NEW JERSEY – Timnas Spanyol resmi mengukir sejarah dengan meraih gelar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan juara bertahan Argentina 1-0 melalui babak perpanjangan waktu di New York/New Jersey Stadium, East Rutherford, Amerika Serikat, Minggu (19/7/2026). Kemenangan ini sekaligus menghadirkan narasi besar tentang pergantian generasi sepak bola dunia, dari Lionel Messi kepada bintang muda Spanyol, Lamine Yamal.
Gol tunggal Ferran Torres pada menit ke-106 memastikan La Roja mengangkat trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya setelah sukses pertama pada 2010. Gol tersebut lahir dari rangkaian umpan Pedro Porro dan sundulan Nico Williams yang diselesaikan Torres dengan tendangan setengah voli melewati kiper Emiliano “Emi” Martinez.
Keberhasilan ini juga mencatatkan sejumlah rekor penting. Spanyol menjadi negara pertama yang dua kali menjuarai Piala Eropa dan Piala Dunia secara beruntun dalam siklus turnamen internasional. Selain itu, pasukan Luis de la Fuente hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen, rekor terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia.
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente, yang pada usia 65 tahun menjadi pelatih tertua yang membawa tim menjuarai Piala Dunia, mengungkapkan rasa bangganya.
“Kami adalah juara dunia. Kami mencapai tahap ini bersama-sama,” ujar De la Fuente usai pertandingan.
Sorotan lain tertuju kepada Lamine Yamal. Meski tidak mencetak gol di final, pemain Barcelona berusia 19 tahun itu kembali menjadi motor permainan Spanyol dan menutup turnamen dengan status salah satu pemain terbaik. Usai peluit panjang berbunyi, Yamal menghampiri Lionel Messi yang tampak menahan kesedihan sebelum memeluk sang legenda. Momen tersebut dinilai banyak pihak sebagai simbol pergantian generasi sepak bola dunia.
Menurut BBC Sport menyebut pemandangan itu layaknya “passing of the torch” atau penyerahan tongkat estafet dari Messi kepada Yamal. Dua dekade lalu, Messi pernah menggendong Yamal yang masih bayi dalam sesi pemotretan amal Barcelona. Kini, keduanya bertemu di panggung terbesar sepak bola dunia sebagai dua ikon dari generasi berbeda.
Yamal pun menorehkan rekor baru. Ia menjadi pemain termuda yang berhasil menjuarai Piala Eropa dan Piala Dunia, sekaligus mempertahankan rekor tak terkalahkan bersama Timnas Spanyol dalam 28 pertandingan kompetitif. Bersama Pau Cubarsi, ia juga masuk daftar remaja yang sukses menjadi starter dan juara di final Piala Dunia.
Di sisi lain, Argentina gagal mempertahankan gelar yang mereka raih pada 2022. Sepanjang 90 menit waktu normal, La Albiceleste bahkan tidak mampu melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran. Situasi semakin sulit setelah Enzo Fernandez menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran keras terhadap Pau Cubarsi menjelang berakhirnya waktu normal.
Meski kalah, Lionel Messi tetap menutup turnamen dengan delapan gol dan empat assist pada Piala Dunia keenam dalam kariernya. Namun, pemain berusia 39 tahun itu kesulitan menunjukkan pengaruhnya menghadapi dominasi penguasaan bola Spanyol.
Pelatih Argentina Lionel Scaloni mengakui keunggulan lawan. “Mereka adalah tim yang lebih baik, itulah kenyataannya. Tetapi saya akan selalu menghargai apa yang telah dicapai tim ini dan perjuangan mereka hingga sejauh ini,” kata Scaloni.
Setelah peluit akhir, sempat terjadi ketegangan antarpemain sebelum akhirnya mereda. Para pemain Spanyol kemudian membentuk barisan penghormatan bagi skuad Argentina saat menerima medali runner-up, menutup malam bersejarah yang menandai gelar dunia kedua Spanyol sekaligus membuka era baru sepak bola internasional dengan munculnya Lamine Yamal sebagai penerus generasi Lionel Messi.