By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Disorot Said Didu, Ini Alasan Bahlil Ketat Atur Kuota Timah Demi Nilai Tambah Nasional
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Disorot Said Didu, Ini Alasan Bahlil Ketat Atur Kuota Timah Demi Nilai Tambah Nasional

EkonomiTerkini

Disorot Said Didu, Ini Alasan Bahlil Ketat Atur Kuota Timah Demi Nilai Tambah Nasional

Nicholas
By
Nicholas
1 day ago
Share
3 Min Read
Seorang karyawan PT Timah sedang melakukan pengecekan pengolahan bijih timah menjadi balok timah. (Foto, dok/Mind.Id)
SHARE

JAKARTA – Kebijakan pemerintah dalam mengatur kuota produksi timah melalui Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) kembali menjadi sorotan setelah dikritik oleh Said Didu. Namun, di tengah lonjakan harga timah dunia, langkah pemerintah justru dinilai sejalan dengan strategi jangka panjang untuk menjaga nilai komoditas nasional sekaligus mempercepat hilirisasi industri.

Data menunjukkan harga timah dunia terus menguat sepanjang kuartal I 2026. Berdasarkan Cash Settlement Price di London Metal Exchange, harga rata-rata timah mencapai 48.679,68 dolar AS per metrik ton, naik 34,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 36.134,37 dolar AS per metrik ton.

Kenaikan harga tersebut dipicu meningkatnya kebutuhan industri semikonduktor, kecerdasan buatan (AI), pusat data, penyimpanan energi, hingga perangkat elektronik modern. Namun, para pengamat mengingatkan bahwa lonjakan harga komoditas tidak otomatis meningkatkan kesejahteraan apabila Indonesia hanya menjual bahan mentah ke pasar internasional.

Karena itu, kebijakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di bawah kepemimpinan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang mengendalikan produksi melalui mekanisme RKAB dipandang sebagai bagian dari strategi menjaga keseimbangan pasokan sekaligus mendorong hilirisasi.

Pendekatan tersebut bertujuan agar timah Indonesia tidak sekadar menjadi komoditas ekspor, tetapi juga menjadi bahan baku industri bernilai tambah tinggi seperti solder, tin chemical, dan berbagai komponen pendukung industri elektronik.

Dampaknya mulai terlihat pada kinerja industri nasional. PT Timah Tbk membukukan pendapatan sebesar Rp5,47 triliun pada kuartal I 2026 atau melonjak 160,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,10 triliun.

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai peningkatan tersebut dipengaruhi kombinasi berbagai faktor.

“Penguatan kinerja didorong oleh kombinasi beberapa faktor, mulai dari kenaikan harga timah dunia, membaiknya ekspor, peningkatan produksi, hingga efisiensi operasional dan penurunan sejumlah beban biaya,” ujar Lukman Leong.

Produksi bijih timah tercatat mencapai 6.312 ton Sn, naik 96 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi logam timah meningkat menjadi 5.630 metrik ton Sn, sedangkan penjualan logam timah melonjak 113 persen menjadi 6.009 metrik ton.

Baca Juga :

Moodbooster Senin! Playlist 04 Agustus yang Bikin Hari Pertamamu Gak Monoton
Sinetron Aku Mencintaimu Karena Allah Segera Tayang di RCTI

Meski demikian, sekitar 97 persen penjualan logam timah Indonesia masih ditujukan ke pasar ekspor, dengan China menyerap sekitar 48 persen dari total ekspor. Fakta tersebut menunjukkan bahwa ketergantungan terhadap pasar luar negeri masih cukup besar.

Karena itu, momentum kenaikan harga timah dipandang sebagai peluang mempercepat hilirisasi nasional. Pemerintah menilai keberhasilan sektor pertambangan tidak hanya diukur dari besarnya volume ekspor, tetapi juga dari kemampuan menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, memperkuat industri manufaktur, serta meningkatkan daya saing Indonesia dalam rantai pasok teknologi global.

Dengan latar belakang tersebut, kebijakan pengaturan kuota RKAB dinilai bukan semata-mata membatasi produksi, melainkan menjaga keseimbangan pasar dan memastikan kekayaan mineral Indonesia memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi bangsa melalui pengembangan industri hilir yang berkelanjutan.

You Might Also Like

Pembiayaan Perumahan Jadi Mesin Penggerak Laba Rp 441 Miliar Bank BSN
Kredit Perbankan Melonjak, Sinyal Aktivitas Usaha Perlahan Menguat
Minyak Mentah Indonesia Turun 21%! ESDM Pastikan Evaluasi Harga BBM Tetap Transparan
Era Baru Dimulai! Spanyol Juara Dunia, Yamal Resmi Ambil Tongkat Estafet Messi
Misi Mustahil Messi? Selangkah Ukir Rekor: Juara Dunia Sekaligus Golden Boot 2026
TAGGED:Bahlil LahadaliaKuota RKAB 2026Timah
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Era Baru Dimulai! Spanyol Juara Dunia, Yamal Resmi Ambil Tongkat Estafet Messi
Next Article Minyak Mentah Indonesia Turun 21%! ESDM Pastikan Evaluasi Harga BBM Tetap Transparan
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Investasi Rp1.010 Triliun Belum Cukup! Proyek Harus Segera Jalan agar Ekonomi Tak Mandek

Setoran Negara Melesat! ESDM Kantongi Rp85,58 Triliun di Pertengahan 2026

Antrean BBM Di Sumut Mulai Diurai! ESDM Tambah Armada Truk Tangki Distribusi

Jangan Rugikan Tanah Adat! Bahlil Pastikan Warga Blok Masela Dapat Skema Ganti Untung

Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.980 per Dolar AS, Inflasi AS Jadi Sentimen Positif

IHSG Masih Tertekan, Kenaikan Harga Minyak Hingga Utang Luar Negeri Jadi Sorotan

ASN Disorot DPR! PR Besar Kementerian PANRB Tingkatkan Kinerja Birokrasi

Listrik Warga Jadi Prioritas! Revisi RKAB Batu Bara Utamakan Pasokan PLN

Urusan Batu Bara Murni Bisnis PLN, Kenapa Oposisi Sibuk Serang Menteri ESDM?

Pecah Telur! Blok Masela Resmi Dimulai, Proyek Raksasa Gas Akhirnya Bergerak

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Drama 10 Gol! Inggris Akhiri Piala Dunia 2026 dengan Hadiah Terbaik sejak Juara 1966

2 days ago
Pendidikan

Jurus Bahlil Sekolahkan Anak Maluku ke Akamigas agar Jadi SDM Unggul Blok Masela

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Asap Ancam Ganggu Final Piala Dunia 2026

4 days ago
Pildun 2026Terkini

Juara Piala Dunia 2026 Kantongi Rp895 Miliar, FIFA Pecahkan Rekor Hadiah Terbesar

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index