SEATTLE – Bosnia dan Herzegovina menjaga peluang tipis untuk lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Qatar 3-1 di Seattle Stadium, AS, Rabu (24/6/2026). Kemenangan ini sekaligus mengakhiri harapan Qatar dan membuka jalan bagi Bosnia untuk mencatat sejarah dengan menembus fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Gol ketiga yang dicetak Ermin Mahmic pada menit ke-80 memicu ledakan kegembiraan ribuan pendukung Bosnia di stadion. Gol tersebut bisa menjadi penentu penting dalam perhitungan selisih gol yang berpotensi menentukan nasib mereka di Grup B.
Meski demikian, sorotan utama tetap tertuju kepada gelandang muda berusia 18 tahun, Kerim Alajbegovic, yang mencetak gol pembuka spektakuler pada menit ke-29. Pemain yang musim lalu tampil impresif bersama RB Salzburg itu menerima umpan Ivan Basic di luar kotak penalti, mengecoh beberapa pemain Qatar sebelum melepaskan tembakan keras dari jarak sekitar 20 meter ke sudut atas gawang.
Bosnia kemudian menggandakan keunggulan lima menit berselang. Berawal dari pergerakan veteran berusia 40 tahun, Edin Dzeko, bola justru membentur kaki bek Qatar Sultan al-Brake dan mengecoh kiper Mahmud Abunada untuk menghasilkan gol bunuh diri.
Namun Qatar belum menyerah. Menjelang turun minum, kapten Hassan al-Haydos, yang menjalani starter pertamanya di Piala Dunia 2026, memanfaatkan kelengahan lini belakang Bosnia untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 setelah menerima umpan tarik Edmilson Junior.
Pada babak kedua, Qatar beberapa kali mengancam. Bahkan Pedro Miguel sempat membentur tiang gawang setelah memanfaatkan umpan cerdik Akram Afif. Bosnia juga sempat mengalami penurunan performa sebelum pelatih Sergej Barbarez memasukkan Amar Memic dan Benjamin Tahirovic saat jeda.
Gol penutup akhirnya datang pada menit ke-80 ketika bola liar jatuh di titik penalti dan disambar Mahmic untuk mengubah skor menjadi 3-1.
Usai laga, suasana haru menyelimuti kubu Bosnia. Sead Kolasinac dan Edin Dzeko, dua pemain yang juga tampil pada Piala Dunia 2014, merayakan kemenangan bersama staf dan rekan setim. Mahmic bahkan terlihat menangis di lapangan.
Meski peluang lolos belum sepenuhnya aman, Barbarez memilih tetap tenang. “Kami masih harus melihat apakah kami benar-benar akan lolos ke babak berikutnya,”* kata Barbarez dikutip dari the guardian.
Pelatih Bosnia itu kemudian menegaskan arti penting tim nasional bagi rakyatnya. “Kami memang negara kecil, tetapi jumlah kami banyak. Saya percaya diaspora Bosnia bahkan lebih besar daripada populasi negara kami sendiri. Sangat penting bagi kami berada di sini dan ini berarti banyak bagi mereka,” ujarnya.
Di klasemen akhir Grup B, Swiss finis sebagai juara grup dengan tujuh poin. Kanada berada di posisi kedua dengan empat poin dan selisih gol lebih baik. Bosnia juga mengoleksi empat poin, namun masih menunggu hasil dari grup lain untuk mengetahui apakah peluang kecil menuju babak 32 besar benar-benar menjadi kenyataan.
Klasemen Akhir Grup B
Negara Main PG Poin
1 Switzerland 3 4 7
2 Kanada 3 5 4
3 Bosnia-Herzegovina 3 -1 4
4 Qatar 3 -8 1