JAKARTA – Setelah lebih dari dua dekade menanti kepastian, proyek strategis nasional LNG Abadi Blok Masela akhirnya memasuki babak baru.Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri acara groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Kamis (16/7/2026) siang. Prabowo menghadiri acara groundbreaking secara virtual dari Istana Kepresidenan, Jakarta.
Dari layar YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo duduk didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung.
Dari lokasi acara, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengucapkan terima kasih karena Prabowo berkenan meresmikan acara groundbreaking ini. “Bapak Presiden kami menyampaikan bahwa ucapan terima kasih dari seluruh rakyat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar,” ujar Bahlil, dalam pidatonya, Kamis.
Bahlil turut menyapa sejumlah pejabat yang hadir langsung dan melaporkannya ke Prabowo. Bahlil mengatakan, masyarakat Tanimbar sangat antusias untuk menyambut Prabowo. Sepanjang jalan menuju lokasi acara sudah dipasang banyak baliho.
“Saya begitu mendarat itu balihonya dari bandara sampai lokasi acara pak. Dan wajahnya hanya wajah Bapak Presiden. Ini menunjukan kecintaan masyarakat Kepulauan Tanimbar ke Bapak Presiden dan kami ucapkan terima kasih atas perkenanan Bapak Presiden untuk melakukan peresmian groundbreaking ini,” tutur Bahlil.
Ia melanjutkan, groundbreaking ini menandai dimulainya salah satu investasi energi terbesar dalam sejarah Indonesia sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan mendorong pemerataan pembangunan hingga ke kawasan timur Indonesia.
Blok Masela sendiri memiliki perjalanan yang panjang. Sejak Inpex memperoleh hak pengelolaan pada November 1998, proyek ini belum juga memasuki tahap produksi. Selama sekitar 26 tahun, pengembangannya sempat tertunda akibat perubahan konsep pembangunan kilang LNG dari lepas pantai menjadi darat, hingga keluarnya Shell dari proyek tersebut.
Proyek LNG Abadi Masela dikembangkan oleh INPEX Masela Ltd bersama Pertamina dan Petronas dengan nilai investasi sekitar 20,9 miliar dollar Amerika Serikat (AS). Hak partisipasi INPEX Masela sebesar 65 persen, bersama PT Pertamina Hulu Energi Masela sebesar 20 persen dan Petronas Masela Sdn. Bhd. sebesar 15 persen.
Menurut Bahlil, proyek ini dirancang untuk memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA), menyalurkan gas pipa domestik sebesar 150 MMSCFD, serta menghasilkan kondensat sekitar 35.000 barrel per hari untuk mendukung kebutuhan energi nasional.