By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Mitos Atau Fakta Gunung Gede, Antara Kepercayaan dan Keselamatan Pendaki
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Mitos Atau Fakta Gunung Gede, Antara Kepercayaan dan Keselamatan Pendaki

LifeStyle

Mitos Atau Fakta Gunung Gede, Antara Kepercayaan dan Keselamatan Pendaki

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
2 Min Read
SHARE

inversi.id – Gunung Gede Pangrango, dengan pesona alamnya yang memukau, telah lama menjadi destinasi favorit para pendaki. Namun, di balik keindahannya, gunung ini menyimpan berbagai mitos yang diwariskan turun-temurun. Mitos-mitos ini tidak hanya mencerminkan kepercayaan masyarakat setempat, tetapi juga mengandung pesan penting terkait keselamatan dan etika pendakian.

Salah satu mitos yang cukup dikenal adalah larangan bagi wanita yang sedang menstruasi untuk mendaki Gunung Gede. Secara tradisional, menstruasi dianggap membawa energi negatif yang dapat mengundang bahaya atau gangguan dari makhluk halus. Namun, dari perspektif medis, menstruasi menyebabkan kehilangan darah yang dapat membuat wanita lebih cepat lelah. Mengingat pendakian membutuhkan energi besar, larangan ini sebenarnya berfungsi sebagai peringatan agar pendaki mempertimbangkan kondisi fisik mereka sebelum mendaki.

Mitos lainnya menekankan pentingnya menjaga kesopanan dengan tidak buang air kecil sembarangan di gunung. Kepercayaan lokal menyebutkan bahwa tindakan ini dapat mengganggu penghuni gaib dan membawa kesialan. Dari sudut pandang praktis, buang air kecil sembarangan dapat mencemari sumber air dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, mitos ini mengajarkan pendaki untuk selalu menjaga kebersihan dan menghormati alam.

Ada juga kepercayaan yang melarang pendaki membawa daging mentah ke Gunung Gede. Menurut cerita, penghuni gaib gunung ini diyakini akan memakan “inti” dari daging tersebut, sehingga saat dimasak, daging menjadi hambar dan keras. Larangan ini mungkin bertujuan untuk mencegah pendaki membawa bahan makanan yang mudah rusak dan dapat mengundang satwa liar, serta untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Mitos-mitos di atas, meskipun berakar dari kepercayaan tradisional, memiliki relevansi dalam konteks modern. Mereka berfungsi sebagai pedoman tak tertulis yang mengingatkan pendaki untuk selalu waspada, menjaga etika, dan menghormati alam serta budaya setempat. Dengan memahami dan mematuhi mitos-mitos ini, pendaki tidak hanya melindungi diri mereka sendiri, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan warisan budaya Gunung Gede.

Sebagai pendaki, penting untuk selalu menghormati kepercayaan lokal dan memahami pesan di balik setiap mitos. Dengan demikian, pengalaman mendaki tidak hanya menjadi petualangan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang memperkaya pemahaman kita tentang alam dan budaya.

You Might Also Like

Libur Panjang Idul Adha 2026, KAI Layani Lebih dari 1,2 Juta Penumpang
Senja di AWT 2026 Sajikan Wisata Alam, Budaya, hingga Fashion Show Anak Muda
Denpasar Fashion Street 2026 Angkat Kain Perca Jadi Fashion Elegan dan Bernilai Tinggi
BBTF 2026 Jadi Ajang Promosi Destinasi Wisata Indonesia ke Dunia
Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Saat Idul Adha, Pendaki Ilegal Diincar
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Ciburial, Surga Tersembunyi di Jantung Bandung Barat
Next Article Momen Seorang Siswi SMA Titipkan Lukisan Bergambar Prabowo Kepada Gibran
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia

Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun

Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina

Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional

Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Travel

Tiga Juta Penumpang Diperkirakan Padati Bandara Saat Libur Idul Adha 2026

1 week ago
Travel

Libur Idul Adha 2026, Ancol Dipadati Lebih dari 32 Ribu Wisatawan

1 week ago
Travel

Pemkot Bandung Percepat Penataan Bandung Zoo, Lelang Ulang Ditarget Rampung Akhir Mei

1 week ago
Travel

Kemenpar Siapkan 136 Mooring Buoy demi Jaga Status UNESCO Raja Ampat

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index