TORONTO — Timnas Kroasia memberikan hadiah paling indah untuk legenda hidup mereka, Luka Modric, yang mencatat penampilan ke-200 bersama negaranya dengan kemenangan tipis 1-0 atas Panama pada laga Grup L Piala Dunia 2026 di Toronto Stadium, Rabu (24/6/2026).
Gol tunggal Ante Budimir pada babak kedua tidak hanya menjaga asa Kroasia di turnamen, tetapi juga menjadi persembahan spesial bagi Modric yang memasuki klub elite pemain dengan 200 caps internasional.
Gelandang berusia 40 tahun itu kini sejajar dengan Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, dan Bader Al-Mutawa dari Kuwait sebagai empat pemain putra yang mencapai 200 penampilan bersama tim nasional.
Usai pertandingan, para pemain Kroasia mengenakan kaus hitam bertuliskan “Infinite Legacy” dengan nomor 200 dan gambar Modric. Sang kapten sempat diangkat rekan-rekannya di tengah lapangan sebelum mendapat sambutan meriah dari para pendukung yang memenuhi stadion.
Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, mengakui momen tersebut sangat berarti bagi timnya.
“Bisa jadi Luka sebenarnya ingin menghindari semua perhatian ini. Dia sangat rendah hati. Dia sangat sederhana. Dia bukan tipe yang menyukai perayaan besar. Tetapi saya sangat senang kami bisa menandai momen ini dengan kemenangan,” kata Dalic dikutip dari guardian.com
Kemenangan ini menjadi sangat penting setelah Kroasia kalah 2-4 dari Inggris pada laga pembuka. Tambahan tiga poin membuat tim asuhan Dalic kini hanya terpaut satu angka dari Inggris dan Ghana di klasemen Grup L.
Meski mendominasi penguasaan bola, Kroasia kesulitan membongkar pertahanan rapat Panama yang bermain dengan formasi 5-4-1. Peluang terbaik babak pertama justru dimiliki Panama ketika sundulan José Luis Rodríguez memaksa kiper Dominik Livakovic melakukan penyelamatan gemilang pada menit ke-23.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-54. Josip Stanisic menusuk dari sisi kanan sebelum mengirim umpan silang yang disambut Budimir di tiang jauh untuk menggetarkan gawang Orlando Mosquera.
Tertinggal satu gol, Panama berusaha bangkit. Namun Livakovic kembali tampil solid dengan menggagalkan sejumlah peluang berbahaya dari tim berjuluk Los Canaleros tersebut.
Pelatih Panama, Thomas Christiansen, tetap bangga terhadap perjuangan anak asuhnya.
“Mereka bermain dengan rasa lapar, dedikasi, dan semangat yang kami inginkan. Saya sangat bangga kepada mereka. Kroasia melepaskan dua tembakan tepat sasaran dan mencetak satu gol,” ujarnya.
Sementara itu, Marco Pasalic menegaskan kemenangan ini membebaskan tekanan yang membebani Kroasia.
“Kami sadar akan kualitas kami dan situasi yang kami hadapi. Apa yang tidak kami lakukan di babak pertama, kami lakukan di babak kedua. Sekarang beban itu sudah terangkat dan kami bisa melangkah maju,” kata Pasalic.
Bagi Modric, malam bersejarah di Toronto Stadium itu menjadi bukti bahwa warisannya bersama Kroasia akan terus dikenang, sekaligus dirayakan dengan kemenangan yang sangat berarti.