INVERSI.ID – Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 resmi memulai rangkaian acaranya melalui World Kids Carnival, sebuah parade yang tidak hanya menyuguhkan pertunjukan kostum penuh warna, tetapi juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas, rasa percaya diri, dan karakter sejak usia dini.
Kegiatan yang berlangsung di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Jember pada Jumat petang itu menjadi pembuka rangkaian JFC sekaligus menunjukkan komitmen penyelenggara dalam menghadirkan ajang yang inklusif bagi generasi muda.
Presiden JFC Budi Setiawan mengatakan World Kids Carnival telah berkembang menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia melalui ruang ekspresi yang terbuka bagi anak-anak.
“World Kids Carnival JFC bukan sekadar perhelatan karnaval tahunan, melainkan sebuah gerakan untuk membangun sumber daya manusia melalui ruang berkarya yang inklusif bagi anak-anak,” kata Presiden JFC Budi Setiawan saat membuka World Kids Carnaval di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Jumat petang.
Ia menjelaskan bahwa ajang tersebut memberikan kesempatan kepada setiap peserta untuk menampilkan karya terbaik sekaligus melatih kemampuan memimpin, berkreasi, dan membangun kepercayaan diri di hadapan masyarakat, baik dari Indonesia maupun mancanegara.
“World Kids Carnival menjadi wadah bagi anak-anak untuk menunjukkan hasil kreativitas yang telah dipersiapkan selama berbulan-bulan sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri sejak dini,” katanya.
Budi berharap pengalaman mengikuti World Kids Carnival dapat membentuk karakter anak-anak yang mencintai budaya Indonesia sekaligus menanamkan semangat persahabatan dan kebersamaan dengan anak-anak dari berbagai belahan dunia.
Selain itu, pesan utama yang ingin disampaikan melalui parade tersebut adalah pentingnya menjaga bumi dan kelestarian lingkungan. Nilai itu diwujudkan melalui desain busana yang dikenakan para peserta.
“Misi utamanya membangun kesadaran anak-anak untuk mencintai bumi dan lingkungan melalui busana mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember Ghyta Eka Puspita menilai keterlibatan anak-anak dalam World Kids Carnival menjadi salah satu metode pembelajaran karakter yang efektif. Proses merancang hingga membuat kostum dinilai mampu mengasah kreativitas sekaligus membangun rasa tanggung jawab sejak dini.
“Anak-anak tidak hanya belajar dari apa yang dikatakan, tetapi juga dari apa yang mereka lihat dan rasakan, sehingga mari bersama-sama menjadikan Jember ramah anak, ramah lingkungan, dan penuh semangat gotong royong,” katanya.
Ratusan peserta tampil memukau mengenakan kostum-kostum unik yang mengusung tema besar JFC tahun ini, yakni HEAL (Humanity, Earth and Life). Tema tersebut mengangkat pesan mengenai pentingnya memulihkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan kehidupan sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan bumi.
Kemeriahan pembukaan JFC 2026 kemudian ditutup dengan Pets Carnival, di mana para peserta turut memamerkan hewan peliharaan mereka dalam parade yang berlangsung meriah dan menghibur ribuan penonton.