By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Minyak Mentah Indonesia Turun 21%! ESDM Pastikan Evaluasi Harga BBM Tetap Transparan
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Minyak Mentah Indonesia Turun 21%! ESDM Pastikan Evaluasi Harga BBM Tetap Transparan

EkonomiTerkini

Minyak Mentah Indonesia Turun 21%! ESDM Pastikan Evaluasi Harga BBM Tetap Transparan

Nicholas
By
Nicholas
1 day ago
Share
4 Min Read
Ilustrasi kegiatan di salah satu kilang yang dikelola PT Pertamina. Harga Minyak Mentah Indonesia (ICP) Juni 2026 turun menjadi 83,45 dolar AS per barel. ESDM berjanji akan mengevaluasi harga BBM secara transparan. (Foto, Dok/Pertamina)
SHARE

JAKARTA – Penurunan tajam Harga Minyak Mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Juni 2026 kembali memunculkan pertanyaan publik mengenai peluang penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis nonsubsidi. Atas alasan itulah, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa evaluasi harga BBM selalu dilakukan secara transparan dan akuntabel dengan mempertimbangkan dinamika pasar energi global.

Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 282.K/MG.03/MEM.M/2026, rata-rata ICP Juni 2026 ditetapkan sebesar 83,45 dolar AS per barel, turun signifikan dari 106,56 dolar AS per barel pada Mei 2026. Penurunan tersebut mencapai sekitar 21 persen, mencerminkan perubahan kondisi pasar minyak internasional.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa melemahnya harga minyak dipengaruhi oleh meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah sepanjang Juni.

“Angka ini mengalami penurunan signifikan sebesar 22,50 dolar AS per barel dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 106,56 dolar AS per barel. Penurunan ini secara umum dipengaruhi oleh tensi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang cenderung mereda sepanjang bulan Juni,” ujar Laode dalam keterangan tertulis yang dikutip Minggu (19/7/2026).

Menurut Laode, gencatan senjata serta pembukaan kembali Selat Hormuz secara bertahap telah memperlancar distribusi minyak dunia sehingga pasokan global kembali stabil dan harga minyak internasional mengalami koreksi.

Selain faktor geopolitik, harga minyak juga dipengaruhi keseimbangan antara pasokan dan permintaan. International Energy Agency (IEA) memproyeksikan permintaan minyak dunia tumbuh sekitar 1,1 juta barel per hari, sementara kelompok OPEC+ kembali meningkatkan produksi. Di sisi lain, Rusia juga berencana menambah pasokan minyak untuk memenuhi target produksi tahun 2026, sehingga tekanan terhadap harga semakin besar.

Pergerakan tersebut tercermin pada berbagai acuan harga minyak dunia. Brent di ICE turun menjadi 84,98 dolar AS per barel, West Texas Intermediate (WTI) di Nymex menjadi 82,41 dolar AS per barel, Dated Brent berada di 86,13 dolar AS per barel, sedangkan Basket OPEC tercatat 91,03 dolar AS per barel.

Pemerintah memproyeksikan ICP pada Juli 2026 berada di kisaran 67 hingga 71 dolar AS per barel, meski realisasinya tetap bergantung pada perkembangan geopolitik, kondisi pasokan global, serta tingkat permintaan energi dunia.

Laode menegaskan pemerintah terus memantau pergerakan pasar minyak internasional secara berkala sebagai dasar dalam mengevaluasi berbagai kebijakan energi, termasuk perkembangan harga BBM.

Baca Juga :

DPR: Cegah Konflik Meluas, Indonesia Perlu Redam Perang Iran-Israel
Anies Baswedan dan Surya Paloh Adakan Pertemuan, Penuh Optimisme Bahas Perkembangan Koalisi

“Pemerintah terus memantau perkembangan pasar minyak internasional secara berkala guna memastikan kestabilan harga dan ketahanan energi nasional tetap terjaga dengan baik,” katanya.

Ia juga memastikan mekanisme penetapan ICP dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami memastikan formula ICP tetap transparan mencerminkan dinamika pasar internasional agar tetap akuntabel bagi keuangan negara dan kegiatan usaha hulu migas,” tegas Laode.

Meski tren harga minyak sedang menurun, Kementerian ESDM mengingatkan bahwa risiko munculnya konflik baru maupun perubahan pasokan dari kawasan Timur Tengah tetap dapat memengaruhi harga minyak global. Karena itu, evaluasi kebijakan energi akan terus dilakukan berdasarkan perkembangan pasar agar keseimbangan antara daya beli masyarakat, ketahanan energi, dan keberlanjutan keuangan negara tetap terjaga.

You Might Also Like

Pembiayaan Perumahan Jadi Mesin Penggerak Laba Rp 441 Miliar Bank BSN
Kredit Perbankan Melonjak, Sinyal Aktivitas Usaha Perlahan Menguat
Disorot Said Didu, Ini Alasan Bahlil Ketat Atur Kuota Timah Demi Nilai Tambah Nasional
Era Baru Dimulai! Spanyol Juara Dunia, Yamal Resmi Ambil Tongkat Estafet Messi
Misi Mustahil Messi? Selangkah Ukir Rekor: Juara Dunia Sekaligus Golden Boot 2026
TAGGED:Harga BBMKementerian ESDMMinyak mentah
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Disorot Said Didu, Ini Alasan Bahlil Ketat Atur Kuota Timah Demi Nilai Tambah Nasional
Next Article Kredit Perbankan Melonjak, Sinyal Aktivitas Usaha Perlahan Menguat
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Investasi Rp1.010 Triliun Belum Cukup! Proyek Harus Segera Jalan agar Ekonomi Tak Mandek

Setoran Negara Melesat! ESDM Kantongi Rp85,58 Triliun di Pertengahan 2026

Antrean BBM Di Sumut Mulai Diurai! ESDM Tambah Armada Truk Tangki Distribusi

Jangan Rugikan Tanah Adat! Bahlil Pastikan Warga Blok Masela Dapat Skema Ganti Untung

Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.980 per Dolar AS, Inflasi AS Jadi Sentimen Positif

IHSG Masih Tertekan, Kenaikan Harga Minyak Hingga Utang Luar Negeri Jadi Sorotan

ASN Disorot DPR! PR Besar Kementerian PANRB Tingkatkan Kinerja Birokrasi

Listrik Warga Jadi Prioritas! Revisi RKAB Batu Bara Utamakan Pasokan PLN

Urusan Batu Bara Murni Bisnis PLN, Kenapa Oposisi Sibuk Serang Menteri ESDM?

Pecah Telur! Blok Masela Resmi Dimulai, Proyek Raksasa Gas Akhirnya Bergerak

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Drama 10 Gol! Inggris Akhiri Piala Dunia 2026 dengan Hadiah Terbaik sejak Juara 1966

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Asap Ancam Ganggu Final Piala Dunia 2026

4 days ago
Pildun 2026Terkini

Juara Piala Dunia 2026 Kantongi Rp895 Miliar, FIFA Pecahkan Rekor Hadiah Terbesar

4 days ago
Terkini

Sepanjang 2026, Komnas Perempuan Terima 1.833 Pengaduan, DKI Jakarta Paling Banyak

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index