GUADALUPE – Afrika Selatan menciptakan salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Korea Selatan 1-0 dan memastikan tiket bersejarah ke babak 32 besar untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.
Bermain pada laga terakhir Grup A, Rabu (24/6/2026) di Stadion BBVA, Guadalupe, Meksiko, gol tunggal Thapelo Maseko pada menit ke-63 menjadi pembeda sekaligus mengirim Bafana Bafana finis di posisi kedua grup di belakang juara grup Meksiko. Pada babak 32 besar, Afrika Selatan akan menghadapi tuan rumah bersama Kanada di Los Angeles pada 28 Juni mendatang.
Kemenangan ini terasa istimewa karena Afrika Selatan selalu gagal melewati fase grup dalam tiga penampilan sebelumnya di Piala Dunia, yakni pada 1998, 2002, dan 2010.
Pelatih Afrika Selatan Hugo Broos tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya setelah timnya menorehkan sejarah baru. “Ini pengalaman yang luar biasa. Hari ini sangat sulit, tetapi kami memainkan pertandingan yang bagus. Secara taktik kami sangat baik dan membuat Korea Selatan kesulitan menemukan ruang,”* kata Broos.
“Kami mencetak gol, lalu ada 20 menit yang membuat jantung hampir berhenti berdetak. Ini momen bersejarah dan saya sangat bahagia untuk para pemain. Saya sudah bekerja bersama mereka selama lima tahun,” tambah pelatih asal Belgia tersebut.
Korea Selatan sebenarnya tampil dominan dalam penguasaan bola dan menciptakan peluang lebih dulu. Pada menit kedua, sundulan Kim Min-jae nyaris membawa timnya unggul sebelum disapu dari garis gawang oleh Aubrey Modiba. Tak lama kemudian, Lee Kang-in juga memperoleh peluang, tetapi gagal memanfaatkannya.
Namun, seiring berjalannya pertandingan, Afrika Selatan mulai menemukan ritme permainan. Thalente Mbatha dan Sphephelo Sithole tampil impresif di lini tengah, memenangkan banyak duel dan memutus aliran serangan Korea Selatan.
Momen penentu hadir pada menit ke-63. Tshepang Moremi mengirim umpan terukur kepada Maseko di dalam kotak penalti. Penyerang berusia 22 tahun itu dengan tenang menggeser bola ke kaki kirinya sebelum melepaskan tembakan rendah yang tak mampu dihentikan kiper Kim Seung-gyu. Gol tersebut menjadi salah satu gol terpenting dalam sejarah sepak bola Afrika Selatan.
Korea Selatan semakin menjadi sorotan karena keputusan mengejutkan pelatih Hong Myung-bo yang mencadangkan kapten sekaligus ikon tim, Son Heung-min, sejak menit awal. Son baru dimainkan pada babak kedua, tetapi gagal mengubah jalannya pertandingan.
Meski masih memiliki peluang lolos sebagai salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik dengan koleksi tiga poin, nasib Korea Selatan kini bergantung pada hasil pertandingan grup lain.
Sebaliknya, Afrika Selatan sedang menikmati pesta besar. Setelah kalah pada laga pembuka, mereka bangkit secara perlahan dan konsisten hingga akhirnya menorehkan sejarah. Dari tim yang semula dianggap tidak memiliki peluang, Bafana Bafana kini menjadi salah satu kisah paling mengejutkan di Piala Dunia 2026.