu mencetak dua gol dan kini mengoleksi empat gol di Piala Dunia 2026. Catatan internasionalnya juga semakin mencengangkan: 57 gol dalam 51 penampilan bersama Norwegia dan 16 gol dalam delapan laga terakhir.
Gol pembuka Norwegia lahir menjelang turun minum melalui Marcus Holmgren Pedersen setelah kesalahan fatal kapten Senegal, Kalidou Koulibaly. Memasuki babak kedua, kombinasi mematikan antara Martin Ødegaard dan Haaland kembali bekerja sempurna.
Pada menit ke-48, Ødegaard mengirim umpan terukur yang membelah pertahanan Senegal. Haaland menyambutnya dengan penyelesaian klinis menggunakan kaki kiri ke sudut atas gawang Édouard Mendy.
Senegal sempat memperkecil ketertinggalan melalui Ismaïla Sarr setelah menerima umpan dari Sadio Mané. Namun, Norwegia kembali menjauh pada menit ke-57. Lagi-lagi Haaland memanfaatkan kesalahan Koulibaly sebelum melepaskan tendangan voli kaki kanan yang menghujam gawang Senegal.
Sarr mencetak gol keduanya di penghujung laga, tetapi itu tidak cukup untuk menyelamatkan Senegal dari kekalahan kedua beruntun di Grup I.
Pelatih Senegal, Pape Thiaw, sebelumnya bahkan pernah menyebut Norwegia sebagai tim Eropa terbaik saat ini.
“Saya pikir Norwegia adalah tim terbaik di Eropa saat ini,” ujar Thiaw beberapa pekan sebelum turnamen dimulai.
Penilaian tersebut mulai terlihat di lapangan. Selain memiliki predator tajam seperti Haaland, Norwegia juga menunjukkan kreativitas dari Ødegaard, disiplin organisasi permainan, serta kecepatan serangan yang membuat lawan kesulitan mengantisipasi.
Kini Norwegia berdiri sejajar dengan Prancis di puncak Grup I dengan enam poin. Dengan kolektivitas yang terus berkembang dan ketajaman Haaland yang belum menunjukkan tanda-tanda melambat, pasukan Viking menjadi salah satu ancaman paling berbahaya di Piala Dunia 2026.
Mereka mungkin datang tanpa beban ekspektasi besar. Namun setelah melaju mulus ke fase gugur, dunia mulai sadar bahwa Viking Norwegia bukan lagi kuda hitam, melainkan penantang serius menuju tangga juara.